Senin, Juni 27, 2022

Pengrajin Gaharu Bengkulu Tengah Nantikan Pasar Bebas

Baca selanjutnya

Pohon Gaharu
Pohon GaharuGaharu

kupasbengkulu.com – Bengkulu Tengah merupakan salah satu penghasil pohon gaharu (Aquilaria malacensis lamk) terbanyak di Pulau Sumatera memberikan peluang bisnis yang menjanjikan bagi masyarakat kabupaten “maroba ite maju”.

Pohon gaharu banyak tumbuh di seputar Taman Hutan Rajo Lelo, Tanjung Terdana dan Pondok Kubang. Seperti yang diungkapkan oleh tengkulak sekaligus pengrajin gaharu di Desa Pagar Jati, Kecamatan Pagar Jati, Jarab (35) bahwa harga jual gaharu terbilang cukup tinggi.

“Tergantung kelas gaharunya, paling rendah Rp 10 ribu perkilo untuk serbuk, paling mahal Rp 200 juta per kilo kelas double super” katanya kepada kupasbengkulu.com (17/9/2014).

Tingkatan kelas dilihat dari tua tidaknya teras (getah yang mengeras) pada gaharu.
Secara garis besar kelas gaharu dibagi menjadi 9 jenis. Yaitu Double super, super, AB super, AB tepat, AB biasa, BC, C1, C, Kemedangan.

Gaharu yang juga disebut oleh masyarakat Bengkulu Tengah sebagai pohon karas, saat ini mulai dibudidaya. Hal ini mengingat jumlahnya di hutan alami yang mulai menipis. Sebab beberapa masyarakat yang tidak paham akan nilai jual gaharu menurut Jarab banyak yang menebang untuk dijadikan papan.

“Banyak yang belum paham, padahal satu pohon sebesar tiang listrik setinggi 10 meter laku paling murah Rp 500 ribu. Dari modal segitu kita bisa dapat untung hingga Rp 4 juta” tambanya.

Jarab melanjutkan bahwa gaharu di Bengkulu Tengah menarik minat dunia internasional. Pangsa pasar gaharu adalah wilayah timur tengah. Bahkan pernah ada orang Iran yang langsung membeli ke sini.

Menjadi permasalahan saat ini adalah proses penjualan yang cukup rumit. Diceritakan oleh Jarab semua barang harus disetor ke Jakarta kepada pengumpul besar untuk penjualan dalam jumlah banyak, mereka belum bisa ekspor langsung. Sebab proses mengurus ekspor yang sulit.

Padahal menurutnya jika jika diekspor maka ia bisa mendapatkan untung lebih banyak. Belum lagi jika pengiriman via udara yang harus menunggu karantina cukup lama.

“Harga Rp 200 juta, kalau diekspor bisa jadi Rp 400 juta! Mangkanya kami penjual gaharu berharap 2015 pasar bebas benar benar diterapkan” ungkapnya berharap.

Butuh waktu 20 tahun untuk menunggu satu pohon gaharu siap dibakar sebelum diambil.
Gaharu diketahui merupakan bahan dasar pembuatan kosmetik, dupa, dan obat yang terlebih dahulu disuling untuk menghasilkan minyak. (cr10)

Lomba Tenis Meja Polairud Bengkulu Resmi Ditutup

Kupas News, Kota Bengkulu - Lomba tenis meja yang digelar Polairud, Polda Bengkulu resmi ditutup. Ajang yang digelar dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara ke-76...

Polairud Gelar Lomba Tenis Meja Sambut HUT Bhayangkara

Kupas News, Kota Bengkulu - Semarak menyambut HUT Bhayangkara ke-76 terus digelorakan jajaran Polda Bengkulu dengan menggelar berbagai kegiatan. Sabtu, 25 Juni 2022, giliran...

Selamat Datang Airlangga

Kupas Artikel - Ucok mengangkat telepon dengan nada tergesa-gesa. Ia mungkin sangat terkejut tumben-tumben saya menelpon. “Siap bos” tutur Ucok menyambut telepon saya. Beberapa...

Bengkulu Tuan Rumah Open Swimming Championship 2022 se-Sumatera

Kupas News, Bengkulu - Gubernur Rohidin Mersyah membuka kejuaraan Bengkulu Open Swimming Championship se Sumatera Tahun 2022 di Kolam Renang Rafflesia Kota Bengkulu, Jum'at...

Wagub Rosjonsyah Terima Kunjungan Eks Gubernur Jabar

Kupas News, Bengkulu - Wakil Gubernur (Wagub) Bengkulu Rosjonsyah menerima audiensi mantan Gubenur Jawa Barat Ahmad Heryawan dalam rangka investasi di bidang Kopi Bengkulu...

Terbaru