Senin, Mei 23, 2022

Presidential Threshold Celah Praktek Politik Kotor dan Oligarki Kekuasaan

Baca selanjutnya

Kupas News, Bengkulu – Penetapan Predisential Threshold atau ambang batas pencalonan presiden dengan minimal 20 persen kursi di legislatif menuai berbagai pro kontra di kalangan masyarakat. Beberapa pihak bahkan kembali melakukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk menggugat putusan tersebut.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Hazairin Bengkulu, Rahiman Dani menilai penetapan PT 20 persen ini akan berpotensi melahirkan proses demokrasi yang tidak sehat. Selain itu, Presidential Threshold 20 persen akan membuat para calon melakukan segala cara untuk mendapat kursi serta dukungan partai demi memenuhi hasrat maju sebagai calon presiden ataupun kepala daerah di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

“Saya kira presiden threshold 20 persen ini sangat riskan terjadinya praktek-praktek politik kotor. Beberapa pihak pasti akan berusaha mendapatkan dukungan partai dan kursi di legislatif walaupun dengan cara-cara yang tidak dibenarkan. Ini yang kita takutkan bakal jadi praktek oligarki kekuasaan di masa depan,” katanya dalam wawancara bersama televisi lokal, Selasa (15/02).

Eks Anggota DPRD Provinsi Bengkulu ini juga setuju jika syarat pencalonan presiden maupun kepala daerah diubah menjadi 0 persen. Menurutnya hal tersebut dirasa lebih fair karena setiap partai politik dapat mencalonkan kader-kader terbaiknya.

Ia juga mengapresiasi atas sikap para akademisi, mahasiswa, aktivis dan penggiat demokrasi yang telah mengajukan judicial review presidential threshold ke MK. Kendati demikia, ia menyadari kalau permohonan uji materi mengenai PT 20 persen ini sebelumnya sudah 17 kali diajukan dan diputus oleh MK dengan amar putusan ditolak dan tidak dapat diterima.

“Semoga permohonan untuk koreksi PT 20 persen menjadi 0 persen itu dapat dikabulkan, agar Pilpres maupun Pilkada serentak 2024 kelak lebih memenuhi azas konstitusi dengan kedaulatan rakyatnya sehingga memungkinkan hasil yang lebih berkualitas,” tutupnya. [Rls]

Mantan Menakertrans Fahmi Idris Tutup Usia

Kupas News, Jakarta - Mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Menteri Perindustrian, Fahmi Idris meninggal dunia pada Minggu 22 Mei 2022. Kepastian meninggalnya Fahmi...

Maraknya Konflik Agraria, Dempo Xler Menilai Hukum Tidak tegak

Kupas News, Bengkulu – Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu, Dempo Xler turut bersikap atas maraknya konflik agraria yang terjadi di wilayah Provinsi Bengkulu....

Ketua Dewan Supriyanto Dampingi Helmi Hasan Terima Penghargaan WTP dari BPK

Kupas News, Kota Bengkulu – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu berhasil mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pengawas Keuangan (BPK) atas laporan keuangan...

ARGA Gelar Halal Bihalal Bertajuk Mendukung Pers Bersatu Membangun Negeri

Kupas News, Mukomuko – Aliansi Remaja Gemar Aktifitas (ARGA), Kamis (19/05) menggelar acara Halal Bihalal dan Silaturahmi bertajuk “Mendukung Pers Bersatu Membangun Negeri” di...

Sera dan Joan Bakal Jadi Kado Spesial JMSI di HUT Kabupaten Seluma

Kupas News, Seluma - Dalam Rangka Memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Seluma yang ke-19, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Seluma mempersembahkan kado Spesial...

Terbaru