Selasa, Mei 28, 2024

Mengenal Lebih Dekat Junaidi Hamsyah, Episode Oemar Bakri (Bab I)

cover Panggil Aku abi

Bagian 1
‘yang Melanggar Perintah Allah, akan Berhadapan dengan Saya!”

Seperti biasa, bel masuk berbunyi 3 kali. Pukul 07.15 semua siswa MAN 2 Kota Bengkulu bergegas ke mesjid. Menunaikan Sholat Dluha berjamaah. Hari itu merupakan hari ke-7 memasuki tahun ajaran baru. Sehingga banyak anak-anak yang terlambat memasuki mesjid.

Siswa yang terlambat ke mesjid rata-rata adalah murid baru yang belum terlalu familiar dengan peraturan di Madrasyah ini. Apalagi bagi siswa yang berasal dari sekolah umum, tentunya sedikit ‘kaget’ dengan peraturan tersebut.

“Assolatujamiah Rahimakumullah…”

Suara imam menandakan dimulainya solat Dluha, semua siswa dan guru-guru yang mengikuti solat Dluha berjamaah di pagi itu segera mengatur shaf. Suasana tenang, semua terhanyut dalam bacaan solat. Tiba-tiba terdengar langkah-langkah kaki berlari memasuki teras mesjid. Mereka adalah para siswa yang terlambat mengikuti solat Dluha berjamaah. Segera mereka bergabung diantara jamaah yang telah memulai solat dluha menjadi makmum masbuk.

Usai imam mengucapkan salam, terdengar pengeras suara di gunakan untuk membacakan doa sesudah solat Dluha. Semua makmum mengamini.

Setelah selesai berdoa seorang guru tampil ke depan, suasana yang sudah mulai gaduh dari beberapa siswi yang melipat mukenah menjadi tenang kembali. Saat ia mulai memberikan ceramah singkat.

“Wahai anak-anakku, ketahuilah oleh kalian bahwa ‘seandainya kalian pergi ke pantai, kita akan melihat ada warna putih yang terombang-ambing di atas air laut. Buih namanya. Sungguh, tak ada seorang manusia pun di dunia ini yang bisa menghitung berapa banyak buih yang ada di lautan itu. Nah, sebanyak buih dilautan itulah Allah memberikan rezeki kepada hambanya yang senantiasa menunaikan Solat Dluha. Oleh karena itu, janganlah kalian meninggalkan solat dluha dimanapun kalian berada. Tidak hanya di sekolah, dirumahpun kita harus melakukannya.”

Ceramah singkat itu ia tutup.

“Semua siswa yang masbuk harap BERDIRI!”

Nada suara ustadz tiba-tiba saja meninggi. Suasana tenang seketika berubah menjadi tegang. Beberapa siswa yang sudah bersiap meninggalkan mesjid mendadak mengurungkan niatnya, mereka duduk kembali dengan tertib.

Beberapa siswa laki-laki malu-malu berdiri di tengah-tengah jamaah. Mereka berdiri di shaf laki-laki paling belakang. Sang ustadz melepaskan microfon yang dipegangnya lalu menuju ke arah anak laki-laki yang berdiri. Sekitar 8 orang siswa yang ikut berdiri.

Tangan kiri ustadz terayun, berlabuh di bokong siswa-siswa tersebut. PLAKK!!PLAK!!

Satu kali pukulan tangan beliau mendarat, setiap siswa menerima satu kali pukulan. Tiba giliran seorang siswa yang bertubuh agak kecil dibanding siswa lainnya, tangan ustadz mengayun lebih keras lagi dan bukan hanya satu pukulan tapi empat kali pukulan.

Siswa tersebut hampir terjatuh menerima pukulan yang tak pernah ia duga sebelumnya. Semua siswa yang mendapat hukuman tersebut tertunduk dalam. Kecemasan meliputi wajah-wajah yang hadir di mesjid saat itu.

“Siapa saja yang melalaikan seruan untuk solat di Madrasyah ini, akan berhadapan dengan saya guru Fiqih di sekolah ini! Dan kalian yang terlambat solat berjamaah, peraturan di MAN ini mewajibkan kalian melaksanakan solat dluha dan dzuhur berjamaah, besok tidak ada yang boleh terlambat, mengerti!” nada suara ustadz bergetar, seakan menahan emosinya.

“Silahkan anda tanya kepada yang pernah belajar dengan saya, apa yang akan terjadi dengan nilai Fiqihnya jika tidak mengindahkan aturan tentang solat? Tidak akan saya beri nilai!!! “

Setelah ustadz menutup wejangannya. Semua siswa menuju kelas masing-masing dengan tertib.

Aku bergidik mendengar wejangan dari beliau, sebab saat itu pula aku mengetahui bahwa salah seorang siswa yang menerima hukuman terberat yakni 4 pukulan tadi merupakan putra kandung beliau, yang baru masuk sekolah ini. Fikri Edo Pratama, anak pertama ustadz Junaidi Hamzah.

Aku langsung teringat hadits Rasulullah “seandainya, Fatimah putriku mencuri, maka aku sendiri yang akan memotong tangannya”.(**)

 Penulis : M. Firdaus Pimpinan Perusahaan Harian Bengkulu Ekspress

Lanjutan :
– Bagian 1
– Bagian 2
– Bagian 3
– Bagian 4
– Bagian 5
– Bagian 6
– Bagian 7

 

Related

Cerita Sedih Irma June Dibalik Lagu Do Your Best yang Jadi Theme Song From Bali With Love

Kupas Musik - Kemerduan vokal yang dimiliki penyanyi legendaris...

AM Hanafi Sang Perlente Kawan Soekarno yang Disambut Fidel Castro

AM Hanafi (kiri) bersama Fidel Castro (kanan), Foto: Dok/margasarimaju.com AM...

Menjadi yang Terbaik Tak Perlu Menjatuhkan Pihak Lain

Inspiratif, kupasbengkulu.com – Seorang Guru membuat tangga 10 injakan, lalu...

Beni Ardiansyah Direktur WALHI Bengkulu Terpilih ” Keadilan Itu Harus Direbut”

Kota Bengkulu,kupasbengkulu.com - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Bengkulu...

Otna Pilih Hidup Diatas Sampan Reot dan Air Payau Daripada Hidup Menjadi Budak

Kota Bengkulu,Kupasbengkulu.com -  Petang itu suasana di sudut Pesisir...