Sabtu, Desember 10, 2022

“Moeda Mengabdi”, Guru yang Tak Pernah Digaji

Baca selanjutnya

pemuda yang tergabung dalam komunitas "Moeda Mengabdi" memberikan pendidikan gratis bagi anak desa pedalaman
pemuda yang tergabung dalam komunitas “Moeda Mengabdi” memberikan pendidikan gratis bagi anak desa pedalaman

kupasbengkulu.com – Jarak jauh dan medan yang sulit, tidak dianggap tantangan bagi komunitas yang satu ini, Moeda Mengabdi. Hebatnya, hampir seluruh anggota komunitas ini adalah perempuan. Mereka masuk hingga ke Desa Pagar Jati, desa paling ujung Kecamatan Talang Empat, Kabupaten Bengkulu Tengah.

Menempuh jarak hingga 20 kilometer lebih dari pusat kota, dengan akses jalan yang masih belum layak dengan sepeda motor.  Sesampainya di desa tujuan, rombongan Moeda Mengabdi langsung mengajar anak-anak di masjid setempat, tanpa mengharapkan imbalan.

Kegiatan tersebut rutin mereka lakoni seminggu sekali. Total lebih dari dua puluh anak yang setia mengikuti pelajaran dari kegiatan yang diprakarsai oleh kelompok Bengkulu Moeda (Beda) ini.

Kepada kupasbengkulu.com, ketua Beda, Oty menceritakan bahwa setiap minggu mereka breangkat bersama pukul 09.00 WIB dan pulang pukul 15.00 WIB. Dari kegiatan ini, mereka berharap tingkat pendidikan di desa tersebut dapat naik.

“Karena, akses pendidikan sangat sulit disana, untuk sekolah saja, anak-anak disini harus berjalan kaki sejauh 6 km, akses jalannya pun sulit,”kisah Oty.

Saat ini, Moeda Mengabdi memiliki 13 orang pengurus. Tetapi untuk relawan, yang sering ikut kegiatan ini jumlahnya hampir 80 orang.  Relawan tersebut tersebar di SMA dan perguruan tinggi di Kota Bengkulu.

Oty menambahkan, dengan jumlah relawan yang cukup banyak itulah, kegiatan ini terus lancar hingga saat ini. Untuk biaya operasional, komunitas ini bergantung dari bantuan donatur.

“Kita terus hidup dan berjalan dengan bantuan dari donatur, tapi tidak berbau politik, karena kami sepakat untuk tidak ikut dalam hal-hal yang berbau politik,”terang Oty.

Anggota Beda yang lain, Renti, berharap pihaknya dapat bertemu dengan petinggi-petinggi Kabupaten Bengkulu Tengah. Tujuannya, untuk menceritakan bahwa desa yang mereka bina benar-benar kekurangan akses sosial, seperti pendidikan dan kesehatan.

Situasi ini berbanding terbalik dengan semangat anak-anak desa setempat yang begitu antusias untuk belajar.

“Awalnya, anak-anak tidak begitu menerima kedatangan kami, tetapi sekarang mereka begitu antusias walapun tetap saja sering nakal,”ujar Renti mengisahkan suka dukanya.

Komunitas ini sudah berdiri sejak Desember 2012. Dijelaskan oleh Asri, anggota yang lain, bahwa grup ini diawali oleh niat mereka untuk mendidik anak-anak yang berada di desa-desa terpencil. Sebelumnya, ada dua desa yang termasuk kedalam binaan  mereka.

“Tetapi didesa satu lagi, karena ada semacam konflik di dalam desa, kami terpaksa menghentikan kegiatan itu,”terang Asri.

Asri juga menghimbau bila ada pihak yang ingin menjadi donatur dari gerakan mereka ini. (vai)  

KUHP Tidak Berlaku untuk Kegiatan Kemerdekaan Pers

Kupas News, Jakarta - Walaupun Rancangan Undang-undang (RUU) Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) telah disahkan DPR menjadi UU KUHP,  khusus untuk pelaksanaan kemerdekaan pers...

Komisi XI DPR RI dan BI Sosialisasikan Transaksi Digital QRIS di Rejang Lebong

Kupas News, Rejang Lebong –  Anggota Komisi XI DPR RI Susi Marleny Bachsin bersama Bank Indonesia (BI) kembali melakukan Sosialisasi dan Edukasi Quick Response...

Janda Miliki Anak Sakit di Kepahiang Terima Bantuan Bedah Rumah

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan bedah rumah program Baznas di Desa Kandang, Seberang Musi, Kepahiang, Rabu, 7 Desember 2022,...

Problem Solving Kepolisian Mediasi Dua Perempuan Terlibat Kasus Penganiayaan

Bhabinkamtibmas Polsek Taba Penanjung saat menggelar kegiatan problem solving kepolisian, Rabu, 7 Desember 2022, Foto: Dok Kupas News, Bengkulu Tengah - Mencoba melakukan mediasi sebagai...

Bea Cukai Musnahkan Barang Milik Negara Hasil Penindakan KPPBC TMP C Bengkulu

Kepala Bea Cukai Provinsi Bengkulu Ardhani Naryasti bersama perwakilan instansi terkait saat melakukan pemusnahan barang milik negara, di Kantor Bea Cukai provinsi Bengkulu, Kamis,...
Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Terbaru