oleh

Rasakan Petualangan dan Sensasi Air Terjun Ketenong

Rasakan Petualangan dan Sensasi Air Terjun Ketenong

kupasbengkulu.com – Kabupaten Lebong merupakan kabupaten konservasi yang sebagian besar wilayahnya masuk ke dalam Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS).

Taman yang membentang luas sampai melintasi dua Provinsi yakni Bengkulu dan Jambi ini memberikan sejuta pesona warisan dunia dibalik rimbunnya hutan.

Salah satu warisan dunia itu adalah Air Terjun Ketenong yang berada di kawasan TNKS terdapat di Desa Ketenong I Kecamatan Pinang Belapis.

Memiliki ketinggian 55 meter, air terjun ini memberikan cerita dan kebanggaan tersendiri bagi pemerintah Kabupaten Lebong, karena warisan dunia ini merupakan salah satu objek wisata andalan Provinsi Bengkulu.

Kawasan wisata yang masih alami dan hutan terjaga dengan baik ini sangat tepat bagi traveller pecinta petualang karena cukup sulit untuk mencapai air terjun yang tertutup oleh rimbun hutan TNKS ini.

Rasakan Petualangan dan Sensasi Air Terjun Ketenong

Air terjun ini berjarak lebih kurang empat jam perjalanan dari Desa Ketenong I yang ditempuh melalui jalan kaki.

Sedangkan Desa Ketenong I berjarak 28 KM dari kota Muara Aman yang dapat ditempuh oleh roda dua maupun roda empat. Bagi traveller yang tertarik untuk mengunjungi air terjun ini, simak baik-baik petunjuk berikut ini.

Sebelum berangkat, sebaiknya treveller membawa bekal secukupnya karena perjalanan yang akan ditempuh cukup jauh dan disarankan waktu berangkat pada pagi hari agar tidak kemalaman selama perjalanan.

Dari Kota Muara Aman, traveller bisa naik ojek ke Desa Ketenong I dengan ongkos yang lumayan besar mengingat jarak tempuh dan medan yang dilalui cukup sulit yaitu Rp. 50.000 sekali berangkat.

Atau, untuk menambah sensasi berpetualang, traveller bisa menyewa motor trail yang disewakan oleh beberapa bengkel di Muara Aman dengan tarif Rp 100.000 per harinya.

Sesampainya di Desa Ketenong I, traveller dapat singgah ke rumah warga setempat dan jangan sungkan untuk bertanya jalan menuju ke Air Terjun. Traveller juga bisa meminta bantuan kepada warga untuk menuntun jalan hingga sampai ke Air Terjun.

Biasanya para pemuda tidak sungkan untuk memberikan bantuannya apalagi traveller berasal dari luar Daerah.

Kalau semuanya sudah beres, akhirnya petualangan traveller akan segera dimulai. Perjalanan akan dimulai dari area persawahan masyarakat sekitar, kemudian setelah berjalan kaki lebih kurang 15 menit traveller mulai memasuki kawasan TNKS.

Nah, para traveller wajib berhati-hati, karena hanya jalan setapak yang dibuat warga untuk menuju ke Air Terjun.

Jika beruntung, traveller akan menemukan bunga kebanggaan masyarakat Bengkulu yaitu Rafflesia Arnoldi, karena menurut cerita warga sering menemukan bunga tersebut sedang mekar.

Maklum, bunga yang tumbuh konon hanya di Bengkulu ini tidak tumbuh disatu tempat saja. Setelah empat jam perjalanan, gemuruh air mulai terdengar. Rasa capek traveller akan terasa hilang seketika karena penasaran akan keindahan air terjun yang selalu menjadi buah bibir masyarakat Lebong.

Sungguh indah ciptaanMu Tuhan, kata-kata itulah yang paling tepat ketika pertama kali melihat Air Terjun setinggi 55 meter ini. Traveller akan berdecak kagum, duduk sejenak dan mengabadikan warisan dunia yang satu ini.

Dari kejauhan air yang jatuh menghasilkan embun dan membuat sejuk di daerah sekitar. Tak perlu buang-buang waktu, traveller silahkan mandi menikmati keindahan alam merasakan sejuknya air ciri khas dari alam bumi Rafflesia, Indonesia tercinta.(**)

Penulis : Rendra Sutanto, Kabupaten Lebong

Rekomendasi