oleh

Polres Sita 25 Ton Pupuk Palsu

Pupuk palsuBengkulu Selatan, kupasbengkulu.com – Kinerja pihak kepolisian Mapolres patut diacungi jempol. Pasalnya Minggu, (22/3/2015) Tim Buru Sergap (Buser) Mapolres Bengkulu Selatan berhasil mengungkap 25 ton pupuk yang diduga palsu.

“Sebanyak 25 ton lebih pupuk yang diduga oplosan berhasil kami sita dan saat ini sudah kami amankan di Mapolres BS,”kata Kapolres BS, AKBP Abdul Muis SIK melalui Pelaksana tugas (Plt) Kasat Reskrim, Iptu Rizki Akbar, kepada kepada kupasbengkulu.com Senin (23/3/2015).

Menurut Riski, pupuk oplosan ini disita dari dua pengecer di Desa Pasar Pino, Pino Raya, yakni di Ss (34) dan As (40). Dari gudang SS pihaknya berhasil mengamankan pupuk non subsidi yakni KCL sebanyak 10 ton atau 200 sak, NPK merk Kebomas 1,5 ton, KCL merk Jaya 9.75 ton total pupuk yang diduga oplosan di gudang SS sebanyak 21,25 ton.

Lalu di gudang milik As yakni KCL merk Mahkota sebanyak 1,85 ton, lalu NPK Ponska 3,45 ton dan urea sebanyak 0,5 ton. Total pupuk yang diamankan di gudang As sebanyak 5,8 ton. Pengamanan terhadap pupuk yang diduga oplosan tersebut dilakukan Minggu (22/3/2015) sekitar pukul 88.30 WIB di gudang pemiliknya.

“Saat ini ke-dua pemilik kios tersebut masih dilakukan pemeriksan sebagai saksi,” ujar Rizki.

Ditambahkan Rizki, terungkapnya adanya pupuk non subsidi oplosan ini berdasarkan dari laporan warga yang mengeluhkan pupuk yang dibeli dari kedua kios pengecer tersebut saat di gunakan petani hasilnya tidak ada perbedaan secara signifikan.

Mendapat laporan tersebut, pihaknya pun langsung melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan serta sampel yang diambil dari pupuk asli dan pupuk dari gudang keduanya ternyata ada bedanya.

“Saat kami cek, pupuk dari gudang kedua orang itu kami campur dengan air, ternyata airnya berubah warna, sedangkan kalau pupuk asli, airnya tetap bening atau jernih,” terang Rizki.

Sementara itu, sambung Rizki, dari keterangan kedua pemilik gudang pupuk tersebut, mereka mengaku tidak mengetahui jika pupuk yang mereka salurkan ke petani itu pupuk palsu. Mereka baru tahu setelah didatangi penyidik.

Sementara pemilik kedua Kios pengecer itu tidak mengatahui kalau pupuk yang dibelinya itu palsu atau oplosan.

“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan terhadap keduanya itu. Apakah mereka benar – benar tidak tahu atau pura – pura tiadak tahu kalau pupuk tersebut palsu,” tutup Rizki. (tom)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

eighteen − nine =

News Feed