Kamis, Oktober 6, 2022

Presidential Threshold Celah Praktek Politik Kotor dan Oligarki Kekuasaan

Baca selanjutnya

Kupas News, Bengkulu – Penetapan Predisential Threshold atau ambang batas pencalonan presiden dengan minimal 20 persen kursi di legislatif menuai berbagai pro kontra di kalangan masyarakat. Beberapa pihak bahkan kembali melakukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk menggugat putusan tersebut.

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Hazairin Bengkulu, Rahiman Dani menilai penetapan PT 20 persen ini akan berpotensi melahirkan proses demokrasi yang tidak sehat. Selain itu, Presidential Threshold 20 persen akan membuat para calon melakukan segala cara untuk mendapat kursi serta dukungan partai demi memenuhi hasrat maju sebagai calon presiden ataupun kepala daerah di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

“Saya kira presiden threshold 20 persen ini sangat riskan terjadinya praktek-praktek politik kotor. Beberapa pihak pasti akan berusaha mendapatkan dukungan partai dan kursi di legislatif walaupun dengan cara-cara yang tidak dibenarkan. Ini yang kita takutkan bakal jadi praktek oligarki kekuasaan di masa depan,” katanya dalam wawancara bersama televisi lokal, Selasa (15/02).

Eks Anggota DPRD Provinsi Bengkulu ini juga setuju jika syarat pencalonan presiden maupun kepala daerah diubah menjadi 0 persen. Menurutnya hal tersebut dirasa lebih fair karena setiap partai politik dapat mencalonkan kader-kader terbaiknya.

Ia juga mengapresiasi atas sikap para akademisi, mahasiswa, aktivis dan penggiat demokrasi yang telah mengajukan judicial review presidential threshold ke MK. Kendati demikia, ia menyadari kalau permohonan uji materi mengenai PT 20 persen ini sebelumnya sudah 17 kali diajukan dan diputus oleh MK dengan amar putusan ditolak dan tidak dapat diterima.

“Semoga permohonan untuk koreksi PT 20 persen menjadi 0 persen itu dapat dikabulkan, agar Pilpres maupun Pilkada serentak 2024 kelak lebih memenuhi azas konstitusi dengan kedaulatan rakyatnya sehingga memungkinkan hasil yang lebih berkualitas,” tutupnya. [Rls]

Polisi Temukan 2 Paket Sabu Dirumah Oknum Petani

Kupas News, Bengkulu Utara – Seorang pelaku penyalahgunaan narkotika kembali ditangkap pihak kepolisian. JH (36) yang berprofesi sebagai petani diciduk Satres Narkoba Polres Bengkulu...

Pemprov Bengkulu dan KPK Komitmen Bersama Tertibkan Izin Tambang

Kupas News, Kota Bengkulu – Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan, Kepolisian beserta Bupati/Walikota se Provinsi Bengkulu, Rabu, melakukan penandatanganan Komitmen...

BPBD Ingatkan Masyarakat Waspadai Cuaca Ekstrim di Bengkulu

Kupas News, Kota Bengkulu – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksikan Kota Bengkulu berpotensi hujan sedang hingga lebat pada tanggal 4-6 Oktober.  Potensi...

Kemendikbud Gelar FKSM Produksi Pengetahuan Ragam Komunitas di Bengkulu

Kupas News, Kota Bengkulu – Direktorat Perfilman, Musik, dan Media, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), bekerja sama dengan ARCOLABS,...

Ketua Komisi II Ingin Bengkulu Jadi Lumbung Atlet Terbaik

Kupas News, Kota Bengkulu – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu, Jonaidi, SP berharap Bengkulu ke depan dapat menjadi daerah lumbung atlet...

Terbaru