oleh

Menengok KWT Desa Pondok Lunang yang Jadi Percontohan Ketahanan Pangan

Gubernur Bengkulu, Bupati Mukomuko, Ketua TP PKK Provinsi, Ketua TP PKK Mukomuko, Wabup Mukomuko, Choirul Huda, SH, Kepala BKP Provinsi, beserta rombongan mengecek secara langsung lokasi pemanfaatan perkarangan di Desa Pondok Lunang yang telah berhasil dilakukan KWT.
Gubernur Bengkulu, Bupati Mukomuko, Ketua TP PKK Provinsi, Ketua TP PKK Mukomuko, Wabup Mukomuko, Choirul Huda, SH, Kepala BKP Provinsi, beserta rombongan mengecek secara langsung lokasi pemanfaatan perkarangan di Desa Pondok Lunang yang telah berhasil dilakukan KWT.

kupasbengkulu.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu sejak tahun 2010 lalu hingga saat ini terus menggalakkan pemanfaatan lahan perkarangan rumah di 10 kabupaten dan kota  Provinsi Bengkulu. Penggalakan tersebut sudah sukses diterapkan di 7 kabupaten dan kota. Seperti di Kabupaten Seluma, Kota Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Tengah, Bengkulu Utara, Rejang Lebong, Kabupaten Lebong dan Kabupaten Mukomuko.

Untuk di Kabupaten Mukomuko sendiri sudah terbentuk 26 lokasi, yang terdapat di 10 desa dari 5 kecamatan. Yakni di Kecamatan Penarik, Kecamatan Air Majunto, Kecamatan XIV Koto dan Kecamatan Kota Mukomuko. Dengan jumlah anggota sebanyak 750 Kepala Keluarga (KK).

Terlepas dari itu, Kelompok Wanita Tani (KWT) Maju Bersama yang beranggotakan 30 KK, di Desa Pondok Lunang Kecamatan Air Dikit, Kabupaten Mukomuko, telah berhasil memanfaatkan lahan perkarangan rumah yang ditanami sayur-mayur. Dengan penghasilan per bulan mencapai Rp 3 juta. Tidak hanya itu, dari Ibu Rumah Tangga (IRT) di desa tersebut, bisa menghemat pengeluaran setiap harinya hingga Rp 50 ribu per hari.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari tangan dingin, Ketua KWT Maju Bersama Desa Pondok Lunang, Juliani yang mengajak warga setempat untuk memanfaatkan lahan perkarangan rumah untuk ditanami sayur mayur. Mulai dari, tomat, pareh, kacang panjang, selederi, daun bawang, bayam, cabe serta tanaman sayur mayur lainnya.

Sedikitnya 30 KK di Desa Pondok Lunang yang berhasil dalam memanfaatkan perkarangan rumah untuk ditanami sayur mayur. Bahkan, dari ketelatenan, ketekunan dan kebersamaan IRT desa tersebut menjadi contoh desa pemanfaatan di Provinsi Bengkulu.

Jualinti mengatakan, kegiatan pemanfaatan lahan rumah tersebut sudah dilakukan sejak bulan Oktober 2013 lalu hingga saat ini. Dalam tempo 8 bulan itu, 30 KK sudah melakukan panen 4 kali untuk sayur-mayur dan 2 kali panen untuk tanaman cabe.

”Pemanfaatan lahan perkarangan rumah sangat meringankan biaya hidup di IRT desa kami (Desa Pondok Lunang,red). Biasanya pengeluaran setiap hari IRT mencapai, Rp 50 ribu hingga Rp 60 ribu, saat ini hanya Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu per KK,” kata Julianti, saat ditemui di Desa Pondok Lunang, Rabu (18/6/2014).

Ia menjelaskan, jika hasil sayur-mayur bukan hanya untuk dikonsumsi sendiri, melainkan untuk dijual di warung milik warga setempat. Dari sana, kata Julianti, tentunya membuat penghasilan dari IRT menjadi bertambah. Dalam pemanfaatan lahan perkarangan rumah, tambah dia, luas areal lahan setiap rumah berukuran sekitar 5 meter x 5 meter, 5 meter x 6 meter tergantung dengan luas lahan perkarangan rumah.

”Rata-rata tanaman sayur mayur milik warga sudah panen dan sudah menikmati hasilnya,” jelas Julianti.

Awal pemanfaatan lahan perkarangan rumah, Julianti mengakui, berkat bantuan dari Bibit, pupuk dan kebutuhan lainnya dari Badan Ketahanan Pangan (BKP) Provinsi Bengkulu. Berkat bantuan itu, dari IRT setempat menyambut baik atas bantuan yang diberikan dengan memanfaatkan sebaik-baiknya bantuan tersebut. Sebab, kata dia, pemanfaatan lahan perkarangan ini merupakan salah satu langkah untuk, menjamin ketersediaan ketahanan pangan dalam jangka panjang.

Pemanfaatan ini, lanjut Julianti, juga dapat mengantisipasi ancaman penyediaan pangan yang dihadapi di Provinsi Bengkulu saat ini. Pasalnya, lahan pertanian semakin terbatas akibat, alih fungsi lahan pertanian menjadi perkebunan, abrasi, perumahan, lahan industri. Berdasaran data BPS Provinsi Bengkulu di Kabupaten Mukomuko, luas lahan sawah tahun 2013 mencapai 10.205 Hektare (Ha). Sementara hasil dari identifikasi Kementerian Pertanian seluas 4.449 Ha dan hasil identifikasi Badan ketahanan Pangan (BKP) Provinsi Bengkulu mengalami penurunan 2.748 Ha.

”Kegiatan pemanfaatan ini untuk mengoptimalkan fungsi perkarangan rumah tangga sebagai sumber pangan keluarga dengan ditanami sayur, buah dan memelihara ternak. Tujuannya tidak lain, untuk mendorong konsumsi pangan rumah tangga kearah pola konsumsi pangan beragam bergizi seimbang dan aman,” ungkap Julianti.

Berkat keberhasilan itu, Gubernur Bengkulu, H Junaidi Hamsyah, S.Ag, M.Pd, Ketua TP PKK Provinsi Bengkulu, Hj. Horniary, S.Ag, Bupati Mukomuko, Drs. Ichwan Yunus, CPA, MM, Ketua TP PKK Kabupaten Mukomuko, Hj. Rosna Ichwan, Wakil Bupati Mukomuko, Choirul Huda, SH, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Provinsi Bengkulu, H. Muslih Z, SH, M.Si, Kadis Pertanian Provinsi Bengkulu, Ir. Edi Nevian serta pejabat lainnya, meninjau secara langsung lokasi perkarangan rumah yang berhasil diolah Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Pondok Lunang Kecamatan Air Dikit Kabupaten Mukomuko.

Pelaksanaan kegiatan pemanfaatan perkarangan di Kecamatan Air Dikit, juga sudah diikuti oleh IRT Desa Air Dikit, Sumber Sari, Dusun Baru V Koto, Air Kasai, Sari Bulan dan Sari Makmur. Dengan masing-masing desa sudah membentuk 1 kelompok setiap desa, yang beranggota 30 KK.

Penulis : Demon Fajri    

Rekomendasi