Senin, Oktober 3, 2022

Menguak Kabut Histoculture Negeri Bengkulu (4)

Baca selanjutnya

Disebutkan, “ Pulau itu sangat subur  tanahnya dan banyak mengandung emas,  mempunyai ibu negeri yang bernama Perak dan disebelah baratnya terdapat  sebuah penyeberangan”

Negeri Bengkulu di datangi kelompok exsodus dari  timur  pada umumnya  mereka melalui gugusan  terbentang di lautan hindia. Dari India dan Ceylon  (Srilangka) melintasi ribuan gugusan kepulauan Maldivae,  Seda, Ouro hingga kepulauan  nusantara Nias, Mentawai,  Enggano dan Pulau Kelapa dilautan lepas yang hampir sejajar dengan Gunung Krakatau  di Selat Sunda.

Gugusan  kepulauan karang itu kini hanya tersisa beberapa pulau saja yang tampak dalam peta kuno, sebagai petunjuk rute perjalanan pelayaran menuju nusantara masa lalu.

Dari arah utara,  Bangsa Hyunan  China  memasuki  Nusantara  melalui Sungai Mekhong dan Sungai  Yang Tse Kiang tiba di Muangthai. Tapi ada pula melaui rute pergunungan Taneh Taunggyi dan tiba di Chiang Mai juga Lamphun.   Mereka sempat singgah  di Negeri Nakhonsawan yang selanjutnya menuju keintasan  Tiga Kuil Martaban, memasuki nusantara ini melalui Kepulauan Nicobar dan Kepulauan Andaman di Teluk Benggala.

Pengenaan Nama Bengkulu

Nama Bengkulu  terjemahan dari kata Lu-Shiangshe  ada kemungkinan dipakai pada masa Kerajaan Melayu yang didirikan 664 Masehi di Jambi (Lamby) dan Kerajaan  Shin-i-fo Shih  atau San-fo-ts’i yaitu kerajaan Sriwijaya. Kerajaan yang pertama mengirimkan upeti ke Tiongkok  Tahun 670 Masehi. Ini seperti dikatakan seorang Pendeta bernama It-sing.

Pada abad ke-10, Negeri Lu-Shiangshe sempat dinilai merupakan wilayah yang sudah tidak strategis lagi. Karena itu banyak kerajaan-kerajaan pada masa itu tidak meliriknya lagi. Hingga akhirnya,  seiring perjalanan waktu, Negeri Bengkulu ini ada kaitan history dengan Kerajaan Banten dan Kerajaan Islam Samudra Pasee.

Apakah di Negeri Bengkulu ini ada kerajaan? Di Negeri Bengkulu ada kerajaan kecil (Akuwu=Raja Kecil) yang diperkirakan sudah ada sejak  Kerajaan Pasundan Hindhu Buddha di Palimbam, Pandegelang Banten,  yang merupakan pusat kerajaan kecil yang ada serta Kerajaan Tarumanegara di Tanjung Priok Jakarta.

Sebelum punya hubungan dekat dengan Kerajaan Banten, kerajaan kecil Bengkulu juga dekat dengan Kerajaan Islam Samudera Pasee. Dalam naskah kuno Achmad Gulam Khaan 1539 Masehi menceritakan singgahnya Jung atau kapal layar,  ditumpangi  Fathahillah  Khan  al Pasee di Kerajaan kecil Bengkulu pada 1521 Masehi. Mereka singgah di Bandar Bengkulu, yang kemungkinan besar itu berada di Muara Bengkulu atau Talang Pauh. Bila ini benar, meyakinkan kita akan adanya Kerajaan kecil Bengkulu sebagai penguatan fakta sejarah.

(Pemerhati Sejarah dan Budaya Bengkulu, Alumni Universitas Islam Djakarta)

 

Polisi Tangkap 3 Orang Resepsionis Kafe yang Terlibat Perdagangan Anak

Kupas News, Kota Bengkulu - 3 orang pelaku dugaan perdagangan orang atau eksploitasi seksual anak dibawah umur ditangkap Satreskrim Polres Bengkulu, Minggu (2/10) dinihari. Dari...

Presiden dan MK Harus Menolak Intervensi Penggantian Hakim Aswanto

Kupas Bengkulu - Peristiwa pemberhentian Hakim Konstitusi Aswanto yang kemudian memunculkan nama Guntur Hamzah selaku penggantinya oleh Komisi III DPR RI tidak melalui mekanisme...

Rizky Billar Akan Diperiksa Polisi Pekan Depan Kasus Dugaan KDRT

Kupas News, Jakarta – Merebak kabar tak sedap ditengah masyarakat khususnya pecinta musik dangdut Indonesia, dimana telah terjadi insiden kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)...

Longsor Hantam Rumah Warga di Seluma Akibat Curah Hujan Tinggi

Kupas News, Seluma - Akibat curah hujan tinggi sejak siang hingga malam yang mengguyur wilayah Kabupaten Seluma menyebabkan beberapa rumah mengalami longsor dan terendam...

Solusi Digital untuk Merchant di Indonesia Hasil Kolaborasi BRI dan Majoo

Kupas News, Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI berkolaborasi dengan PT Majoo Teknologi Indonesia (Majoo) untuk memudahkan transaksi non tunai...

Terbaru