oleh

“Landmark Kepahiang Alami” Dibangun di Atas Tanah Pribadi

Landmark Kepahiang
Landmark Kepahiang

kepahiang, kupasbengkulu.com – Pokok persoalan “landmark Kepahiang Alami” di wilayah Desa Tebat Monok, hingga tidak terawat dan tidak dapat dianggarkan dana pemeliharaan, terungkap. Tanah tempat aset milik Pemkab Kepahiang ini dibangun, belum dibebaskan alias masih berstatus milik pribadi.

” Informasi yang kami dapatkan, tanah tempat berdirinya landmark itu belum dibebaskan atau masih berstatus milik pribadi. Awalnya kami juga masih sempat meragukan informasi itu dan melakukan pengecekan dengan meminta keterangan dari sejumlah warga disekitar landmark,” ungkap Kabid Pariwisata Dishubkominfo dan Budpar Kabupaten Kepahiang, A. Syartoni.

Pengecekan dalam rangka mengetahui siapa sebenarnya pemilik tanah yang berada di atas puncak bukit tersebut, pertamanya terhadap pemimpin Ponpes (Pondok Pesantren) Al – Munawarah, Ustad Samsudin.

“Kami meminta keterangan terhadap pemimpin Ponpes itu, setelah mendapatkan informasi jika lahannya juga ada di sekitar bangunan landmark. Tapi, bersangkutan hanya mengaku bahwa tanah miliknya hanya terpakai sebagian kecil saja,” jelas Syartoni.

Ketika Syartoni diminta jurnalis untuk menyebutkan siapa sebenarnya pemilik lahan lokasi berdirinya landmark itu, Syartoni, tampak ragu dan meminta untuk menanyakan langsung ke warga sekitar maupun ke pemimpin Ponpes Al – Munawarah.

“Baiknya kalian tanyakan langsung saja ke warga. Untuk sementara waktu ini, hanya itu saja yang bisa kami sampaikan,” kata Syartoni.

Sebelumnya, Syartoni membantah tentang adanya dana pemeliharaan untuk landmark Kepahiang Alami. Atas kondisi tersebut, Dishubkominfo dan Budpar tidak dapat berbuat banyak, terlebih untuk melakukan perbaikan dan lainnya.

“Inilah persoalan kita dalam mengembangkan destinasi wisata, termasuk halnya dengan landmark Kepahiang Alami selama ini. Kita sama sekali tidak miliki dana untuk merawat atau biasa disebutkan dengan dana pemeliharaan itu,” ungkap Syartoni pada Senin (11/4/2016) lalu.(slo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed