Beranda TRAVELING Meriam Honisuit, Saksi Sejarah Perlawanan Rakyat Bengkulu Selatan

Meriam Honisuit, Saksi Sejarah Perlawanan Rakyat Bengkulu Selatan

0
Meriam Honisuit di Bengkulu Selatan
Meriam Honisuit di Bengkulu Selatan

kupasbengkulu.com – Meriam Honisuit, peninggalan sejarah jaman penjajahan jepang tahun 1942, yang terletak di bundaran pusat perkantoran Pemkab Bengkulu Selatan, saat ini di jadikan monumen bersejarah.

Meriam peninggalan jaman penjajahan Jepang yang dipasang di atas tugu pada bundaran di pusat perkantoran Padang Panjang itu, selain dijadikan monumen oleh pemerintah Bengkulu Selatan, juga sering di jadikan  remaja dan kaum dewasa serta wisatawan luar daerah untuk mengabadikan foto pada benda bersejarah tersebut, sebagai tanda kenang-kengan pertanda sudah menginjakan kaki ke Bumi Sekundang Setungguan di Kabupaten Bengkulu Selatan.

Erlis Sarjoni, pencinta barang bersejarah dan barang antik di bengkulu selatan, menceritakan kepada kupasbengkulu.com, kamis (1/4/2014)  bahwa meriam Honisuit tersebut buatan Inggris,  sebelum di pindahkan ke depan kantor bupati, meriam itu berada di belakang kantor DPRD Bengkulu Selatan tak jauh dari piggiran Pantai Pasar Bawah.

Pada tahun 1942 Meriam Honisuit dibawa tentara Jepang ke Kota Manna melalui daerah Pagar Alam di tempatkan di kelurahan Belakang Gedung DPRD Kabupaten Bengkulu Selatan Untuk Pertahana Pantai Pasukan Jepang. Pada tangal 10 januari 2008, Meriam Honisuit atas kesepakatan Dinas Purbakala Provinsi Jambi dan Pemda Bengkulu Selatan dipindahkan oleh “KODIM 0408/BS” ke Bundaran Jalan Raya Padang Panjang Manna Bengkulu Selataan.

Karakteristik Meriam Honisuit :
1. Nama Meriam : Meriam Honisuit
2. Buatan : Inggris
3. Peninggalan : Zaman Jepang
4. Kaliber : 19.01 Cm
5. Berat Keseluruhan : 2.2 ton
6. Nomor Laras : B.L.O-IN-VIRO

Di tambahkan Erlis Sarjoni,  meriam itu nyaris saja lenyap, dengan kepedulian pemerintah Bengkulu Selatan, pada zaman pemerintahan Fauzan Jamil yang memprogramkan pembuatan tugu monumen bersejarah, serta di anggarkannya dana ratusan juta, bekerjasama dengan Korem Bengkulu beserta Kodim dan tokoh masyarakat Bengkulu Selatan, meriam honisuit tersebut angkat menggunakan alat berat dan di bawah pusat perkantoran padang panjang untuk di jadikan monumen benda bersejarah di daerah Bengkulu Selatan, demikian kata Erlis. (tom)