Beranda RELIGI Memaknai Taubat Nabi Yunus as

Memaknai Taubat Nabi Yunus as

0
illustrasi doa, sumber : Republika.co
illustrasi doa, sumber : Republika.co

kupasbengkulu.com – Ustadz Nurhadi, menyampaikan makna penting yang terkandung dalam do’a dan taubat Nabi Yunus yang diabadikan oleh Allah di dalam Alquran surat Al-Anbiya ayat 87, yang artinya:
“Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha suci Engkau. Sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.”

Do’a ini diucapkan Nabi Yunus ketika berada di dalam perut ikan besar di dalam lautan. Hal ini adalah akibat kekesalan dan kemarahan terhadap kaumnya yang tak kunjung menghiraukan ajakannya untuk beriman. Akhirnya beliau pergi meninggalkan umatnya yang sedang berada di dalam kesesatan. Namun saat berada di atas kapal, ada kejadian aneh yang membuat kapal tidak mau melaju. Akhirnya dibuatlah undian yang membuat Nabi Yunus terjun ke laut dan ditelan oleh ikan besar yang diutus oleh Allah.

Do’a Nabi Yunus yang diabadikan dalam ayat Alquran tersebut mengandung 3 makna penting mengenai taubat:

Pertama, kalimat “Tiada Tuhan Selain Engkau (Allah)” mengandung arti bahwa setiap pertaubatan harus diawali dengan tauhid yang bersih. Keyakinan terhadap Allah harus murni bahwa Dia lah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah. Tidak boleh ada pencampuran dan kontaminasi keyakinan-keyakinan lain. Kemurnian Tauhid adalah kunci awal diterimanya taubat seorang hamba.

Kedua, kalimat “Maha suci Engkau (Allah)” mengandung arti bahwa, dalam bertaubat, setelah membersihkan tauhid, kita harus mensucikan dan mengagungkan nama Allah melalui kalimat-kalimat tasbih.

Ketiga, kalimat “Sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim” mengandung arti pengakuan dan penyesalan yang mendalam atas kesalahan yang telah dilakukan. Artinya, jika sudah mengakui dan menyadari dosa yang diperbuat sebagai hamba yang bertaubat harus bertekad (berazzam) untuk berhenti melakukan dosa dan menggantikannya dengan amal-amal perbuatan baik.

Dengan memahami dan menteladani taubat yang dicontohkan Nabi Yunus, insya Allah taubat kita diterima dan dosa kita diampuni oleh Allah.

Karena Allah juga menjawab do’a dan taubat Nabi Yunus pada ayat selanjutnya (QS. Al-Anbiya: 88), yang artinya:
“Maka Kami telah memperkenankan do’anya dan menyelamatkannya dari kedukaan.
Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.”

Senantiasa mengintrospeksi diri, mengisi waktu-waktu kita dengan amal kebaikan, serta memohon ampun dan perlindungan kepada Allah adalah jalan yang ampuh untuk membersihkan diri agar terhindar dari perbuatan-perbuatan keji.

“Dengan memahami dan meneladani taubat nabi Yunus alaihissalam yang sudah kita kaji di atas, kita berharap pada bulan suci ramadhan yang tinggal beberapa minggu lagi, kita sudah siap melaksanakan ibadah puasa yang wajib sebulan penuh ditambah amalan ibadah lainnya yang kita semakin membersihkan diri dan mengangkat derajat kita di sisi-Nya” tutupnya saat menyampaikan khotbah Jum’at (6/6/2014) di masjid Alfarabi Universitas Muhammadiyah Bengkulu. (cr2)