oleh

Saat Bakal Calon Bupati Lebong Berebut Simpati Jelang Pilkada

Kopli dan Dalhadi Umar di tengah korban kebakaran
Kopli dan Dalhadi Umar di tengah korban kebakaran

Lebong, kupasbengkulu.com – Kebakaran yang menghanguskan tidak kurang dari 24 rumah warga Kampung Muara Aman pada Kamis (5/3/2015) dinihari yang lalu ternyata mengundang simpatik para elite politik. Pasalnya, dihari yang sama dua orang yang mempunyai nama besar hadir untuk memberikan bantuan di tengah-tengah warga yang tertimpa musibah.

Pada pukul 10.30 WIB, Jum’at (6/3/2015) Kopli yang merupakan direktur dari PT Uram Family datang bersama rombongan ke posko Dinas Sosial yang terletak tepat didepan lokasi kebakaran. Kopli yang kabarnya akan mencalonkan diri sebagai calon Bupati Lebong tahun 2015 lewat jalur independen itu membawa bantuan berupa uang tunai kepada warga yang terkena musibah.

“Dari hari pertama saya sudah datang ke lokasi, jadi saya melihat apa yang dibutuhkan warga yang terkena musibah ini. Pada hari ini saya dari PT Uram Familiy memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp 50 juta kepada 27 KK,” ujar Kopli sesaat setelah menyerahkan bantuan.

Tidak selang beberapa lama Kopli meninggalkan Posko, Dalhadi juga tiba dilokasi bersama staf dirinya dari Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) provinsi Bengkulu. Kehadiran Dalhadi ini rupanya sudah diketahui warga, karena pada pukul 23.30 WIB tadi malam, Dalhadi yang dari Bengkulu sudah mengunjungi warga.

Dalhadi memang sudah dikenal warga sebagai Bupati Lebong periode 2005-2010 dan DPRD Provinsi Bengkulu Periode 2014-2019.Dirinya sangat menyayangkan pada saat kejadian tidak ada satupun mobil pemadam kebakaran yang datang untuk memadamkan api, padahal ia menuturkan hal tersebut merupakan kewajiban dari pemerintah.

“Dari hasil pengamatan yang saya lakukan semalam, maka saya putuskan untuk mendirikan posko relawan untuk mendata apa yang dibutuhkan oleh warga yang dapat musibah ini, bahkan warga disekitar yang rumahnya tidak hangus juga harus didata karena mereka terkena dampak dari musibah ini,”ujar Dalhadi.

Dalhadi juga mengimbau warga untuk tidak bersikap anarkis karena tidak adanya satupun mobil damkar yang datang. Dirinya menjelaskan, kesalahan bukan terletak pada mobil tersebut, tapi pada pengelolaannya.

“Tolong dicatat ya, sebagai anggota DPRD Provinsi saya imbau warga untuk tidak menghancurkan mobil damkar yang ada, karena bukan salah mobilnya. Saya rasa pengelolaannya yang salah dan ini yang harus Pemerintah segera benahi apalagi saya mengetahui satu unit harga mobil damkar ini bisa berkali kali lipat dari harga mobil biasanya,” lanjutnya.(spi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

2 × four =

News Feed