oleh

Pengembangan Wisata di Kepahiang Terkendala Status Lahan

Perkebunan Teh Kabawetan salah satu lokasi pariwisata yang diunggulkan di Kabupaten Kepahiang.
Perkebunan Teh Kabawetan salah satu lokasi pariwisata yang diunggulkan di Kabupaten Kepahiang.

Kepahiang, Kupasbengkulu.com– Pemkab Kepahiang melalui Dinas Kominfo dan Budpat mengakui, pengembangan pariwisata di kabupaten masih terkendala status lahan.

Penunjukan beberapa destinasi wisata sebelumnya, termasuk dengan enam lokasi yang telah diunggulkan, belum satupun yang disertai dengan pembebasan lahan.

“Sampai saat ini, tidak ada satupun lokasi destinasi wisata di Kepahiang yang sudah dibebaskan. Termasuk dengan destinasi wisata yang kita unggulkan selama ini, seperti Danau Indah di Ujan Mas, Kebun Teh di Kabawetan dan Air Terjun Curug Embun di Tebat Karai,” kata Kabid Pariwisata Dinas Kominfo dan Budpar Kepahiang, A Syartoni.

Kondisi demikian, jelas membuat kesulitan dalam melakukan pengembangan seperti diharapkan oleh banyak kalangan.

Kondisi yang jelas membuktikan, pihak Pemkab Kepahiang selama ini masih setengah hati dalam menjadikan potensi wisata, sebagai salah satu sumber pendapatan daerah atau Pendapatan Asli Daerah.

Sudah seharusnya mempertimbangkan prioritas kawasan untuk dilakukan pembebasan. “Kondisi pariwisata Kepahiang selama ini, sudah kita jelaskan semuanya dengan Bapak Bupati Hidayattulah Sjahid. Bahkan sudah tercetus rencana, untuk melakukan pembebasan lahan lokasi pariwisata yangdiprioritaskan.

Lokasi pariwisata yang diprioritaskan untuk dibebaskan tersebut kata Syartoni, belum dapat dipublikasikan. Alasannya masih dalam pertimbangan. Diperkiraan, ada beberapa lokasi yang dinilainya berpotensi, yakni perkebunan teh di Kecamatan Kabawetan dan Danau Musi Indah di Desa Suro Ilir, Kecamatan Ujan Mas.

“Kita belum bisa memastikan, karena yang akan memutuskan itu adalah Bapak Bupati,” ujar Syartoni.

Mengingat dana yang dibutuhkan untuk pembebasan lahan lokasi pariwisata itu mencapai miliaran rupiah, sumber dana dipastikan bukan dari APBD Kepahiang.

“Bupati tampak sangat serius dalam menggali potensi yang dimiliki Kepahiang. Masyarakat juga pasti mendukung upaya itu, terlebih sumber dana untuk pembebasan lokasi pariwisata itu, tidak akan menggangu rencana pembangunan daerah,” jelas Syartoni.(slo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed