Rabu, Oktober 5, 2022

Iqbal : Pemindahan Guru dari Lembak Bukan Solusi

Baca selanjutnya

Tampak para guru bersemangat untuk menyampaikan aspirasinya.
Tampak para guru bersemangat untuk menyampaikan aspirasinya.

kupasbengkulu.com – Mantan Wakil Bupati Rejang Lebong, Iqbal Bastari, S.Pd, yang turut dalam aksi ribuan guru turun ke jalan, Selasa (11/02/2014), menilai bahwa kesepakatan untuk memindahkan guru yang merasa tidak aman mengajar di wilayah Lembak bukanlah solusi.

Menurut dia, persoalan di wilayah Lembak ini, bagaimana menciptakan rasa aman, dengan memanfaatkan seluruh sumber daya manusia yang ada, terutama sejumlah anggota DPRD Rejang Lebong dapil Lembak.

“Ini sebuah alternatif, bukan solusi, harusnya bagaimana kita memanfaatkan semua pihak terkait, untuk menciptakan keamanan di wilayah itu. Terutama anggota dewan Dapil Lembak, tunjukkan peran kalian sebagai wakil rakyat wilayah Lembak, untuk mengajak masyarakat sana menciptakan suasana aman, dan juga kepada guru wilayah Lembak, coba minta ‘mantra-mantra’ kepada anggota dewan kita dari Dapil Lembak itu, supaya merasa aman di wilayah Lembak, ” tambah Iqbal.

Dirinya meragukan, bagaimana persoalan guru sertifikasi, apakah tidak terganggu atau kehilangan jam pada saat pindah ke Kota Curup nanti.

“Ini juga harus dipertimbangkan, “ kata Iqbal.

Hal yang sama juga dikhawatirkan oleh Sekda Rejang Lebong, Drs. Sudirman, dimana dirinya juga meragukan akan ada penumpukan guru, dan akan menimbulkan persoalan bagi sejumlah guru sertifikasi.

“Semoga hal ini tidak bermasalah, kita khawatir nanti guru yang telah sertifikasi tidak mendapat jam mengajar saat dipindahkan ke Curup. Sebab, apakah guru-guru Kota Curup mau pindah ke wilayah Lembak,” kata Sudirman.

Sementara itu, Ketua PGRI Provinsi Bengkulu, Prof. Sudarwan Danim, usai aksi demo guru itu berharap, kejadian kriminalitas yang dialami oleh guru yang mengabdi di wilayah Lembak tidak terulang kembali. Jika hal serupa terulang kembali, maka PGRI akan kembali menggelar aksi serupa untuk menarik guru dari wilayah Lembak.

“Semoga kejadian ini tidak terulang kembali, soal kemungkinan masalah baru akan muncul usai pemindahan guru ini,itu hanya masalah teknis penempatannya saja, yang jelas, atas kejadian ini diharapkan seluruh elemen masyarakat baik itu penegak hukum, tokoh masyarakat, untuk secara bersama-sama mengamankan wilayah Lembak,” kata Sudarwan (one)

Baca Berita Terkait :

1. Tuntut Keamanan di Lembak, Ribuan Guru Turun ke Jalan

Ketua Komisi II Ingin Bengkulu Jadi Lumbung Atlet Terbaik

Kupas News, Kota Bengkulu – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu, Jonaidi, SP berharap Bengkulu ke depan dapat menjadi daerah lumbung atlet...

Pemprov Bengkulu Minta Bhabinkamtibmas Ikut Sosialisasikan Migrasi TV Digital

Kupas News, Kota Bengkulu – Sebagai aparat kepolisian yang dekat dengan masyarakat, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah meminta kepada jajaran Bhabinkamtibmas untuk pro aktif mensosialisasikan...

Gubernur Rohidin Buka Kejurda Atletik Pelajar Se-Provinsi Bengkulu

Swafoto Gubernur Rohidin (tengah kanan memakai celana jeans biru) usai Buka Kejurda Atletik Pelajar Se-Provinsi Bengkulu di Stadion Sawah Lebar Kota Bengkulu, Senin, 3...

Polisi Tangkap 3 Orang Resepsionis Kafe yang Terlibat Perdagangan Anak

Kupas News, Kota Bengkulu - 3 orang pelaku dugaan perdagangan orang atau eksploitasi seksual anak dibawah umur ditangkap Satreskrim Polres Bengkulu, Minggu (2/10) dinihari. Dari...

Presiden dan MK Harus Menolak Intervensi Penggantian Hakim Aswanto

Kupas Bengkulu - Peristiwa pemberhentian Hakim Konstitusi Aswanto yang kemudian memunculkan nama Guntur Hamzah selaku penggantinya oleh Komisi III DPR RI tidak melalui mekanisme...

Terbaru