oleh

Miliki Kelainan Tulang, Siswa Ini Butuh Uluran Tangan Dermawan

Butuh uluran tangan dermawanBengkulu Selatan, kupasbengkulu.com – Safarian, dia merupakan anak pertama dari 4 bersaudara pasangan Panci Irian Jaya (38) dan Nurhayani (34) warga kurang mampu di Desa Pagar Dewa, Kota Manna. Sudah lima tahun Safarian yang masih duduk dibangku kelas 2 SMP ini tidak bisa berjalan normal alias cacat dibagian kaki. Ketidak normalan itu dikarenakan ada kelainan pada tulang di bagian lutut kaki kirinya akibat diserempet motor 7 tahun yang lalu. Musibah itu datang saat Safarian masih duduk di kelas 2 SD.

Safarian tinggal bersama kedua orang tuanya dan 3 orang adiknya yang masih kecil–kecil di Desa Pagar Dewa Kecamatan Kota Manna tak jauh dari kantor bupati Kabupaten Bengkulu Selatan. Orang tuanya sehari-hari hanyalah seorang penggiling cabe dari pasar kepasar tradisional untuk mencari nafkah untuk kebutuhan keluarganya.

“Bapak kami setiap hari upahan giling cabe ke-pekan – pekan (pasar) tradisional. Terkadang bapak dapat uang seharinya Rp 30 ribu, kadang juga rugi karena ongkosnya tinggi,” kata Nurhayani Ibu Safarian, kepada kupasbengkulu,com, Minggu (29/3/2015).

Sepertinya keluarga kurang mampu ini luput dari perhatian Pemda Bengkulu Selatan. Didalam bangunan rumah ukuran 5×7 berdinding papan dan berlantai semen ini dihuni satu keluarga, ironisnya juga rumah yang di tempati keluarga Safarian ini pernah roboh, namun oleh warga kembali diangkat.

Di ceritakan Nurhayani, kondisi anaknya itu bisa kembali berjalan normal kalau kakinya itu di operasi. Sayangnya, dengan ketiadaan dana untuk menjalani operasi membuat Safarian bertahun-tahun harus menahan sakit.

“Awalnya Rian terserempet motor, terkendala biaya dan menganggap hanya luka memar biasa, Safarian hanya kita bawa ke tukang urut. Namun saat Safarian duduk dikelas 4 SD, bagian atas lututnya mulai bengkak dan jadi bengkok. Sehingga membuat Safarian jadi pincang,” ujar Nurhayani

Lanjut Nurhayani, setahun yang lalu dengan berbekal kartu Jamkesda, surat keterangan tidak mampu dan uang ongkos pemberian kerabat mereka pernah membawa Safarian ke Rumah Sakit Umum M Yunus (RSMY) dan melakukan rontgen. Hasilnya, ada tulang di sekitar bagian lutut kiri Safarian bergeser dan harus dioperasi dengan biaya Rp 20 juta di luar jamkesda. Karena tidak memiliki uang, Nurhayani dan suaminya lalu membawa pulang Safarian.

“Setelah di rontgen, dokter menyarankan operasi. Karena kami tidak punya uang sebanyak itu, lalu Rian kami ajak pulang ke Bengkulu Selatan. Ongkos ke Bengkulu dan biaya rontgen saja itu kami dapat dari kumpulan keluarga. Kalau ada dermawan yang mau membantu operasi Rian kami sangat berterimakasih,” harap Nurhayani. (tom)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

thirteen − twelve =

News Feed