Jumat, Juni 24, 2022

Menguak Kabut Histoculture Negeri Bengkulu (4)

Baca selanjutnya

Disebutkan, “ Pulau itu sangat subur  tanahnya dan banyak mengandung emas,  mempunyai ibu negeri yang bernama Perak dan disebelah baratnya terdapat  sebuah penyeberangan”

Negeri Bengkulu di datangi kelompok exsodus dari  timur  pada umumnya  mereka melalui gugusan  terbentang di lautan hindia. Dari India dan Ceylon  (Srilangka) melintasi ribuan gugusan kepulauan Maldivae,  Seda, Ouro hingga kepulauan  nusantara Nias, Mentawai,  Enggano dan Pulau Kelapa dilautan lepas yang hampir sejajar dengan Gunung Krakatau  di Selat Sunda.

Gugusan  kepulauan karang itu kini hanya tersisa beberapa pulau saja yang tampak dalam peta kuno, sebagai petunjuk rute perjalanan pelayaran menuju nusantara masa lalu.

Dari arah utara,  Bangsa Hyunan  China  memasuki  Nusantara  melalui Sungai Mekhong dan Sungai  Yang Tse Kiang tiba di Muangthai. Tapi ada pula melaui rute pergunungan Taneh Taunggyi dan tiba di Chiang Mai juga Lamphun.   Mereka sempat singgah  di Negeri Nakhonsawan yang selanjutnya menuju keintasan  Tiga Kuil Martaban, memasuki nusantara ini melalui Kepulauan Nicobar dan Kepulauan Andaman di Teluk Benggala.

Pengenaan Nama Bengkulu

Nama Bengkulu  terjemahan dari kata Lu-Shiangshe  ada kemungkinan dipakai pada masa Kerajaan Melayu yang didirikan 664 Masehi di Jambi (Lamby) dan Kerajaan  Shin-i-fo Shih  atau San-fo-ts’i yaitu kerajaan Sriwijaya. Kerajaan yang pertama mengirimkan upeti ke Tiongkok  Tahun 670 Masehi. Ini seperti dikatakan seorang Pendeta bernama It-sing.

Pada abad ke-10, Negeri Lu-Shiangshe sempat dinilai merupakan wilayah yang sudah tidak strategis lagi. Karena itu banyak kerajaan-kerajaan pada masa itu tidak meliriknya lagi. Hingga akhirnya,  seiring perjalanan waktu, Negeri Bengkulu ini ada kaitan history dengan Kerajaan Banten dan Kerajaan Islam Samudra Pasee.

Apakah di Negeri Bengkulu ini ada kerajaan? Di Negeri Bengkulu ada kerajaan kecil (Akuwu=Raja Kecil) yang diperkirakan sudah ada sejak  Kerajaan Pasundan Hindhu Buddha di Palimbam, Pandegelang Banten,  yang merupakan pusat kerajaan kecil yang ada serta Kerajaan Tarumanegara di Tanjung Priok Jakarta.

Sebelum punya hubungan dekat dengan Kerajaan Banten, kerajaan kecil Bengkulu juga dekat dengan Kerajaan Islam Samudera Pasee. Dalam naskah kuno Achmad Gulam Khaan 1539 Masehi menceritakan singgahnya Jung atau kapal layar,  ditumpangi  Fathahillah  Khan  al Pasee di Kerajaan kecil Bengkulu pada 1521 Masehi. Mereka singgah di Bandar Bengkulu, yang kemungkinan besar itu berada di Muara Bengkulu atau Talang Pauh. Bila ini benar, meyakinkan kita akan adanya Kerajaan kecil Bengkulu sebagai penguatan fakta sejarah.

(Pemerhati Sejarah dan Budaya Bengkulu, Alumni Universitas Islam Djakarta)

 

Selamat Datang Airlangga

Kupas Artikel - Ucok mengangkat telepon dengan nada tergesa-gesa. Ia mungkin sangat terkejut tumben-tumben saya menelpon. “Siap bos” tutur Ucok menyambut telepon saya. Beberapa...

Bengkulu Tuan Rumah Open Swimming Championship 2022 se-Sumatera

Kupas News, Bengkulu - Gubernur Rohidin Mersyah membuka kejuaraan Bengkulu Open Swimming Championship se Sumatera Tahun 2022 di Kolam Renang Rafflesia Kota Bengkulu, Jum'at...

Wagub Rosjonsyah Terima Kunjungan Eks Gubernur Jabar

Kupas News, Bengkulu - Wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu Rosjonsyah menerima audiensi mantan Gubenur Jawa Barat Ahmad Heryawan dalam rangka investasi di bidang Kopi Bengkulu...

JMSI Apresiasi Kesepakatan Dewan Pers dan Polri Cegah Polarisasi Pemilu 2024

Kupas News, Jakarta – Organisasi perusahaan pers Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) menyambut baik kesepakatan Dewan Pers dan Mabes Polri untuk memitigasi polarisasi yang...

Polemik PT. Pamor Ganda Kian Panas, DPW LIRA dan Perwakilan Masyarakat Temui GTRA Bengkulu

Kupas News, Bengkulu - Konflik warga Ketahuan vs PT Pamor Ganda belum tuntas, Gubernur Rohidin meminta para pihak terkait melakukan validasi data penerima kebun...

Terbaru