Senin, Januari 17, 2022

Oknum Humas Pemda BS Halangi Tugas Wartawan, Ini Bisa Dipidana

Baca selanjutnya

Kupas News – Tindakan menghalang-halangi pekerjaan wartawan kembali terjadi di kalangan awak media, kali ini diduga dilakukan oleh oknum pegawai humas Pemda Bengkulu Selatan saat acara pelantikan kepala desa terpilih se-Kecamatan Kedurang, Kamis, (09/09).

Diceritakan salah seorang awak media, dalam acara yang dihadiri langsung Bupati Bengkulu Gusnan Mulyadi itu dirinya berniat menggambil foto momentum penyerahan SK oleh Bupati kepada salah seorang kepala desa. Tiba-tiba salah seorang oknum pegawai humas menarik tangannya ke belakang.

Tindakan itu dimaksudkan agar wartawan yang bersangkutan tidak mengambil foto momentum itu kecuali media centre. “Tangan saya ditarik, kami dilarang mengambil foto kecuali media centre” ungkap dia.

Sekber Media Online Bengkulu Selatan mengecam tindakan itu karena sudah mengarah pada tindakan menghalang-halangi pekerjaan wartawan dan berpotensi melanggar ketentuan UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang pers.

“Kita sangat menyesalkan kejadian itu masih adanya tindakan yang menghalang-halangi dan bahkan menarik tangan salah seorang wartawan saat mau peliputan, ini jelas melanggar UU Pers dan ini akan kami tindaklanjuti agar tidak terus terjadi hal seperti ini” kata Julian AO, Tim Investigasi Sekber Media Online Bengkulu Selatan.

Julian menjelaskan, Pasal 18 Ayat 1 yang menyebutkan, bahwa setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan pekerjaan pers dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta.

“Sangat jelas bahwa wartawan dalam melaksanakan tugasnya dilindungi UU Pers No 40 Tahun 1999 dengan kejadian itu kita akan mengirimkan surat ke Pemda Bengkulu Selatan untuk melakukan konfirmasi kepada oknum yang bersangkutan di bidang Protokol Humas Pemda Bengkulu Selatan” kata Julian.

Julian juga menghimbau agar rekan-rekan wartawan selalu mengedepankan etika sopan santun dalam melaksanakan tugas profesinya sebagaimana diatur di dalam Kode Etik Jurnalistik serta profesional dalam menjalankan tugas.

“Karena itulah panduan kita dalam melaksanakan tugas sebagai wartawan dan kita harapkan kejadian seperti itu nantinya tidak ada lagi khususnya di Bengkulu Selatan ini” tutup dia.

Hingga berita ini diterbitkan, oknum pegawai Humas Pemda Bengkulu Selatan yang dimaksud belum bisa dikonfirmasi.

Reporter: Yon Maryono

- Advertisement -

Pemprov Undi Nomor Area Tanggungjawab OPD di Kawasan Pantai Panjang

Kupas News – Dipimpin Sekda Provinsi Bengkulu Hamka Sabri, Tim 13 Pengelolaan Pantai Panjang Pemprov Bengkulu, lakukan sidak (pemantauan langsung) terhadap kebersihan, ketertiban penempatan...

Ridho Rahmadi Ingatkan Siswa MTs Roudlotur Rosmani Lebih Produktif

Kupas News – Dalam kunjungan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Ummat Ridho Rahmadi di MTs Roudlotur Rosmani, Kamis (13/1) mengingatkan anak-anak muda...

Jelang HPL Terbit, Pemprov Bentuk Tim 13 Atasi Pengelolaan Pantai Panjang

Kupas News – Pasca pelaksanaan gerakan bersih Pantai Panjang Bengkulu bersama Forkopimda dan organisasi masyarakat peduli kebersihan pantai, Pemprov Bengkulu kian memantapkan langkahnya kelola...

Gubernur Rohidin Kunjungi Universitas Al Azhar Indonesia Bahas Kerja Sama

Kupas News – Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah melakukan silaturahmi ke Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) di Jakarta. Berbagai hal dibahas dalam lawatannya pada Kamis...

Grand Opening Kafe Harsa Eat Terobosan Menu Andalan Unik di Bengkulu

Kupas News – Sebagian besar pelaku usaha kafe berlomba-lomba mengkreasikan desain tempat usahanya untuk menarik pelanggan. Terutama bereksperimen dalam sajian menu hidangan kemudian persaingan...

Terbaru