oleh

Mau Eksekusi Kandang Ayam, Satpol PP Kota Manna ‘Takicu’

eksekusi
Rencana eksekusi batal di gelar Satpol PP

kupasbengkulu.com – Rencana eksekusi pembongkaran kandang ayam di jalan M Taha yang lokasinya tak jauh dari Pasar Ampera Kota Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan akhirnya batal alias gagal. Pasalnya, saat di temui tim eksekusi Senin, (8/9/2014) sekitar pukul 10.03 WIB ternyata bukan kandang ayam. Akibatnya, anggota Satpol PP yang telah terjun ke lokasi tertipu alias Takicu. Sebab, di lokasi tersebut merupakan tempat usaha jual ayam potong dan bukan kandang ayam. Bahkan, dilokasi tersebut cukup bersih.

Sehingga dari hasil mediasi antara pemilik dan aparat Satpol PP serta aparat kepolisian sepakat pembongkaran dilakukan oleh pemiliknya sendiri dan diberikan tenggak waktu hingga dua bulan kedepan.

Rencana pembongkaran paksa kandang ayam milik Penti (28) warga jalan M Taha tersebut turun langsung Kakan Satpol PP Firmansyah, Kepala KLH Hidayat, Lurah Ketapang Besar dan puluhan aparat kepolisian ikut berjaga-jaga untuk mengamankan jalannya eksekusi.

Sayangnya, SK Bupati tertanggal 10 Maret 2014, yang memerintahkan Satpol-PP untuk mengeksekusi kandang ayam yang berada dilingkungan rumah penduduk tersebut, sampai perintah yang ke empat tahun 2014 ini tidak bisa juga terlaksana alias gagal.

Kegagalan eksekusi pembongkaran kandang ayam milik Penti, warga jalan M Taha RT 05 Kelurahan Ketapang Besar Kecamatan Pasar Manna itu, disebabkan saat di temui di lokasi oleh rombongan Satpol PP yang di bantu puluhan aparat keamanan dari kepolisan Polres BS itu. Kandang ayam yang di laporkan warga tersebut tidak sesuai dengan apa isi laporan yang di sampaikan.

Dari pantauan kupasbengkulu.com, bahwa usaha yang di geluti Penti bukanlah ternak ayam melainkan berjualan daging Ayam ke Pasar. Namun, saja selain berjualan kepasar, Penti mengaku kepada wartawan, kalau dirinya setiap hari mengorder ayam hidup sebanyak 1,8 ton.

”Ayam itu tidak kita tampung disini, setiap kali ayam sampai, langsung saya kirim ke pengecer. Hanya beberapa ekor saja yang tinggal untuk saya jual ke pasar, paling banya 100 ekor,” kata Penti dengan nada kesal.

Data terhimpun, dalam laporan warga bahwa kandang ayam milik penti sangat mencemari lingkungan sekitar sehingga menimbulkan bau tak sedap. Sehingga tetangga Penti melaporkan persolan itu ke pemerintah BS agar dapat menutup usaha Penti yang kesehariannya berjualan daging ayam potong kepasar di kota Manna itu.

Kasi Trantib Satpol-PP BS Martina, dia membenarkan adanya laporan masyarakat warga RT 05 yang terusik dengan bau tak sedap yang berasal dari usaha ayam potong milik Penti.
Dikatakan Martina, sudah empat kali Bupati Bengkulu Selatan Reskan E Awaludin memerintahkan kepada Sapol-PP, tentang pembuatan tim eksekusi dalam kegiatan pengendalian keamanan lingkungan di Kabupaten Bengkulu Selatan khususnya pembongkran kandang ayam di lingukungan penduduk di jalan M Taha Pasar Manna itu.

Dalam SK ke empat yang ditandatangi Bupati Reskan E Awaludin, dengan nomor 231.1/60 tahun 2014 memerintahkan satuan polisi Pamong Praja BS agar membentuk tim eksekusi kandang ayam milik Penti (28), yang beralamat di RT 05 Kelurahan Ketapang Besar jalan M Taha Pasar Manna.

”Ini SK yang ke empat,” kata Martnia saat dikonfirmasi kupasbengkulu.com di sela rencana eksekusi Senin, (8/9/2014).

Lanjut Martina, Surat Perintah Bupati Bengkulu Selatan Reskan E Awaludin, pertama tahun 2011, kedua 2012, ketiga 2013 dan ke empat perintah eksekusi ini pada tahun 2014 ini.

Namun, hari ini eksekusi gagal lagi, karena dalam mediasi antar pemilik usaha ayam potong Penti bersama orang tuanya dengan Kepala Satpol PP Firmansyah. Pemilik berjanji akan membongkar sendiri dan di berikan tenggak waktu hingga dua bulan kedepan terhitung mulai tanggal 8 bulan September 2014.(tom)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

20 + thirteen =

News Feed