Senin, Agustus 15, 2022

Lumpat, Alat Jebakan Ikan Tradisional Bengkulu

Baca selanjutnya

Lumpat, alat penangkap ikan tradisional Bengkulu
Lumpat, alat penangkap ikan tradisional Bengkulu

Beberapa waktu lalu kupasbengkulu.com melakukan perjalanan ke Desa Lebong Tandai, Kecamatan Napal Putih, Bengkulu Utara. Setelah badan lelah dan cemas diguncang oleh kendaraan Motor Lori Ekspres (Molek). Kami berkunjung di kawasan Lusang Mining, tak jauh dari Lebong Tandai.

Kami singgah ke sebuah rumah, yah, mungkijn satu-satunya rumah di kawasan itu menyendiri berlantai dua mungil tapi asril.

Rumah tersebut milik Pak Tahuludin, di depan rumah tersebut terdapat beberapa kolam berukuran besar, berlahan luas, terdapat juga beberapa kandang ayam, mulai dari kalkuk Turki hingga ayam kampung, ada juga sapi dan kambing.

Sungguh nyaman sepertinya kehidupan pak Tahuludin bersama istrinya di sana. di Belakang rumah tersebut terdapat Sungai Lusang luas membentang yang di hilirnya bersatu dengan Sungai Kertahun.

Ada yang menarik perhatianku di sungai yang masih jernih tersebut maklum kawasan itu berada hampir memasuki Taman Nasional Kerinci Sebelat. Terdapat alat penangkap ikan yang dinamakan warga setempat dengan “Lumpat”.

Lumpat merupakan alat penangkap ikan yang dibuat dari susunan bambu sedemikian rupa berukuran besar diletakkan tepat di tengah sungai, panjang lumpat itu sekitar 10 meter dengan ujungnya yang sedikit menukik ke langit.

ikan semah/putih yang terjebak di lumpat
ikan semah/putih yang terjebak di lumpat

“Alat ini sebagai jebakan ikan, kami membuat arus sungai harus melewati lumpat jadi ikan mau tak mau ikut masuk dan terjebak,” kata Pak Tahuludin.

Tampak pula untuk membuat aliran sungai mengarah ke lumpat dibuat pula susunan batu sungai yang mengarahkan aliran air ke mulut lumpat yang terbenam di dasar sungai.
Jika betah menunggu pasti ada saja ikan yang masuk terjebak ke lumpat itu menggelepar-gelepar dan kita tinggal menangkapnya.

Pada saat itu kupasbengkulu.com mendapatkan ikan putih atau bisa dikenal semah dengan ukuran mungkin satu kilo gram. hemmm…..santapan lezat fikirku.

Karena arus air mengarah ke lumpat artinya tidak saja ikan yang dapat masuk, ular, kura-kura juga bisa ikut terjebak ke lumpat.

Lumpat merupakan sebuah kearifan lokal yang harus dijaga dan dilestarikan. Nah, menarik memang untuk terjun langsung mengambil ikan di dalam lumpatkan? ayo ke Lebong Tandai.(***)

Kanwil Kemenkumham Bengkulu Sosialisasikan Kekayaan Intelektual Manusia

Kupas News, Bengkulu – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kakanwil Kemenkumham) Provinsi Bengkulu Erfan mengatakan, kekayaan intelektual adalah hak yang...

54 Paskibraka Bengkulu Siap Kibarkan Merah Putih 17 Agustus Besok

Kupas News, Bengkulu – Setelah melalui seleksi dan pemusatan latihan, sebanyak 54 Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Bengkulu Tahun 2022 dikukuhkan Gubernur Rohidin...

Garda Rafflesia Minta APH Usut Proses Lelang Puskesmas Pondok Suguh

Kupas News, Bengkulu – Proses lelang Renovasi-Penambahan Ruang Persalinan Puskesmas Pondok Suguh Tahun 2022 di Dinas Kesehatan Mukomuko turut menjadi perhatian aktivis lembaga swadaya...

Polisi Temukan 24 Paket Ganja Dikontrakan Warga Kebun Ros

Kupas News, Kota Bengkulu - Prestasi ditorehkan kembali oleh Ditresnarkoba Polda Bengkulu yang berhasil mengungkap penyalahgunaan Narkoba dengan menangkap seorang tersangka berinisial MO (37)...

Kejuaraan Tenis Meja Bengkulu Resmi Ditutup

Kupas News, Bengkulu - Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah secara resmi menutup Kejuaraan Tingkat Provinsi Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Tahun 2022 sekaligus menyerahkan...

Terbaru