oleh

Petani di Bengkulu Selatan Keluhkan Pupuk Bersubsidi

Selama 10 tahun petani di Bengkulu mengalami kelangkaan pupuk. (Foto : Valentina Alfarani)
Selama 10 tahun petani di Bengkulu mengalami kelangkaan pupuk. (Foto : Valentina Alfarani)

kupasbengkulu.com – Kades Desa Dusun Baru kecamatan Seginim Bengkulu Selatan Alpian,  mengakui jika petani di desanya mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi, khususnya urea.

“Setiap tahun warganya selalu mengalami sulitnya mendapatkan pupuk urea bersubsidi tersebut. Kesulitan pupuk tersebut bukan hanya disaat bercocok tanan padi sawah saja, tapi di saat petani mau menanam tanaman palawija sebelum datangnya musim tanam padi, seperti menanam kacang-kacangan dan jagung, juga mengalami kelangkahan pupuk,” tutur Kades.

Sekarang ini, lanjut Alpian, banyak warganya yang tidak mendapat pupuk urea untuk memupuk tanaman padinya, kalaupun ada, harganya cukup tinggi dan jauh dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sudah di tetapkan pemerintah, kenaikan harga eceran ini akibat dampak kelangkaan pupuk tersebut.

Persoalan ini sangat dikeluhkan petani, kalau pun adanya pupuk, terkadang setelah usai musim tanam, dan harganya pun sudah diluar amabang kewajaran, persaknya mencapai 120-130 ribu rupiah.

“Saya tidak tahu persis apa penyebab yang sebenarnya mengenai kelangkaan pupuk ini, seandainya kuota untuk di Kecamatan Seginim ini memang kurang, maka selaku kepala desa, saya sangat berharap kepada pemerintah Bengkulu Selatan, untuk dapat menambah stok  pupuk khususnya di kecamatan,” demikian Alpian.(tom)

Rekomendasi