oleh

Rohidin Apresiasi Langkah Komunitas 1000 Guru Sasar Pedalaman dan Minim Fasilitas

Kupas News – Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menyambut audiensi yang tergabung dalam Komunitas 1000 Guru, Rabu (6/10) di gedung daerah Balai Semarak Bengkulu.

Komunitas yang dibangun untuk memajukan pendidikan khususnya di daerah – daerah terpencil yang masih minim fasilitas maupun tenaga pendidikan.

Rohidin mengungkapkan apresiasinya kepada gerakan Komunitas 1000 Guru sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan di Bengkulu. Khususnya di daerah daerah terpencil yang dengan segala keterbatasan fasilitas maupun tenaga pendidikan.

“Adik – adik ini yang tergabung dalam 1000 Guru ini, peduli terhadap kualitas dunia pendidikan terutama di daerah – daerah terpencil,” apresiasi Gubernur Rohidin.

Dijelaskan Gubernur Rohidin bahwa Tim 1000 Guru ini juga mempunyai pemetaan ada beberapa sekolah dasar yang kekurangan tenaga pengajar, juga sarana dan prasarana belajar yang belum memadai maupun sulitnya akses bagi masyarakat untuk menuju lokasi sekolah.

“Saya mendapatkan informasi seperti itu, akan segera kita kumpulkan Kepala Dinas Kabupaten/Kota. Kemudian nanti kita petakan kebutuhannya seperti apa termasuk ketersediaan tenaga guru. Misalnya guru tidak tetap, adik – adik ini juga bersedia tetapi nanti regulasinya seperti apa, lalu anggarannya, saya kira ini harus dilakukan,” terang Gubernur Rohidin.

Dijelaskan Ketua Regional 1000 Guru Bengkulu Fandi Ahmad bahwa kunjungannya bertemu Gubernur Rohidin terkait untuk meminta dukungan karena program 1000 Guru ini akan kembali dilakukan. Sebelumnya kegiatan ini sempat terhambat akibat Pandemi COVID-19.

Komunitas 1000 Guru ini telah dimulai sejak tahun 2015 yang tersebar dari Mukomuko hingga Kabupaten Kaur, yang menyasar kepada daerah – daerah pedalaman seperti Selagan Raya, Muara Sahung, Lebong Tandai maupun Padang Capo.

“Support kita memang ke daerah – daerah pedalaman khususnya sekolah pendidikan dasar, kita biasanya berkegiatan di sana Jumat, Sabtu dan Minggu. Kita konsepnya fun teaching, fun learning, kita ada donasi juga, pengobatan gratis kepada masyarakat karena kita juga ada tim medisnya, pentas seni juga kita mengeksplorasi tempat wisata di daerah tersebut,” jelas Fandi.

Komunitas 1000 Guru dibentuk pada 2012 oleh Jemi Ngadiono, 1000 Guru adalah komunitas non-formal beranggotakan pemuda-pemudi yang peduli pendidikan anak-anak di wilayah terpencil Indonesia. Berbeda dengan komunitas yang berbasis pendidikan lainnya, dalam komunitas ini kegiatan volunteering mengajar diisi juga dengan travelling di lokasi sekitar sekolah.

Program ini dinamakan Travelling and Teaching, di mana kegiatan perjalanan yang tak hanya menapaki keindahan alam di pedalaman negeri dan mengenal budaya adat-istiadat warisan leluhur. Namun juga melakukan kegiatan mengajar serta berbagi ilmu dengan anak-anak di daerah terpencil.

Editor: Alfridho Ade Permana

Rekomendasi