Sabtu, Juni 25, 2022

Gubernur Rohidin Gelar Rapat Internal terkait Konflik Petani Malin Deman dan PT. DDP

Baca selanjutnya

Kupas News, Bengkulu – Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menggelar rapat internal bersama pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan instansi terkait menyikapi konflik antara Petani Malin Deman dengan PT. Daria Dharma Pratama (DDP) di Balai Raya Semarak Bengkulu, kemarin Senin, (16/05).

Langkah ini diambil guna memastikan perihal konflik serta menyusun langkah – langkah yang bisa diambil selanjutnya agar konflik tidak berkelanjutan dan proses hukum dapat berjalan seadil-adilnya.

“Malam ini kita melakukan rapat internal. Ini merupakan rapat lanjutan yang kesekian kalinya sejak 2 – 3 bulan yang lalu bahwa perwakilan masyarakat dari Malin Deman menghadap Saya. Waktu itu kita koordinasikan dengan pihak BPN,” kata Rohidin.

“Kita juga ingin memastikan dari sisi status HGU, lalu kepastian penguasaan lahan di lapangan, kemudian pengembangan komoditas yang dikelola di wilayah itu untuk sektor perkebunan,” sambungnya.

Sebelumnya, pada saat munculnya kasus penangkapan 40 petani tersebut, Gubernur Rohidin langsung melakukan koordinasi dengan Kapolres Mukomuko guna memastikan terkait hak – hak masyarakat yang ditangkap tetap dijaga dan sesuai dengan proses hukum yang berlaku.

“Dua hari yang lalu saat kejadian penangkapan 40 petani masyarakat desa Malin Deman, saya sudah berkoordinasi dengan Kapolres Mukomuko agar masyarakat diperlakukan secara adil. Lalu kemudian dilakukan proses hukum yang benar sesuai kaidah – kaidah hukum,” sebutnya.

Gubernur sendiri tidak membenarkan masyarakat untuk melakukan hal – hal yang melanggar hukum, seperti tindak pencurian, penjarahan maupun main hakim sendiri. Direncanakan besok Gubernur Rohidin akan berkoordinasi dengan Kapolda Bengkulu perihal permasalahan ini.

“Besok saya akan berkoordinasi dengan pihak Kapolda terkait dengan bagaimana tindakan yang paling bijak tetapi sesuai dengan prosedur hukum sehingga hak – haknya masyarakat benar-benar terlindungi. Tetapi di sisi lain masyarakat juga tidak bisa main hakim sendiri, melakukan tindakan hukum seperti pencurian dan penjarahan atau menguasai hak milik orang lain,”  pungkasnya mengakhiri.

Sebelumnya sebanyak 40 petani sawit di Kecamatan Malin Deman Kabupaten Mukomuko yang mengeklaim tergabung dalam Perkumpulan Petani Pejuang Bumi Sejahtera (P3BS) ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi pada Kamis, 12 Mei 2022 lalu.

Tindakan kepada 40 petani sawit tersebut atas tudingan mencuri tandan buah segar (TBS) di Areal Divisi 7 Lahan Eks HGU PT. Bina Bumi Sejahtera (BBS) yang saat ini dikelola PT. Daria Dharma Pratama (DDP).

Editor: Alfridho Ade Permana

Polairud Gelar Lomba Tenis Meja Sambut HUT Bhayangkara

Kupas News, Kota Bengkulu - Semarak menyambut HUT Bhayangkara ke-76 terus digelorakan jajaran Polda Bengkulu dengan menggelar berbagai kegiatan. Sabtu, 25 Juni 2022, giliran...

Selamat Datang Airlangga

Kupas Artikel - Ucok mengangkat telepon dengan nada tergesa-gesa. Ia mungkin sangat terkejut tumben-tumben saya menelpon. “Siap bos” tutur Ucok menyambut telepon saya. Beberapa...

Bengkulu Tuan Rumah Open Swimming Championship 2022 se-Sumatera

Kupas News, Bengkulu - Gubernur Rohidin Mersyah membuka kejuaraan Bengkulu Open Swimming Championship se Sumatera Tahun 2022 di Kolam Renang Rafflesia Kota Bengkulu, Jum'at...

Wagub Rosjonsyah Terima Kunjungan Eks Gubernur Jabar

Kupas News, Bengkulu - Wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu Rosjonsyah menerima audiensi mantan Gubenur Jawa Barat Ahmad Heryawan dalam rangka investasi di bidang Kopi Bengkulu...

JMSI Apresiasi Kesepakatan Dewan Pers dan Polri Cegah Polarisasi Pemilu 2024

Kupas News, Jakarta – Organisasi perusahaan pers Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) menyambut baik kesepakatan Dewan Pers dan Mabes Polri untuk memitigasi polarisasi yang...

Terbaru