Selasa, Februari 7, 2023

History Ratu Agung Masih Misteri

Baca selanjutnya

Catatan Pinggir: Benny Hakim Benardie

Nama Ratu Agung alias Prabu Ratu Dewata Sang Akuwu Negeri Bengkulu, hingga kini masih banyak misteri yang belum banyak terkuak. Ini menindaklanjuti kegusaran penulis sebelumnya, soal ayahnya Putri Gading Cempaka.

Pertanyaan meliputi, kenapa Negeri Bengkulu di bawah vasal Banten? Apakah Ratu Agung saat tiba di Negeri Bengkulu datang bersama isteri? Apakah ketujuh anaknya lahir di Negeri Bengkulu? Saat di perintahkan kembali ke Jakarta, apakah dia wafat di sana? Apakah kepulangannya disertai anak isterinya?

Hal itulah yang kini belum terjawab. Penguakan alur sejarah ini akan membantah mitos dan menelusuri situs Ratu Agung itu sendiri saat di Negeri Bengkulu.

Negeri Bengkulu merupakan salah satu vasal Banten. Dipilihnya Bengkulu, karena negeri ini penghasil Emas, kopra dan buah labu. Kala itu buah labu sangat digemari pedagang asing yang datang ke Negeri Banten. Karena itu pulalah Ratu Agung di utus untuk menjadi raja kecil (Akuwu) di Negeri Bengkulu.

Sudah menjadi tradisi di kesultanan Banten era pemerintahan Sultan Maulana  Hasanudin, pejabat syahbandar yang berhasil menjalankan tugasnya dengan baik diangkat, diberikan kepercayaan  menjadi Akuwu di wilayah kekuasaan Banten. Itupun diperoleh Ratu Agung, saat menjadi syahbandar  Pelabuhan  Kalapa (Jakarta) 941 – 950 Hijriah atau 1535 – 1543 Masehi.

Keberhasilan Ratu Agung inilah membawa dirinya menjadi Akuwu di Negeri Bengkulu  pada Tahun 1543 – 1575 Masehi.  Hanya 38 tahun Ratu Agung menjadi Akuwu di Negeri Bengkulu.

Ratu Agung datang ke Negeri Bengkulu melalui jalur laut, dan bersauh di Bandar Bengkulu.  Bandar Bengkulu yang dimaksud ada di daerah Talang Pauh kini. Dibandar ini pula jauh sebelum itu, kesultan Banten yang berpusat di Sarabon (Cirebon), Fhathahillah  Al Pasee alias Sultan  Maulana Syarief  Hidayatullah  (1531 -1568 Masehi) pernah singgah di Bandar Bengkulu ini.

Di Panggil Pulang    

Saat Ratu Agung di perintahkan untuk pulang ke Ke Kesultanan Banten, maka bersama  rombongannnya, mereka tidak pulang melalui  jalur laut. Tapi melalui jalur darat, mengunakan plankin, gerobak sapi  menuju ke Kesultanan Palembang.

Di Palembang dia sempat bermalam, dan wafat di sana. Ratu Agung  dimakamkan di makam raja raja Pelembang.  Namun P De Roo de la Faille 1920 (Adolf Henken SJ, Sumber Sumber Asli Sejarah Jakarta Jilid III, hal 94, Yayasan Cipta Loka Jakarta 2001)  menyebutkan  Ratu Agung di makamkan di Sarabon, Jawa Barat.

Partanyaannya, apakah Ratu Agung pulang bersama anak isterinya? Lantas siapakah Putri Gading Cempaka Binti Ratu Agung yang konon makamnya ada di Cimande Ganjur Bogor?

Pemerhati Sejarah dan Budaya Bengkulu

Hadiri HPN 2023, PWI Bengkulu Disambut Spesial

Kupas News, Sumatera Utara – Persatuan Wartawan Indonesia  (PWI) Provinsi Bengkulu tiba di Bandara Internasional Kualanamu Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Senin,...

Polisi Amankan Terduga Pelaku Penyalahgunaan Narkotika di Bengkulu Selatan

Kupas News, Bengkulu Selatan – Polres Bengkulu Selatan selidiki aktivitas disalah satu penginapan di Kecamatan Pino Raya terkait penyalahgunaan narkotika. Penyelidikan itu berdasarkan informasi...

Hadiri Pembukaan Turnamen Futsal, Roni Pasla Ingatkan Pemuda Bermental Juara

Kupas News, Mukomuko – Pembukaan turnamen futsal yang digelar pemuda Karang Taruna Desa Pulau Makmur Kabupaten Mukomuko, Minggu, (5/2) dihadiri Wakil Bupati Mukomuko Wasri...

6 Boneka Lucu untuk Anak

Kupas Bengkulu - Boneka merupakan salah satu mainan favorit anak-anak. Selain menjadi teman bermain, boneka juga dapat menstimulus kemampuan dan kreativitas si kecil. Nah, bagi...

Gubernur Rohidin Besuk Rahiman Dani Korban Penembakan OTD

Kupas News, Kota Bengkulu - Kondisi terkini korban penembakan Rahiman Dani dikabarkan sehat dan membaik. Saat ini korban penembakan orang tak dikenal (OTD) itu...
Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Terbaru