Senin, Agustus 15, 2022

PT Pamor Ganda Diberikan Waktu 2 Minggu Tuntaskan Persoalan dengan Masyarakat Ketahun

Baca selanjutnya

Kupas News – Kendati belum menemukan titik terang terkait hak masyarakat dari 20 persen HGU perkebunan PT Pamor Ganda, Pemerintah provinsi (Pemprov) Bengkulu kembali memfasilitasi dan memediasi masyarakat di tiga Desa penyangga dengan perusahaan perkebunan PT. Pamor Ganda, Senin (15/11).

Dalam mediasi perwakilan dari masyarakat Desa Talang Baru, Desa Lubuk Mindai dan Desa Pasar Ketahun Kecamatan Ketahun, Kabupaten Bengkulu Utara serta dari pihak Pamor Ganda dan juga BPN membahas terkait Proposal yang diajukan masyarakat kepada PT Pamor Ganda.

Menurut Asisten I Setda Provinsi Bengkulu Supran, pertemuan ini yang merupakan kelanjutan dari rapat sebelumnya, di mana Pemprov Bengkulu menjadi mediator terkait proposal aspirasi yang disampaikan masyarakat di Kecamatan Ketahun terhadap perusahan perkebunan PT Pamor Ganda.

“Ini rapat kelanjutan dari rapat sebelumnya, di sini Pemprov sebagai mediator. Di mana masyarakat tiga desa penyangga yang menuntut atas hak 20 persen HGU perkebunan PT Pamor Ganda,” sebut Supran, usai memimpin rapat di Ruang Rapat Rafflesia Kantor Gubernur Bengkulu.

Sementara Gubernur Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Magdalena Mei Rosa yang sejak awal mendampingi mengatakan kehadiran perusahaan seyogyanya memberikan manfaat kepada masyarakat sekitar. Namun tidak dengan PT. Pamor Ganda yang menurutnya hanya memikirkan kepentingan perusahaan sedniri.

“Kami melihat disini ada indikasi pelepasan HGU plasma Pamor  Ganda sebagian fiktif . Hanya diatas kertas untuk melengkapi syarat perpanjangan HGU. Karna ketika kami cek di lapangan, kami tidak temukan plasma sesuai dengan laporan mereka.  Jika mereka bisa menunjukan realnya jumlah plasma yang sesuai dengan laporan, maka kami anggap persoalan ini clear,” tegas Gubernur LIRA.

Untuk itu, dirinya memberikan tenggat waktu dua minggu kepada PT Pamor Ganda untuk memberikan jawaban terkait penyelesaian tiga desa penyangga ini. Ia juga menghimbau kepada pihak terkait untuk uji petik dilapangan, seperti BPN dan Dinas Pertanian untuk tidak hanya sekedar menerima laporan diatas kertas.

Sebelumnya kuasa hukum PT. Pamor Ganda menyebutkan sebagian dari 20 persen atau lebih dari 400 Ha telah diberikan kepada TNI, Brimob dan Pemda Bengkulu Utara.

Menanggapi kuasa hukum PT. Pamor Ganda, Gubernur LIRA menilai bahwa itu jelas berbeda payung hukumnya. “Lalu apa hubungan dengan plasma untuk masyarakat penyangga,” tanyanya.

Terkait keputusan PT Pamor Ganda yang mendahulukan TNI, Brimob dan Pemkab Bengkulu Utara, Ia menduga salah besar jika PT Pamor Ganda justru mengesampingkan desa penyangga yang berada di area ring 1 HGU perkebunan PT Pamor Ganda.

“Tiga desa yang kami dampingi yaitu Pasar ketahun , Lubuk Mindai dan Talang Baru merupakan desa penyanggah ring satu. Jadi patut didahulukan. Kenapa mereka justru malah mendahulukan TNI , Brimob dan pemkab BU. Ada apa ini?,” demikian Gubernur LIRA.

Editor: Riki Susanto

Kejuaraan Tenis Meja Bengkulu Resmi Ditutup

Kupas News, Bengkulu - Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah secara resmi menutup Kejuaraan Tingkat Provinsi Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Tahun 2022 sekaligus menyerahkan...

Sambut HUT Pramuka Ke 61, Kwarda Bengkulu Ziarah ke Makam Pahlawan

Kupas News, Bengkulu - Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bengkulu Hamka Sabri memimpin upacara Ziarah Makam Pahlawan dan Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan...

Dua Remaja Kantongi Sabu Diamankan Polres Bengkulu

Kupas News, Bengkulu - Tindak lanjut hasil penyelidikan Tim Opsnal yang diturunkan setelah menerima informasi warga, Kasat Resnarkoba IPTU E.H Purba dan KBO Satresnarkoba...

Tega, Anak Kandung Jadi Sasaran Sahwat setelah Ditinggal Sang Istri

Kupas News, Rejang Lebong - Seorang oknum Khatib Masjid berinisial MR (43) warga Kabupaten Rejang Lebong (RL) ditangkap personil Polsek Bermani Ulu Polres RL...

Irjen Ferdy Sambo Diperiksa Timsus Polri Sebagai Tersangka

Kupas News, Jakarta - Penyidik tim khusus Polri melakukan pemeriksaan perdana terhadap Irjen Ferdy Sambo di Mako Brimob sebagai tersangka kasus dugaan pembunuhan Brigadir...

Terbaru