Kamis, Agustus 11, 2022

Rencana Patung Fatimah?

Baca selanjutnya

Fatimah alias Fatmawati Puteri Bengkulu  yang lahir 5 Februari 1923, Dia  Ibu Negara Indonesia pertama dari Tahun 1945 hingga tahun 1967 dan  meninggal di Kuala Lumpur, Malaysia, 14 Mei 1980  di umur 57 tahun.

Ibu Negara ini dikenal tegas dan keras dalam memegang prinsip. Anti di poligami oleh Presiden Indonesia pertama Soekarno. Dia dikenal oleh rakyat Indonesia, akan jasanya dalam menjahit Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih yang turut dikibarkan pada upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jakarta pada tanggal 17 Agustus 1945.

Kini rencananya Pemerintah Provinsi Bengkulu akan membangun patung Ibu Negara Indonesia pertama ini di Simpang Lima  Ratu Samban. Penulis rasa letaknya kurang tepat. Patung Fatmawati baiknya diletakkan di Bandara Fatmawati, di Padang Kemiling.

Untuk di Simpang Lima Ratu Samban, baiknya dibangun monumen perlawanan Anak Negeri Bengkulu, Mardjati alias Ratu Samban, yang berani menentang kolonial Belanda pada abad ke-18, dalam kesewenang-wenangan dalam menentukan pajak. Ini baik, disaat patriotisme  generasi muda rawan di ‘ujung tanduk’.  Apalagi, bila patung Fatmawati yang berdiri di tengah persimpangan jalan, rawan tertabrak kendaraan, akibat jalan raya yang banyak belubang kurun waktu tiga tahun belakang ini.

Bicara azas manfaat, monumen Mardjati alias Ratu Samban itu juga banyak manfaatnya, dalam rencana membangun mengunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Bukan dana yang bersumber dari dana APBD Provinsi Bengkulu.

Penulis hanya coba bersumbangsih, bagaimana  berbuat sesuatu itu dapat menghasilkan, menguntunkan bagi  Provinsi Bengkulu. Misalkan, dengan adanya sisa-sisa peninggalan Inggris, provinsi sempat mendapat perhatian Pemerintah Inggris, dengan menghibahkan tongkat emas Thomas Stamford Bingley Raffles, yang pernah berkuasa di negeri ini.

Lantas, kenapa kita tidak membuat sesuatu yang memancing investor asing datang dan menanamkan modalnya ke Provinsi Bengkulu ini?   Bukankah Bengkulu mempunyai romantika, tragedi history dengan Inggris, Belanda serta dengan Singapura yang banyak mengunakan nama Bencoolen?

Ini sedikit berbeda dengan mantan Walikota Bengkulu A Kanedi dalam melihat azas manfaat patung sosok Fatmawati, di Kota Pusaka yang tak menyimpan benda ini. Khayal.

Pemerhati Sejarah dan Budaya tinggal di Bengkulu    

Dua Remaja Kantongi Sabu Diamankan Polres Bengkulu

Kupas News, Bengkulu - Tindak lanjut hasil penyelidikan Tim Opsnal yang diturunkan setelah menerima informasi warga, Kasat Resnarkoba IPTU E.H Purba dan KBO Satresnarkoba...

Tega, Anak Kandung Jadi Sasaran Sahwat setelah Ditinggal Sang Istri

Kupas News, Rejang Lebong - Seorang oknum Khatib Masjid berinisial MR (43) warga Kabupaten Rejang Lebong (RL) ditangkap personil Polsek Bermani Ulu Polres RL...

Irjen Ferdy Sambo Diperiksa Timsus Polri Sebagai Tersangka

Kupas News, Jakarta - Penyidik tim khusus Polri melakukan pemeriksaan perdana terhadap Irjen Ferdy Sambo di Mako Brimob sebagai tersangka kasus dugaan pembunuhan Brigadir...

MUI Apresiasi Kapolri Bongkar Kasus Brigadir J Sampai ke Akar

Kupas News, Jakarta - Wakil Ketua Umum (Waketum) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mengapresiasi Kapolri dan segenap pihak di kepolisian yang telah mampu...

TP PKK Bengkulu Gelar Lomba Masak Berbahan Dasar Ikan

Kupas News, Bengkulu - Tingkatkan minat masyarakat gemar mengkonsumsi ikan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK Bengkulu dan Bengkulu Ekspress Group...

Terbaru