Sabtu, Desember 4, 2021

Iqbal : Pemindahan Guru dari Lembak Bukan Solusi

Baca selanjutnya

Tampak para guru bersemangat untuk menyampaikan aspirasinya.
Tampak para guru bersemangat untuk menyampaikan aspirasinya.

kupasbengkulu.com – Mantan Wakil Bupati Rejang Lebong, Iqbal Bastari, S.Pd, yang turut dalam aksi ribuan guru turun ke jalan, Selasa (11/02/2014), menilai bahwa kesepakatan untuk memindahkan guru yang merasa tidak aman mengajar di wilayah Lembak bukanlah solusi.

Menurut dia, persoalan di wilayah Lembak ini, bagaimana menciptakan rasa aman, dengan memanfaatkan seluruh sumber daya manusia yang ada, terutama sejumlah anggota DPRD Rejang Lebong dapil Lembak.

“Ini sebuah alternatif, bukan solusi, harusnya bagaimana kita memanfaatkan semua pihak terkait, untuk menciptakan keamanan di wilayah itu. Terutama anggota dewan Dapil Lembak, tunjukkan peran kalian sebagai wakil rakyat wilayah Lembak, untuk mengajak masyarakat sana menciptakan suasana aman, dan juga kepada guru wilayah Lembak, coba minta ‘mantra-mantra’ kepada anggota dewan kita dari Dapil Lembak itu, supaya merasa aman di wilayah Lembak, ” tambah Iqbal.

Dirinya meragukan, bagaimana persoalan guru sertifikasi, apakah tidak terganggu atau kehilangan jam pada saat pindah ke Kota Curup nanti.

“Ini juga harus dipertimbangkan, “ kata Iqbal.

Hal yang sama juga dikhawatirkan oleh Sekda Rejang Lebong, Drs. Sudirman, dimana dirinya juga meragukan akan ada penumpukan guru, dan akan menimbulkan persoalan bagi sejumlah guru sertifikasi.

“Semoga hal ini tidak bermasalah, kita khawatir nanti guru yang telah sertifikasi tidak mendapat jam mengajar saat dipindahkan ke Curup. Sebab, apakah guru-guru Kota Curup mau pindah ke wilayah Lembak,” kata Sudirman.

Sementara itu, Ketua PGRI Provinsi Bengkulu, Prof. Sudarwan Danim, usai aksi demo guru itu berharap, kejadian kriminalitas yang dialami oleh guru yang mengabdi di wilayah Lembak tidak terulang kembali. Jika hal serupa terulang kembali, maka PGRI akan kembali menggelar aksi serupa untuk menarik guru dari wilayah Lembak.

“Semoga kejadian ini tidak terulang kembali, soal kemungkinan masalah baru akan muncul usai pemindahan guru ini,itu hanya masalah teknis penempatannya saja, yang jelas, atas kejadian ini diharapkan seluruh elemen masyarakat baik itu penegak hukum, tokoh masyarakat, untuk secara bersama-sama mengamankan wilayah Lembak,” kata Sudarwan (one)

Baca Berita Terkait :

1. Tuntut Keamanan di Lembak, Ribuan Guru Turun ke Jalan

OJK Tetapkan Modal Inti Minimum Bank Bengkulu Sebesar Rp3 Triliun

Kupas News – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan aturan modal inti minimum sebesar Rp3 triliun. Kelonggaran ini diberikan kepada setiap Bank Pembangunan Daerah (BPD),...

Bea Cukai Bengkulu Musnahkan Barang Sitaan

Kupas News – Direktorat Jendral Bea dan Cukai melalui Kantor Pengawasan dan Pelayanan (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Bengkulu, Kamis pagi (2/12/2021) melakukan pemusnahan...

Aksi Demo Warga Tuntut Bupati Mian Tutup PT. Pamor Ganda

Kupas News – Usai beberapa kali menggelar pertemuan dengan manajemen PT. Pamor Ganda tidak membuahkan hasil, akhirnya warga Desa Pasar Ketahun, Lubuk Mindai, dan...

Presiden RI Keluarkan Kebijakan Segera Belanjakan TKDD 2022

Kupas News – Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah pimpin penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD)...

Berikut Ini Motor “Offroad” Trail Terbaik Sepanjang 2021

Kupas News – Industri sepeda motor setiap tahunnya selalu mengembangkan berbagai inovasinya. Sudah pasti teknologi dan spesifikasi terkini yang diterapkan pada keluaran terbaru mereka....

Terbaru