oleh

Sakitnya Sang Mutiara

Mesi
Mesi

kupasbengkulu.com- Siang  menyengat tak mempengaruhi anak anak di desa Taba Durian Sebakul, Kecamatan Merigi Kelindang, Kabupaten Bengkulu Tengah untuk tetap bermain bersama, mereka saling mengejar diselingi tawa riang. Kebiasaan ini tentu terlihat biasa di sebuah pedesaan, tapi ada yang tidak biasa di antara mereka. Seorang anak  perempuan berkulit sangat putih seperti mutiara dan berambut kuning keemasan ikut membaur meski terlihat cukup kesakitan.

Rumah sederhana berdinding papan yang berada di tengah desa ini adalah milik pasangan Jumiati dan Arman. Mereka merupakan orang tua dari anak berkulit sangat putih tersebut. Jumiati dan suaminya tidak berkulit putih, bahkan cenderung sawo matang dan berambut hitam.

Mesi, begitulah si pemalu ini dipanggil. anak kedua dari dua bersaudara ini memiliki warna kulit dan rambut yang sama dengan sang kakak. Namun, kakaknya tidak terlihat kesakitan bila terkena terik matahari.

Kulitnya semakin memerah, ketika diajak berbincang oleh kupasbengkulu.com ia tidak banyak menjawab dan lebih memilih menggaruk kulitnya. Menurut ibunya, kulit gadis empat tahun ini kerap melepuh seperti habis tersiram air panas. Hal seperti itu terjadi tiap kali Mesi bermain terlalu lama di bawah terik matahari.

“Kalau habis panas panasan pasti kulit Mesi langsung merah dan berisi air. Makanya saya tidak menyuruhnya bermain panas. Tapi Mesi ini anak anak, dia mau bermain terus,” ungkap Jumiati sambil melihat anaknya.

Jumiati menambahkan, bahwa anak-anaknya memang mewarisi apa yang terjadi pada leluhurnya dahulu, beberapa saudaranya yang tinggal di desa lain juga mengalami hal serupa. Ia berharap Mesi bisa cepat sekolah , namun sayang di desa ini tidak ada PAUD  padahal anak anak usia dini di desa ini banyak.

Apa yang dialami oleh Mesi juga dirasakan oleh beberapa manusia yang kerap disebut manusia albino. Belum diketahui ia termasuk tipe albino jenis apa, karena perlu tes genetik untuk mengetahui hal ini. Tapi sangat jelas anak ini sangat sensitif terhadap cahaya, ketika berbincang di teras rumah ia selalu menyipitkan mata hingga hampir terpejam. Berbeda dengan kabar yang kerap di dapat bahwa manusia albino kerap menjadi korban bullying (Diganggu kelompok temannya), Mesi terlihat sangat diterima oleh teman temannya.(Evi Valendri)

Rekomendasi