Orang Tua Korban Lakalantas Bus SAN Belum Terima Santunan

0
174
Susmeli (48) orang tua korban kecelakaan lalu lintas dengan Bus SAN saat ditemui di rumahnya, Rabu, 7 September 2022, Foto/Dok: Deni Putra
Susmeli (48) orang tua korban kecelakaan lalu lintas dengan Bus SAN saat ditemui di rumahnya, Rabu, 7 September 2022, Foto/Dok: Deni Putra

Kupas News, Bengkulu – Orang tua dari tiga korban kecelakaan lalu lintas oleh Bus Siliwangi Antar Nusa atau dikenal dengan PO SAN yang terjadi 2 bulan lalu meminta pertanggungjawaban.

Diketahui peristiwa kecelakaan terjadi pada Minggu 10 Juli 2022 sekira pukul 08.00 WIB di perbatasan Desa Renah Panjang dengan Desa Sakaian Kecamatan Lubuk Sandi, Kabupaten Seluma.

Iza Susmeli (48) orang tua dari salah seorang korban menuturkan, pasca kejadian anaknya hingga kini masih terbaring di tempat tidur dan tidak bisa sekolah lantaran kaki kanannya patah dan belum pulih total.

“Anak saya masih terbaring, kaki kanannya patah dan masih harus terapi usai dilakukan operasi,” kata Susmeli saat ditemui awak media di rumahnya, Rabu, (7/9).

Hal serupa juga dialami 2 putri Parulian Simatupang (35) yang mengatakan, kedua putrinya adalah korban kecelakaan Bus SAN dan sempat mengalami kritis di RSUD M Yunus Bengkulu.

Anak sulungnya mengalami geger otak dan tulang iga dan saat ini masih menjalani rawat sedangkan adiknya mengalami cedera di kepala, pendarahan di perut dan patah kaki kanan.

Pihak keluarga korban sejauh ini mengaku belum mendapatkan perhatian dari pihak manajemen Bus PO SAN dan tuntutan pihak keluarga korban tidak direspon.

“Kami hanya minta anak kami dimanusiakan karena sudah menjadi korban, sampai detik ini pun belum ada perhatian dari pihak PO SAN yang terkesan lepas tangan pasca kejadian ini,” kata Parulian.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Seluma Iptu Jangkung Riyanto mengatakan, kedua belah pihak sebelumnya telah dipertemukan di ruang Unit Laka Satlantas Polres Seluma, dengan dihadiri perwakilan PO SAN dan pihak keluarga korban.

Dari pertemuan tersebut, perwakilan PO SAN akan berkoordinasi ke kantor pusat terkait bantuan santunan yang diminta pihak keluarga korban.

“Iya memang kedua belah pihak sebelumnya sudah kita pertemukan, dan dari upaya perdamaian tersebut kedua belah pihak sepakat berdamai, terkait tuntutan keluarga korban akan dikoordinasikan kembali oleh pihak PO SAN ke kantor pusatnya,” terang Iptu Jangkung Riyanto.

Hingga berita ini diterbitkan upaya klarifikasi via WhatsApp kepada manajemen PO SAN Bengkulu telah dilakukan namun belum direspon sama sekali.

Editor: Alfridho Ade Permana