Minggu, November 27, 2022

SOP Pelaksanaan Fogging Jika Terdapat Kasus DBD

Baca selanjutnya

Kupas News, Bengkulu – Terkait permohonan fogging yang belum dipenuhi untuk masyarakat, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu angkat bicara. Ia menjelaskan, sesuai SOP pelaksanaan fogging dilakukan jika terdapat kasus demam berdarah (DBD).

“Sebenarnya fogging itu bukan tak boleh lagi, tetapi saat ini harus sesuai standar operasional prosedurnya (SOP). Jadi, fogging itu dilakukan apabila memang sudah ditemukan kasus DBD. Jika ditemukan harus melalui surveilans terlebih dahulu, kemudian dilihat seberapa sebaran kasusnya,” kata Nurhidayati, Jumat (25/2).

Dirinya menegaskan apabila dilakukan fogging sebelum kasus kejadian bisa menimbulkan bahaya. Memang, kata Nurhidayati penyadaran terhadap masyarakat tentang bahaya fogging belum tercakup semuanya.

“Fogging ini mengandung bahan insektisida. Tentunya ini secara analisis lingkungan menyebutkan dampak bahaya yang tinggi didalamnya. Makanya fogging sebelum kasus itu sudah lama sebenarnnya tidak boleh. Tetapi memang penyadaran terhadap masyarakat kita itu yang mungkin belum tercakup oleh kami,” tambahnya.

Lebih lanjut, Nurhidayati menyarankan agar masyarakat dalam mencegah penyebaran DBD melakukan 3 M seperti yang dihimbau oleh pemerintah.

“Kami menyarankan kepada masyarakat untuk mencegah demam berdarah dengan melakukan 3M, antara lain menjaga kebersihan lingkungan, kemudian membuang air-air yang tergenang, dan lakukanlah pembersihan-pembersihan terhadap halaman dan lingkungan rumah di sekitar warga, sehingga jentik-jentik Nyamuk yang ada berkurang,” jelasnya.

Ke depan, agar kasus DBD tak meningkat, Dinkes akan terus mengencarkan sosialisasi kepada masyarakat dan memfokuskan pencegahan DBD di lingkungan masyarakat.

“Pemerintah mengeluarkan aturan saat ini tidak ada lagi fogging sebelum kejadian. Jadi yang harus kita lakukan ialah benar-benar menjaga kebersihan lingkungan, bergotong-royong baik di lingkungan RT, RW, maupun Kelurahan sehingga DBD nya bisa kita hindari,” katanya.

Intinya, kata Nurhidayati pihak Dinkes akan melakukan surveilans terlebih dahulu sebelum melakukan fogging. Apabila dinilai menghawatirkan, dirinya meminta masyarakat untuk mendatangi Puskesmas terdekat terkait penanganannya.

“Kalau di surveilans kita, itu ada karakteristik yang harus di survei. Misalkan ada kejadian 1 atau 2 kasus di suatu lingkungan. Nanti surveilans kita akan turun. Jika dilihat terdapat kejadian DBD pada lingkungan sekitar atau bawaan dari lingkungan luar,” tutupnya. [Rls]

Masa Sidang Ke III Legislator Marlesi Jemput Aspirasi Konstituen Dapil II

Kupas News, Bengkulu – Memasuki akhir tahun 2022, seluruh anggota dewan provinsi Bengkulu menjalani masa reses. Dimana menyerap aspirasi dan menindaklanjuti aspirasi merupakan perwujudan...

Pembukaan KBN 2022 di Bengkulu Ditandai Peluncuran Logo dan Maskot

Kupas News, Kota Bengkulu – Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah bersama Pramuka Kwartir Daerah (Kwarda) 07 membuka secara resmi kegiatan Kemah Bela Negara Nasional (KBN)...

Polda Bengkulu Gelar Shalat Ghaib untuk Korban Gempa Cianjur

Kupas News, Kota Bengkulu – Ungkapkan rasa turut berduka cita atas musibah gempa yang menimpa daerah Cianjur Jawa Barat, Personil Polda Bengkulu , Jum’at...

Polisi Tangkap Dua Pelaku Curas yang Beraksi di STQ Bengkulu

Kupas News, Kota Bengkulu – Polsek Selebar berhasil menangkap dua dari tiga pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) yang terjadi pada Senin 21...

Lelang Eselon II, 22 Pendaftar Masuk Tahap Seleksi Administrasi

Kupas News, Kota Bengkulu – Proses lelang jabatan pejabat eselon II Pemkot Bengkulu telah memasuki tahapan seleksi administrasi berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan. Saat ini...
Html code here! Replace this with any non empty raw html code and that's it.

Terbaru