Beranda Humaniora MAP Unihaz Raih Penghargaan Paper Terbaik di Ajang Konferensi Internasional IAPA 2023

MAP Unihaz Raih Penghargaan Paper Terbaik di Ajang Konferensi Internasional IAPA 2023

0
MAP Unihaz Raih Penghargaan Paper Terbaik di Ajang Konferensi Internasional IAPA 2023
Foto Perwakilan MAP UNIHAZ usai menerima penghargaan Best Paper di Konferensi Internasional IAPA, Padang, Sumatera Barat, Foto: Dok

Kupas News – Program Magister Administrasi Publik (MAP) Universitas Prof Dr Hazairin SH meraih anugerah penghargaan Best Paper (Artikel Paper Terbaik) pada Konferensi Internasional bergengsi Indonesian Association of Public Administration (IAPA) Tahun 2023 di Padang Sumatera Barat 26-27 Oktober 2023.

Penghargaan diberikan oleh Ketua IAPA sekaligus Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara, Prof Dr Agus Pramusinto, MDA di Hotel ZHM Premiere. Pada IAPA Annual International Conference and Workshop dengan Thema New Public Governance: Reflection on Administration Science.

Artikel terbaik yang diangkat oleh dosen-dosen dan mahasiswa MAP terdiri dari: Dr. Alexsander, Dr. Dodo Sutardi, Dr. Rahiman Dani, Dr. Henny Aprianty, Hernowo Noviyanto, SE., M.Si, Noprin Asmadi, SE, dan Dr. Budiman Sakti berkaitan dengan topik keberhasilan penanggulangan stunting di Kabupaten Kaur.

Adapun judul dari artikel yang diangkat yaitu ; The Leverage of Stunting alleviation in Rural Area; System Dynamics Analysis on Policy Context. Artikel ini merupakan hasil penelitian dosen MAP UNIHAZ di Kabupaten Kaur dengan mengangkat keberhasilan penanggulangan stunting pedesaan di Kabupaten Kaur.

Penelitian dilakukan selama empat bulan mulai Mei sampai dengan September 2023 di beberapa wilayah dan instansi public di Kabupaten Kaur. Pelaksanaan penelitian dengan pendekatan system dynamics dan dibantu beberapa instrument penelitian. Penelitian menghasilkan model penanggulangan stunting pedesaan dimana rekomendasi menemukan 19 faktor yang saling berkaitan dalam penanggulangan stunting.

Artikel paper terbaik ini merupakan hasil asesment dari reviewer jurnal internasional dan direncanakan akan terbit pada jurnal internasional bereputasi. Proses seleksi dilaksanakan dengan ketat karena bersaing 192 artikel dari  puluhan perguruan tinggi negeri dan swasta yang masuk ke panitia penyelenggara konferensi yaitu Universitas Andalas.

Bersama artikel dari MAP UNIHAZ, terdapat pula sepuluh artikel dari Universitas ternama seperti UI, UGM, Unand, Universitas Negeri Padang, UNILA, dan UNMUH Makassar yang dinyatakan sebagai best paper juga.

IAPA Annual International Conference and Workshop dengan Thema New Public Governance: Reflection on Administration Science tahun 2023 merupakan konferensi bergengsi untuk para akademisi dan praktisi Administrasi Indonesia yang digelar secara tahunan.

Konferensi di Padang Sumatera Barat dibuka oleh Gubernur Sumatera Barat, dengan pembicara Prof Dr Saldi Isra, Prof Guy Peters, Prof Dr Agus Pramusinto, Prof Eko Prasojo, Pejabat Kemenpan Prof Dr Erwan Agus Purwanto, dan beberapa Bupati dan Walikota dalam lingkungan Provinsi Sumatera Barat. Konferensi ini dihadiri lebih dari empat ratus peserta dari akademisi dan praktisi administrasi public dari Indonesia dan mancanegara.

Keberhasilan MAP UNIHAZ mengangkat tema paper yang menjadi pusat perhatian assessor ini membuktikan perhatian dan kebutuhan pengambil keputusan. Hal tersebut untuk mencari alternative solusi pengentasan permasalahan kesehatan masyarakat.

Dalam  mencari solusi tersebut, maka  pendekatan Ilmu Administrasi Publik dapat menjelaskan dan memberikan model penanggulangan stunting yang terjadi di Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu. Model yang ditemukan tentunya diharapkan menjadi rekomendasi pemerintah dalam mengimplementasikan kebijakan penanggulangan stunting di daerah lain terutama dalam lokus pedesaan.

Rektor UNIHAZ, Dr.Ir. Yulfiperius mengatakan selamat kepada MAP FISIPOL UNIHAZ yang berhasil mengharumkan nama UNIHAZ dan Provinsi Bengkulu dalam even ilmiah tingkat internasional tersebut.

“Bukan saja karena paper dari dosen UNIHAZ yang akan dimuat dalam jurnal internasional bereputasi, tetapi model penanggulangan stunting ini dapat memberikan solusi penanggulangan stunting yang komprehensi dan efisien serta model ini merupakan sumbangan pikir keilmuan terhadap permasalahan bangsa dan Negara,” katanya demikian. [Rls]