Minggu, Mei 22, 2022

Informasi Penonaktifan BPJS Jika Tak Digunakan Setahun, Hoax

Baca selanjutnya

Kupas News, Bengkulu – Sepekan lalu beredar di berbagai platform media sosial seperti WhatsApps dan Facebook terkait kartu kepesertaan BPJS kesehatan. Informasi dalam bentuk pesan berantai itu menjelaskan tentang kartu BPJS akan dinonaktifkan apabila tidak digunakan dalam kurun waktu setahun.

Dalam pesan berantai itu tertulis bahwa saat ini BPJS Kesehatan telah menerapkan kebijakan baru kepada para peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) – Kartu Indonesia Sehat (KIS) biaya pemerintah dengan ketentuan apabila peserta JKN-KIS tidak menggunakan fasilitas kesehatan dalam kurun waktu 1 tahun secara otomatis kartu akan dinonaktifkan.

“Kalau ada bapak ibu atau keluarga yang memiliki BPJS bantuan pemeirntah atau kartu KIS yang diberikan pemerintah, tolong selalu dipakai minimal 1 kali dalam setahun/6 bulan walaupun tidak sakit” demikian bunyi pesan berantai tersebut.

Menanggapi itu Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Sudarno memastikan kabar tersebut adalah hoax alias informasi palsu. Untuk itu ia mengingatkan kepada masyarakat untuk bijak dalam menerima informasi. Cek dulu kebenarnya kepada pihak yang berkompeten terkait informasi yang diterima sebelum ikut menyebarkan.

“Informasi pada pesan berantai tersebut adalah hoaks. Kepada masyarakat untuk tidak ikut menyebarkan Informasi hoax tersebut,” kata Sudarno, Senin, (14/02).

Penjelasan Kabdi Humas Polda Bengkulu sejalan dengan penjelasan Direktur Utama BPJS Kesehatan Republik Indoensia, Ali Ghufron Mukti yang menyatakan bahwa kepesertaan JKN-KIS tidak berpengaruh bila tidak digunakan selama kurun waktu 1 tahun. Ali memastikan informasi yang beredar adalah tidak benar atau hoax.

“Hati-hati itu adalah hoax. Keaktifan kepesertaan dalam program JKN tidak terpengaruh oleh penggunaan layanan kesehatan yang dilakukan. Jadi mau dipakai atau tidak dipakai itu tidak akan mempengaruhi pada non aktifnya kepesertaan” kata Ali Ghifroan, dikutip dari akun resmi Twitter BPJS Kesehatan RI.

Klarifikasi BPJS Kesehatan RI juga dimuat dalam instastory akun resmi instagram BPJS Kesehatan RI. Pihak BPJS Kesehatan meminta kepada masyarakat agar mengecek status kepesertaan dengan mengunjungi laman resmi BPSJ dan aplikasi mobile BPJS atau dapat juga menghubungi kontak person via WhatsApp dengan nomor 08118750400.

Hasil penelusuran Tim Cek Fakta Bengkuluinteraktif.com menyimpulkan bahwa informasi atau pesan berantai yang beredar tersebut adalah hoax atau kabar yang tidak benar yang sengaja disebarkan dengan tujuan tertentu. Kepada masyarakat untuk berhati-hati.

Reporter: Andhika Kusuma

Maraknya Konflik Agraria, Dempo Xler Menilai Hukum Tidak tegak

Kupas News, Bengkulu – Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu, Dempo Xler turut bersikap atas maraknya konflik agraria yang terjadi di wilayah Provinsi Bengkulu....

Ketua Dewan Supriyanto Dampingi Helmi Hasan Terima Penghargaan WTP dari BPK

Kupas News, Kota Bengkulu – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu berhasil mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pengawas Keuangan (BPK) atas laporan keuangan...

ARGA Gelar Halal Bihalal Bertajuk Mendukung Pers Bersatu Membangun Negeri

Kupas News, Mukomuko – Aliansi Remaja Gemar Aktifitas (ARGA), Kamis (19/05) menggelar acara Halal Bihalal dan Silaturahmi bertajuk “Mendukung Pers Bersatu Membangun Negeri” di...

Sera dan Joan Bakal Jadi Kado Spesial JMSI di HUT Kabupaten Seluma

Kupas News, Seluma - Dalam Rangka Memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Seluma yang ke-19, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Seluma mempersembahkan kado Spesial...

Posisi Penting Indonesia pada Kerentanan Kawasan dan Konflik Global

Kupas News, Artikel - Bulan Mei adalah bulan penting dalam kalender politik bangsa Indonesia. Pada bulan ini kita merayakan hari kebangkitan nasional sebagai momentum...

Terbaru