Garda Rafflesia Bagikan Sembako dan Sosialisasi PPKM di Desa Talang Padang

Garda Raflesia usai menggelar sosialisasi PPKM dan pembagian sembako, handsanitizer, dan masker di Desa Talang Padang, Bengkulu Selatan, Sabtu, 23 Oktober 2021, Foto: Dok

Kupas News – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dalam rangka menanggulangi wabah Covid-19 hingga saat ini masih diberlakukan pemerintah. Hanya saja informasi dan sasaran PPKM belum menyentuh seluruh lapisan masyarakat sehingga kerap ditemukan pelanggaran PPKM karena faktor ketidaktahuan. Pelanggaran itu masih masif terjadi terutama di wilayah pedesaan yang belum 100 persen tersentuh sosialisasi PPKM.

Demikian disampaikan oleh Ketua Umum Garda Raflesia, Septo Adinara, SE usai menggelar sosialisasi PPKM di Desa Talang Padang, Kecamatan Pino Raya, Bengkulu Selatan,  Sabtu, (23/10).

PPKM kata Septo merupakan regulasi yang diterbitkan pemerintah guna menekan angka penyebaran Covid-19. Banyak aturan yang belum diketahui masyarakat seperti larangan membuat kerumunan. Pihak yang melanggar kebijakan PPKM Darurat dengan menciptakan kerumunan yang cukup besar hingga menimbulkan klaster Covid-19 akan dikenai sanksi penjara paling lama 1 tahun dan atau denda paling banyak Rp 100 juta.

“Provinsi Bengkulu, khususnya Bengkulu Selatan memang tidak lagi masuk dalam zona merah. Saat ini sudah berada pada posisi PPKM Level 3 namun, masyarakat perlu diedukasi agar untuk antisipasi apabila terjadi lonjakan kasus dan status daerah kembali naik level” kata Septo.

Kemudian penggunaan masker, kebiasaan mencuci tangan dan kewajiban menjaga jarak  masih mendominasi pelanggaran. Hal ini lantaran masyarakat belum mengetahui secara lengkap dampak yang akan terjadi. Fator informasi hoax yang terus menjadi ancaman di tengah upaya pemerintah menekan penyebaran Covid-19 melalui 3M.

“Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah mulai dari kebijakan PPKM, kebiasaan baru dengan menggunakan masker hingga saat ini masuk pada tahap vaksinasi. Namun, kebijakan ini perlu dukungan masyarakat agar upaya yang dilakukan pemerintah tidak sia-sia. Saya mengingatkan agar masyarakat jangan ragu untuk divaksin. Jangan percaya berita Hoax segaralah vaksin” papar Septo.

Sementara Bidan Desa Talang Padang mengatakan, kebijakan PPKM harus didukung dengan upaya masyarakat untuk terus berprilaku hidup sehat. Salah satunya dengan menjaga lingkungan tetap bersih dan mengkonsumsi makanan yang seimbang.

“PPKM adalah kebijakan pemerintah, diantara kewajiban yang harus diikuti adalah menggunakan masker, mencucui tangan, dan menjaga jarak. Namun, itu perlu didukung dengan perilaku hidup sehat seperti sering berolahraga, menjaga kebersihan lingkungan, termasuk menyegerakan untuk vaksin agar kita terhindar dari bahaya wabah Covid-19” kata dia.

Hal serupa disampaikan Kepala Desa Talang Padang yang meminta masyarakat untuk mentaati aturan PPKM walaupun tinggal di desa namun, potensi untuk ikut terpapar juga sangat besar karena mobilitas masyarakat yang sangat tinggi. Desa Talang Padang sendiri telah mengalokasikan anggaran khusus melalui Dana Desa untuk membantu penanggulangan Covid-19.

“Kami pemerintah desa Talang Padang tentu mendukung penuh kebijakan ini. Melalui dana desa kami juga telah mengalokasi untuk penanggulangan Covid-19, termasuk melalui bantuan langsung tunai. Muda-mudahan upaya bersama ini dapat berdampak baik kepada masyarakat terutama di desa kami. Terimkasih kepada adek-adek dari Garda Raflesia yang telah memilih desa kami untuk sosialisasi PPKM” kata Kepala Desa Talang Padang, Sumantri.

Acara sosialisasi itu nampak dihadiri masyarakat Desa Talang Padang, Tokoh Agama, Tokoh Adat, dan Tokoh Pemuda, Pemerintahan desa setempat dan anggota BPD. Usai menggelar sosialisasi, Garda Raflesia membagikan paket sembako, masker, dan handsanitizer.

Editor: Riki Susanto
Artikulli paraprakSusah Nambah Subscriber? Hubungi Rajakomen.com
Artikulli tjetërKorupsi DAK, Kepsek dan Bendahara SMKN 5 Diamankan Polres BS