oleh

Rumah Ini Nyaris Terjun ke Sungai

sungai
Rumah warga nyaris terjun ke aliran Sungai Air Gatal

kupasbengkulu.com – Dua unit rumah warga Desa Darat Sawah Kecamtan Seginim, nyaris terjun ke sungai Air Gatal. Hal tersebut disebabkan hujan deras beberapa waktu lalu, membuat ambruk bangunan siring Air Gatal.

Kondisi ini sangat memprihatinkan dua rumah warga di Desa Darat Sawah ikut terancam ambruk bila terjadi longsor akibat gerusan air. Karena itu warga Desa Darat Sawah menuntut Pemda Bengkulu Selatan ataupun Provinsi Bengkulu, segera merealisasikan perbaikan siring dan rumah korban abrasi. Kondisi ini sudah berlangsung sejak Februari namun belum ada tindakan dari Pemda Bengkulu Selatan sehingga abrasi semakin bertambah parah.

Amim (60) warga setempat mengatakan, sejak awal April lalu sudah mengungsi ke rumah anaknya yang bersebelahan dengan rumahnya. Karena hampir setengah badan rumahnya sudah ambruk. Bukan hanya rumah Amim yang menjadi korban gerusan air saluran pembuangan irigasi Air Gatal itu, tapi juga rumah Wasih (70) yang juga masih kerabat dengan Amim. Bagian sumur milik Wasih ini sudah terlihat dan berada dipinggir tebing.

Kades Darat Sawah Haryanto mengatakan belum adanya tindakan dari Pemda BS atau provinsi membuat kondisi bangunan siring semakin parah. Begitu juga 2 bangunan rumah warga yang berada dipinggir tebing. Bangunan siring irigasi yang belum juga diperbaiki membuat aliran air terus menggerus tebing yang diatasnya berdiri rumah warga. Bahkan gerusan air saat ini bukan hanya berasal dari aliran irigasi namun dari Sungai Air Nipis.

”Kita sudah mencoba mengajukan peminjaman alat berat untuk memindahkan aliran air dari sungai Air Nipis sehingga tidak masuk ke aliran irigasi tapi belum berhasil. Ada informasi perbaikan akan dilakukan oleh Balai Sungai Sumatera menunggu APBD Perubahan tapi hingga saat ini belum ada kejelasan. Informasi lain, abrasi ini akan ditangani oleh pemda,” ujar Hayanto, Selasa (26/8/2014)

Lanjut Hayanto, warga berharap perbaikan siring dan rumah warga yang ambruk karena abrasi bisa segera direalisasikan. Kedua rumah warga itu sudah ada sejak sebelum siring pembuanga, itu dibangun. Ambruknya rumah warganya itu diawali dari siring pembuangan yang roboh. Padahal sebelumnya warga sudah mengadu kepemda untuk segera memperbaiki siring tersebut agar longsor tidak terjadi. Karena tidak juga ditanggapi, akhirnya kekhawatiran warga terbukti dengan ambruknya bagian belakang rumah Amim.

”Kita berharap bencana yang terjadi di Darat Sawah ini bisa jadi prioritas. Jangan sampai ada korban jiwa karena belum ada tindakan konkrit. Bila terus dibiarkan abrasi ini bisa menyebabkan jembatan yang menghubungkan jalan lintas Seginim-Air Nipis ikutan ambruk. Sebelum itu terjadi kita berharap segera ada tindakan baik dari balai sungai atau bupati,” harap Hayanto.(tom)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

6 + sixteen =

News Feed