Sabtu, Desember 4, 2021

Paradoks dan Neraca Akhir Zaman

Baca selanjutnya

Ustad Fathuddin Jafar (Foto : Istimewa)
Ustad Fathuddin Jafar (Foto : Istimewa)

SAHABATKU Fiddin, kita benar-benar hidup di akhir zaman. Ada dua hal yang menonjol di akhir zaman ini. Pertama, semua hal sudah jadi paradoks. Kedua, neraca sudah terbalik.

Paradoks dapat kita lihat dalam banyak hal. Antara keyakinan/iman/niat dan amal perbuatan. Antara keinginan dan upaya. Antara doa dan ikhtiyar. Ingin masuk syurga, tapi keyakinan atau amal perbuatannya (keyakinan/amal) penghuni neraka.

Mengaku Tuhannya Allah, tapi menyekutukan-Nya dengan berbagai tuhan tandingan lainnya. Mengaku mencintai Allah dan Rasulullah, tapi durhaka atau tidak taat pada-Nya dan Rasul-Nya.

Mengaku Kitab Petunjuknya Al-Qur’an, tapi tidak dibaca, tidak dipahami dan tidak diamalkan.Mengaku beragama Islam, tapi jalan hidup yang tempuh jalan Yahudi atau agama lainnya, dan tak jarang pula ikut menyerang dan memarjinalkan Islam dan umatnya. Mengaku jadi Da’i (juru dakwah), tapi mengajak manusia ke neraka.

Mengaku muslim, tapi tidak shalat fardhu dan tidak juga mengamalkan kewajiban-kewajiban Islam lainnya. Mengaku mukmin, tapi ucapan dan perbuatannya menyakiti saudara Mukmin lainnya, dan bahkan membunuhnya tanpa jalan yang hak.

Demikian juga di akhir zaman ini neraca sudah terbalik. Yang hak bisa jadi batil. Yang batil bisa jadi hak. Yang halal sudah jadi haram. Yang haram sudah jadi halal. Yang baik bisa jadi buruk. Yang buruk sudah jadi kebaikan. Suami jadi istri. Istri jadi suami. Anak sudah jadi bos orang tua. Orang tua sudah jadi pembantu anak.

Di akhir zaman ini, kemuliaan tidak lagi didasari iman, ilmu dan taqwa, namun diukur dengan harta, pangkat, ketampanan maupun kecantikan dan jumlah pengikut. Yang kaya sudah jadi pelit. Yang miskin menjadi sombong. Yang berilmu sudah jadi tinggi diri. Yang bodoh merasa banyak ilmu.

Kaum cerdik pandai sudah jadi tukang tipu. Pemimpin atau penguasa sudah jadi raja dan tak jarang mengaku sebagai Tuhan, kendati tidak diucapkan sebagaimana Fir’aun dahulu, yang setiap saat harus ditaati, kendati bertentangan dengan aturan Allah dan Rasul-Nya. Allahul musta’an.

Yaa Rabb, janganlah Engkau sesatkan hati kami setelah Engkau anugerahkan pada kami petunjuk-Mu dan anugerahkan pula pada kami dari sisi-Mua Rahmah (Kasih Sayang-Mu) serta berikanlah kepada kami kecerdasan dalam menjalankan kehidupan yang sementara ini.(**)

Sumber : Islampos.com

OJK Tetapkan Modal Inti Minimum Bank Bengkulu Sebesar Rp3 Triliun

Kupas News – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan aturan modal inti minimum sebesar Rp3 triliun. Kelonggaran ini diberikan kepada setiap Bank Pembangunan Daerah (BPD),...

Bea Cukai Bengkulu Musnahkan Barang Sitaan

Kupas News – Direktorat Jendral Bea dan Cukai melalui Kantor Pengawasan dan Pelayanan (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Bengkulu, Kamis pagi (2/12/2021) melakukan pemusnahan...

Aksi Demo Warga Tuntut Bupati Mian Tutup PT. Pamor Ganda

Kupas News – Usai beberapa kali menggelar pertemuan dengan manajemen PT. Pamor Ganda tidak membuahkan hasil, akhirnya warga Desa Pasar Ketahun, Lubuk Mindai, dan...

Presiden RI Keluarkan Kebijakan Segera Belanjakan TKDD 2022

Kupas News – Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah pimpin penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD)...

Berikut Ini Motor “Offroad” Trail Terbaik Sepanjang 2021

Kupas News – Industri sepeda motor setiap tahunnya selalu mengembangkan berbagai inovasinya. Sudah pasti teknologi dan spesifikasi terkini yang diterapkan pada keluaran terbaru mereka....

Terbaru