Beranda DAERAH BENGKULU SELATAN Seleksi Program Keluarga Harapan Tuai Protes

Seleksi Program Keluarga Harapan Tuai Protes

0
Elva Zitri
Elva Zitri
Elva Zitri

kupasbengkulu.com – Elva Zitri, salah seorang peserta yang memprotes pengumuman hasil kelulusan tes pada program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Kaur mengatakan, seleksi program tersebut berjalan tidak adil.

Ia mengatakan ada beberapa orang yang lulus program tersebut tidak berdomisili di kecamatan yang bersangkutan.

“Bagi saya siapapun yang lulus dalam pelaksanaan tes tersebut, khususnya di kecamatan Ulu Manna, bukan persoalan buat saya, asalkan yang lulus tersebut betul-betul berasal dari wilayah kecamatan setempat. Hendaknya penyelenggara, harus mempedomani sesuai persyaratan dan aturan yang telah di tetapkan oleh panitia perekrutan calon tenaga PKH itu sendiri,” kesal Elva.

Di katakan Elva, 2 orang peserta yang lulus tes pada tanggal  16 April 2014 di kota Bintuhan Kabupaten Kaur itu, seharusnya ke dua orang peserta tersebut tidak bisa ikut mendaftar untuk wilayah kecamatan Ulu Manna, karena KTP yang di gunakan bukan KTP domisili di kecamatan Ulu Manna. Seharusnya juga pada saat pendaftaran pada situs UPPKH Kemensos melalui internet secara online,  sesuai persyaratan yang kami baca di web Kemensos, betul-betul warga setempat dan yang berdomisisli pada kecamatan masing-masing.

“Kok bisa KTP dan domisili bukan berada di Kecamatan Ulu Manna bisa lulus, pada hal seleksi pendaftaran melalui internet pada situs UPPKH itu sangat selektif sekali,” lanjut dia.

Di contohkan Elva, ia memiliki teman yang Nomor Induk Kependudukan (NIK) tak sesuai secara otomatis ia gagal.

Di tambahkan Elva, akan tetapi bersamaan pada saat mengikuti tes tertulis dan psikologi di kota bintuhan beberapa hari yang lalu, KTP dengan Atas nama Lolita Apriani, dengan nomor NIK. 170155604830003 yang beralamat  di Jalan. Zainal Arifin No 15 Dusun Besar Singaran Pati Kota Bengkulu, dan Winda Syahfutri, dengan nomor Nik KTP 1701056004880002 yang beralamat di Kelurahan Ibul Kota Manna, kedua orang ini dinyatakan lulus oleh panita penyelenggara tes di Kota Bintuhan pada tgl. 16/4/2014.

“Ini sungguh aneh, dan ini saya menduga ada unsur pembiaran dan kesengajaan oleh oknum yang merekrut dan penyelenggara tes,” demikian jelas Elva.(tom)