oleh

Kisah Jek, Remaja Pecandu “Ngelem” jadi Binaan Polisi

Jeki Syaputra
Jeki Syaputra

Bengkulu, kupasbengkulu.com – Siapa sangka, Jeki Saputra (17) yang kerap disapa Jek ini telah berubah secara drastis, dari yang awalnya merupakan seorang remaja pecandu mengisap lem namun saat ini berkat binaan Polsek Gading Cempaka, ia telah berangsur berubah menjadi remaja normal seperti teman-teman sebayanya.

Remaja putus sekolah ini sebelumnya sudah menjadi seorang pecandu hisapan lem “ngelem” selama empat tahun, semenjak ia pindah dari Muara Saleh, Lubuk Linggau ke Kelurahan Panorama dan dikenali dengan teman-temannya hingga ia mulai menyicipi lem yang berbau khas tersebut.

Jeki yang sempat menduduki bangku SD hingga klelas 3 ini merupakan anak dari seorang bapak yang bekerja sebagai honorer di salah satu kedinasan di Kota Bengkulu, sedangkan Ibunya merupakan seorang buruh harian di Pasar Panorama Bengkulu.

Jeki memilik 2 orang saudara, kakak perempuannya merupakan seorang siswi di salah satu SMK di Kota Bengkulu, sedangkan adiknya masih berusia 3 Tahun.

Dalam pengakuannya, Jeki mengatakan bahwa ia memang punya niat untuk menjauhi lem dan teman-temannya yang masih “ngelem”, dikatakannya juga bahwa ia sangat takut dengan kematian, mengingat sudah ada teman sebayanya yang telah meninggal karena sakit setelah lama menghisap lem yang biasanya digunakan untuk memperbaiki alat-alat rumah tangga tersebut.

“iya bang, memang aku sudah punya niat sebelumnya untuk berhenti menghisap lem, apalagi sudah ada temanku si JN (inisial) yang telah meninggal karena sakit setelah lama menghisap lem tersebut,” jelas Jek.

“seringkali aku diperingati polisi sini bang, apalagi Pak Farouk (Kapolsek Gading Cempaka) pernah bilang kalau nyawa taruhannya jika sering menghisap lem, ngeri saya bang,” lanjut Jek yang berat badannya telah naik 5 kilogram tersebut.

Dalam cerita Jek, ia biasanya manghabiskan hingga 4 kaleng lem dalam sehari, menurutnya ketika selesai menghisap perekat berbau menyengat tersebut ia akan merasa pusing lalu seperti mendapatkan tenaga tambahan.

Sementara itu, Kapolsek Gading Cempaka AKP Farouk Oktora mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa orang tua Jek telah membuat surat pernyataan agar Jek dapat secara resmi menjadi anak binaan Polsek.

“orang tuanya sudah menandatangani surat pernyataan bahwa Jek dibina oleh Kita, jadi sekarang ia resmi menjadi tanggung jawab kita, makanya kita bina dia agar menjadi anak yang berguna nantinya,” terang Farouk.

Dalam ungkapannya, Jek mengaku sangat bahagia di Polsek tersebut pasalnya anggota Polsek tersebut orangnya baik-baik, sering memberi uang untuk jajan, sedangkan makan sehari-harinya ditanggung Kapolsek Gading Cempaka atau beberapa anggota Polsek Lainnya.

“sangat senang bang, polisinya baik-baik, sering mereka kasih uang dari sisa beli makan misalnya saya dikasih lebih, makan saja saya ditanggung Kapolsek bang, kadang ada juga oleh beberapa polisi lain, kadang sama Bude kantin nya sendiri,” teraang Jek.

Jek yang bercita-cita menjadi Polisi ini berharap suatu saat ia bisa kembali sekolah agar nantinya bisa mencapai cita-cita yang telah lama diidamkannya yakni menjadi seorang Polisi.

Ia juga mengucapkan banyak terimakasih kepada jajaran Polsek Gading Cempaka karena telah bersedia membinanya dan memperbolehkannya tidur di Mapolsek tersebut menemani anggota yang piket malam.

“ya terimakasih sekali saya bang, terutama dengan Kapolseknya yang baik sekali sama saya, semoga saja nanti saya bisa membalas kebaikan mereka,” pungkas Jek.

Penulis: Robi Ardiansyah

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

six + eleven =

News Feed