Jumat, Juni 24, 2022

Menguak Kabut Histoculture Negeri Bengkulu

Baca selanjutnya

Setiap negeri memiliki  budaya dan sejarahnya (Histoculture). Itulah bagian dari peradaban, yang merupakan identitas dan jati diri anak negeri yang mengajawantah  dan betuk fisik maupun non fisik.

Tidak banyak orang yang menguak, mengungkapkan kembali tentang peradaban  masa lampau Negeri Bengkulu.  Histoculture  negeri ini seakan teggelam  bersama modernisasi dan  dalamnya Samudera Hindia yang menghampar luas  di ufuk barat Pulau Chin-Chou, Swarnadwipa, sebutan lain Pulau Sumatera Indonesia.

Negeri Bengkulu Tahun 1940. net

Kini Tahun 2019,  era super milinial. Kabut  histoculture itu tampaknya kian tebal menebal. Butuh kemauan  dan kemampuan  ekstra lebih untuk menguaknya. Histoculture itu kini diliputi story, mitos dan mistis menyeliputi perjalanan panjang history anak negeri.  Kini minim akan babat  dan kronik-kronik  yang dapat dijadikan letera untuk cahaya menguak kabut kebenaran  histoculture itu.

Histoculture itu kini  kian meredup. Sudah terlalu jauh untuk ditelusuri . Jauh masuk kedalam lorong-lorong tambang emas, sehingga  sukar untuk menentukan dimana ujung dan dimana pangkal. ‘Kusut tak berujung  diantara  pemintal benang’.

Pembangunan masa kini tanpa mengindahkan histoculture. Tanpa kesiambungan. Gema dan denyutan  panjang histoculture  Negeri Bengkulu  seakan disirnakan. Serimonial dipampangkan  utuk kepentingan pribadi dan kelompok.

Penelitian Sains terhenti. Jadilah kini Negeri Bengkulu dari ujung Kabupaten Mukomuko hingga Kaur menjadi negeri yang kering kerontang dari sumber daya penelitian  dan keperdulian. Sementara orang yag perduli terhadap histoculture telah banyak berlalu ditelan masa.

histoculture Negeri Bengkulu kini Provinsi Bengkulu  butuh kepedulian dalam mengungkapkan histoculture Bengkulu sesuai fakta dan perjalan panjang negeri ini. Paling tidak dimulai dari  eksodus China pertama  264-195 Sebelum Masehi.  Banyak yang tersurat dan tersirat bila pengungkapan dilakukan dalam naskah kuno.  Meskipun dalam perjalannya banyak berbaur antara strory dan history yang mestinya terpisahkan.

   (Pemerhati Sejarah dan Budaya Bengkulu, Alumni Universitas Islam Djakarta)        

Selamat Datang Airlangga

Kupas Artikel - Ucok mengangkat telepon dengan nada tergesa-gesa. Ia mungkin sangat terkejut tumben-tumben saya menelpon. “Siap bos” tutur Ucok menyambut telepon saya. Beberapa...

Bengkulu Tuan Rumah Open Swimming Championship 2022 se-Sumatera

Kupas News, Bengkulu - Gubernur Rohidin Mersyah membuka kejuaraan Bengkulu Open Swimming Championship se Sumatera Tahun 2022 di Kolam Renang Rafflesia Kota Bengkulu, Jum'at...

Wagub Rosjonsyah Terima Kunjungan Eks Gubernur Jabar

Kupas News, Bengkulu - Wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu Rosjonsyah menerima audiensi mantan Gubenur Jawa Barat Ahmad Heryawan dalam rangka investasi di bidang Kopi Bengkulu...

JMSI Apresiasi Kesepakatan Dewan Pers dan Polri Cegah Polarisasi Pemilu 2024

Kupas News, Jakarta – Organisasi perusahaan pers Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) menyambut baik kesepakatan Dewan Pers dan Mabes Polri untuk memitigasi polarisasi yang...

Polemik PT. Pamor Ganda Kian Panas, DPW LIRA dan Perwakilan Masyarakat Temui GTRA Bengkulu

Kupas News, Bengkulu - Konflik warga Ketahuan vs PT Pamor Ganda belum tuntas, Gubernur Rohidin meminta para pihak terkait melakukan validasi data penerima kebun...

Terbaru