oleh

Sengketa Lahan IAIN Kembali Memanas

warga berusaha mengehentikan penggusuran lahan di IAIN Bengkulu
warga berusaha mengehentikan penggusuran lahan di IAIN Bengkulu

kupasbengkulu.com – Sengketa lahan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu dan warga kian memanas saat Buldozer yang ingin meratakan tanah pada Sabtu (21/6/2014) sekitar pukul 10.00 WIB yang masih sengketa dihentikan warga.

Keributan ini dipancing oleh operator alat berat di lokasi tersebut yang hendak meratakan lahan yang warga mengakui masih hak milik mereka. Oleh sebab itu, warga langsung dan memaksa operator alat berat tersebut untuk berhenti beroperasi. Akan teapi sang sopir tidak tahu menahu bahwa lahan tersebut sengketa.

“Silakan saja temui pihak IAIN Bengkulu, kalau saya hanya seorang operator dan tidak tahu permasalah antara warga dan pihak IAIN,” Kata Operator alat berat, Karsim.

Pekara ini kian menjadi ketika pemilik alat berat Fitria datang. Ia memprotes warga yang menghentikan pekerjaan anak buahnya tersebut, karena hal tersebut bisa merugikan pihaknya. Ia meminta warga jangan menghardik mereka karena permasalah tersebut bukan antara warga dan pihak kontraktor.

“Kalau kalian ada permasalahan silakan hubungi kepihak IAIN, bukan dengan kami” terang Fitra kepada warga,

Namun, perkataan yang dilontarkan Fitria malah memancing emosi warga sehingga terjadilah ribut mulut antara mereka. Hal ini yang membuat pihak operator mundur dan menghentikan pekerjaan mereka.

Disisi lain, warga meminta kepada pihak IAIN untuk segera menghentikan pengusuran lahan tersebut. Untuk di ketahui Sabtu (21/6/2014) puluhan perwakilan dari 28 kepala keluarga yang mengklim pemilik lahan disana menghentikan buldozer sedang berkerja meratakan tanah yang sudah ditanami pohon sawit tersebut. Sedangkan pada pertemuan sebelumnya adanya solusi perkara antara warga dan pihak IAIN Bengkulu terhadap lahan tersebut.

“Kami minta hentikan alat berat tersebut dihentikan karena ini belum ada kejelasan,” ujar Fatimah Parto (58)  warga Merapi 9 RT 07 Kelurahan Panorama Bengkulu kemarin.

Dikatakannya, mereka berani untuk melakukan perlawan karena mereka juga ada bukti otentik bahwa tanah tersebut sah milik mereka. Hal ini berdasarkan data yang dimiliknya Fatimah mengklim bahwa dia memilik lima hektare tanah milik pribadi dan 15 hektar tanah mandataris warga yang ada dilokasi tersebut dan saat ini masuk zona sengketa. Selain itu juga, warga meminta kejelasan kepada pihak IAIN untuk menunjukkan bukti kepemilikan lahan tersebut.

“Katanya ada SK Gubernur Bengkulu  Nomor SK.593. 3.33.42.BU tanggal 19 mei 1984. Tetapi mana ?? ,” ungkap Fatimah.

Diketahui sesuai dengan klim IAIN Bengkulu dengan terbitnya  Sertifikat 04 PD tahun 1985 , berawal dari adanya SK SK.593. 3.33.42.BU tanggal 19 mei 1984 di mana 73. 584 M2 atau 72 hektar tersebut di hibahkan oleh pihak Pemda Propinsi Bengkulu pihak IAIN Bengkulu.

Namun, Klim warga beberapa kali pertemuan dengan warga pihak IAIN tidak pernah menunjukan SK tersebut.

“Perlu dicatat juga bahwa Sertifikat 04 PD tahun 1985 itu adalah hak pakai bukan hak milik. Kalaupun andainya pernah ada ganti rugi dengan pemilik pertama berarti tanah ini masih milik warga,”,  terang Iskandra yang mengklim memilik lahan dua kapling di lokasi kemarin.

Sementara itu saat dikonfirmasi melalui via telpon, Wakil Rektor III Dr KH Zulkarnaen Dali MPd mengatakan pihaknya akan terus melakukan pemerataan tanah tersebut walaupun warga telah melakukan pemerhentian alat berat yang sedang beroperasi.

“Kita lanjutkan lagi nanti, kita tunggu dulu warganya pulang. Lahan yang disengketakan warga tersebut sudah jelas dan itu masuk dalam zona kampus IAIN dan legal secara hukum. Apapun yang akan dilakukan warga silakan saja dan dia menyampaikan biarkan hukum yang menjelaskannya nanti,” sampai Zulkarnaen.(cr3)

Rekomendasi