Sabtu, Desember 10, 2022

Hama Ulat Api Serang Tanaman Kelapa Sawit di Bengkulu Tengah

Baca selanjutnya

Ulat Api
Ulat Api

kupasbengkulu.com – Hama ulat berjenis Pimelephia Ghesquierei dan Ulat Api diketahui mulai menyerang perkebunan sawit di Bengkulu Tengah. Hal ini dikemukakan oleh para petani kelapa sawit di beberapa daerah di wilayah ini.

Kabul (60), petani setempat menyebutkan ulat itu mulai berdatangan, lantaran  curah hujan yang makin meningkat akhir ini. Serangan hama ini menyebabkan adanya lubang atau ruangan pada daun muda bekas gerakan dari ulat hama ini.

Selain itu, jika ada angin yang bertiup kencang, maka daun-daun dari pohon yang terkena seranganan hama ini akan banyak yang patah.”Terlihat dari banyaknya lubang bekas serangan hama ini, ditambah lagi banyak dedaunan yang patah bila tertiup angin kencang,”ujar Kabul.

Menanggapi hal ini, Kepala BP4K, Yulia Farida justru mengungkapkan bahwa terkait hama, kabupaten ini benar-benar kekurangan tenaga penyuluh, sehingga berimbas kepada petani.

Dalam kondisi ini, seharusnya paling tidak didalam satu desa memiliki satu penyuluh. Namun dari 143 desa yang ada di wilayah ini, tidak sampai separuhnya jumlah penyuluh pertanian.

“Secara rinci, kita hanya memiliki 61 penyuluh, berarti kalaupun satu orang bisa menjangkau hingga dua desa sekaligus, jumlah itu juga masih kurang,”jelas Yulia.

Untuk penyuluh khusus pengendalian hama, bahkan hanya ada 10 orang saja di wilayah ini. Dengan kenyataan seperti ini, pihak BP4K setempat terpaksa memberi wilayah kerja satu kecamatan pada sepuluh orang ini, mengingat jumlah kecamatan di Bengkulu Tengah berjumlah 10.

Namun, dampaknya adalah ketika serangan hama mulai menyerang, justru penyuluh maupun pengendalian hama menjadi sulit menjangkau setiap petani.

“Tenaga kita sangat minim, sehingga ketika serangan hama seperti ini mulai datang, kita justru kesulitan,”pungkasnya.

Sementara itu, pihak BP4K memberikan cara penanganan, dibedakan menurut usia sawit tersebut. Bila dibawah 3 tahun, maka akan dilakukan pengambilan ulat secara manual atau dengan tangan (handpicking), dengan catatan jumlah larvamasih dibawah 10 ekor disetiap pelepah.

Namun bila diatas 10 perpelepah, maka sebaiknya dilakukan penyemprotan insektisida dengan knapsack sprayer. Tetapi bila tanaman sudah berusahan diatas 3 tahun hingga 7 tahun, maka penyemprotan insektisida dengan mist blower. Dilanjutkan dengan menginfus akar dengan insektisida.(vai)

KUHP Tidak Berlaku untuk Kegiatan Kemerdekaan Pers

Kupas News, Jakarta - Walaupun Rancangan Undang-undang (RUU) Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) telah disahkan DPR menjadi UU KUHP,  khusus untuk pelaksanaan kemerdekaan pers...

Komisi XI DPR RI dan BI Sosialisasikan Transaksi Digital QRIS di Rejang Lebong

Kupas News, Rejang Lebong –  Anggota Komisi XI DPR RI Susi Marleny Bachsin bersama Bank Indonesia (BI) kembali melakukan Sosialisasi dan Edukasi Quick Response...

Janda Miliki Anak Sakit di Kepahiang Terima Bantuan Bedah Rumah

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan bedah rumah program Baznas di Desa Kandang, Seberang Musi, Kepahiang, Rabu, 7 Desember 2022,...

Problem Solving Kepolisian Mediasi Dua Perempuan Terlibat Kasus Penganiayaan

Bhabinkamtibmas Polsek Taba Penanjung saat menggelar kegiatan problem solving kepolisian, Rabu, 7 Desember 2022, Foto: Dok Kupas News, Bengkulu Tengah - Mencoba melakukan mediasi sebagai...

Bea Cukai Musnahkan Barang Milik Negara Hasil Penindakan KPPBC TMP C Bengkulu

Kepala Bea Cukai Provinsi Bengkulu Ardhani Naryasti bersama perwakilan instansi terkait saat melakukan pemusnahan barang milik negara, di Kantor Bea Cukai provinsi Bengkulu, Kamis,...
Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

1 KOMENTAR

Komentar ditutup.

Terbaru