oleh

Mahasiswa Akbid Menghilang Tiga Hari, Diduga Dibawa kabur Oknum TNI

Kapolres Bengkulu Selatan, AKBP Abdul Muis SIK
Kapolres Bengkulu Selatan, AKBP Abdul Muis SIK

Bengkulu Selatan, kupasbengkulu.com – Tri Wahyuni (20), salah seorang mahasiswa semester VI di Akademi Kebidanan (Akbid) Manna dilaporkan menghilang sejak tiga hari lalu, yakni pada Rabu 10 Maret. Yuni panggilan akrab Tri Wahyuni terakhir terlihat masih mengenakan seragam kuliah dan membawa sepeda motor Yamaha Mio BD 4710 BP.

Orang tua Yuni, Serma Parjito didampingi istrinya Susniati (45) menceritakan, putri ketiganya itu terakhir diketahui masih pergi untuk kuliah. Awalnya hari itu disaat Yuni menghilang, sekitar pukul 15.32 WIB mereka mendapat pesan dari Yuni melalui SMS yang meminta uang sebesar Rp 5 juta.

“Memang rumah saat itu lagi kosong, kami pergi ke Makodim ada acara saat itu. Sorenya dia SMS minta uang Rp 5 juta, katanya kalau tidak dikirim hari itu dia tidak dapat pulang,” ujar Parjito yang juga anggota Kodim 0408 BS diamini istrinya.

Awalnya, mereka tidak menaruh curiga. Namun ketika sampai malam hari Yuni tidak juga pulang. Ketika dihubungi nomor handphonenya sudah tidak aktif lagi.

“Setelah itu nomornya tidak aktif lagi sampai sekarang,” ujar Prajito.

Esok harinya pun, Parjito dan Susnniati melakukan pencarian keberadaan Yuni ke sejumlah teman-temannya yang masih satu kampus. Namun hingga kemarin belum membuahkan hasil. Nah, kemarin (12/3/2015) mereka mendapat informasi jika Yuni diduga dibawa pergi Panji yang mengaku sebagai salah seorang perwira TNI di Curup Kabupaten Rejang Lebong.

Setelah ditelusuri, ternyata Yuni berteman dengan Panji yang dikenalnya dari jejaring sosial Facebook. Entah apa yang terjadi, seolah terkan hipnotis. Panji yang meminta uang sebesar Rp 1 juta dan langsung turuti Yuni.

Kemudian Panji kembali meminta uang sebesar Rp 5 juta dengan alasan untuk biaya pengurusan pindah dari Curup ke Manna. Nah, ternyata uang yang diberikan Panji didapat Yuni dari hasil meminjam.

“Mungkin dia minta uang kemarin untuk membayar hutang, karena didesak temannya yang menagih, saya juga kurang tahu sebab selama ini anak saya itu orangnya tertutup,” ungkap Prajito.

Prajito khawatir kepergian anaknya tersebut untuk menemui atau dibawa oleh pria yang mengaku sebagai perwira TNI itu. Dia berharap anaknya tersebut segera kembali. Anaknya tersebut memiliki ciri berkulit hitam manis, rambung panjang sebahu ikal, tinggi 168 cm dan memiliki bekas cacar di pelipis kiri. “Saya pernah ditelpon dia (panji) memang dia mengaku katanya perwira TNI, selebih itu saya tidak tahu, saya berharap anak saya segera ditemukan,” ujar Susniati menambahkan.

Sementara itu, Sari (21) rekan Yuni menambahkan. Yuni diketahui memang menjalin hubungan dengan Panji berawal dari pertemanannya di Facebook. Yuni juga pernah mengajaknya ke Kabupaten Lahat untuk menemui pria yang belum diketahui identitasnya tersebut. “Memang dia pernah cerita dia pernah mengirim uang kepada Panji, dan mengajak saya ke lahat untuk menemui dia tapi saya tidak mau saya mau kuliah saat itu,” ujarnya.

Kapolres BS AKBP Abdul MUis, S.IK melalui Kapolsek Kota Manna didampingi Kanitreskrim Ipda R Ginting, SH membenarkan, pihaknya sudah menerima laporan orang hilang atas nama Tri Wahyuni. Tri dilaporkan hilang dan tidak diketahui keberadaannya sejak Selasa (10/3). Keluarganya sudah beberapa hari ini mencari keberadaan Yuni melalui teman-teman kampunya namun Tri belum berhasil ditemukan.

“Dugaan sementara kita kalau mendengar keterangan dari saksi, Tri takut pulang karena mengkhawatirkan utangnya. Tri takut ditagih karena tidak memiliki uang untuk membayar utangnya tersebut. Namun kasus ini masih kita dalami dan keberadaan Tri masih diselidiki,” pungkas Ginting.(tom)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

12 − ten =

News Feed