oleh

RSUDHD Manna Rawat Bayi Usus Terburai

Bayi mengalami kelainan dinding perut di rawat di RSUDHD Bengkulu Selatan
Bayi mengalami kelainan dinding perut di rawat di RSUDHD Bengkulu Selatan

Bengkulu Selatan, kupasbengkulu.com – Pihak Rumah Sakit Umum Daerah Hasanudin Damrah (RSUDHD)Bengkulu Selatan kedatangan pasien kelainan pada dinding perut. Pasien tersebut seorang bayi yang baru saja dilahirkan itu mengeluarkan usus dari dinding perutnya.

Menurut pihak rumah sakit Hasanuddin Damrah, saat ini bayi perempuan anak ketiga dari pasangan Nisma Dewi (38) dan Tasun (37) warga Desa Talang Indah Kecamatan Bunga Mas itu, sudah dilakukan operasi dan sekarang sudah normal kembali setelah pihak dokter memasukan kembali usus bayi yang sebelumnya terburai keluar tersebut.

“Usai operasi Senin, (9/3/2015) sekitar pukul 15.01Wib kemarin, sekarang bayinya sedang kita rawat secara intensif di ruang Perinatalogi RSHD Manna,” kata direktur RSUDHD Manna Redwan Arif.

Bayi yang belum di beri nama oleh kedua orang tuanya ini lahir di rumahnya atas bantuan bidan desa setempat sekitar pukul 13.15 Wib kemarin. Lantas oleh bidan desa yaitu Rica, karena kondisi bayi cukup memperihatinkan akhirnya oleh bidan desa tersebut mempunyai inisiatif bayi itu dirujuk ke RSHD Manna untuk dilakukan operasi guna memasukan kembali ususnya yang sudah hampir semuanya keluar itu,” terang Drektur RSHD Redwan Arif kepada kupasbengkulu.com Selasa, (10/3/2015) saat menuju ruang Perinatalogi tempat bayi tersebut di rawat.

Berkat tindakan cepat, baik dari bidan desa ataupun dokter yang menangani. Setelah dilakukan operasi sekitar pukul 15.01 Senin (9/3/2015) oleh dokter specialis bedah RSHD Manna, yakni M Rusmadi bayi yang baru berumur 2 hari ini akhirnya selamat, dan saat ini sedang di rawat di dalam incubator ruang Perinatalogi.

“Untunglah kita sudah ada dokter spesialis bedah dan tidak perlu rujukan ke RS Kota Bengkulu lagi, atas tindakan cepat dari bidan dan dokter, bayi yang terkena Gastroschisis (kelainan diding perut) ini dapat terselamatkan. Saat ini bayi itu dalam keadaan sehat dan masih penuh perawatan dari pihak rumah sakit dan masih di incubator,” tutup Redwan.

Di tambahkan kepala ruang Perinatalogi Wisni Hartati, menurutnya kelainan pada dinding perut pada bayi itu biasanya dikarenakan pada ibu yang hamil   ke-10 minggu, bayi yang masih didalam kandungan sang ibu tersebut terkena virus Toxoplasma.

Oleh sebab itu, disyarankan kepada ibu – ibu hamil untuk sering control dan melakukan USG ke Rumah Sakit ataupun ke klinik-klinik yang sudah mempunyai alat untuk USG bayi. “Paling tidak pada kehamilan bulan ke 7 itu sering dilakukan USG,” demikian Wisni Hartati menyarankan. (tom)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

11 + 5 =

News Feed