Senin, Mei 16, 2022

SOP Pelaksanaan Fogging Jika Terdapat Kasus DBD

Baca selanjutnya

Kupas News, Bengkulu – Terkait permohonan fogging yang belum dipenuhi untuk masyarakat, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu angkat bicara. Ia menjelaskan, sesuai SOP pelaksanaan fogging dilakukan jika terdapat kasus demam berdarah (DBD).

“Sebenarnya fogging itu bukan tak boleh lagi, tetapi saat ini harus sesuai standar operasional prosedurnya (SOP). Jadi, fogging itu dilakukan apabila memang sudah ditemukan kasus DBD. Jika ditemukan harus melalui surveilans terlebih dahulu, kemudian dilihat seberapa sebaran kasusnya,” kata Nurhidayati, Jumat (25/2).

Dirinya menegaskan apabila dilakukan fogging sebelum kasus kejadian bisa menimbulkan bahaya. Memang, kata Nurhidayati penyadaran terhadap masyarakat tentang bahaya fogging belum tercakup semuanya.

“Fogging ini mengandung bahan insektisida. Tentunya ini secara analisis lingkungan menyebutkan dampak bahaya yang tinggi didalamnya. Makanya fogging sebelum kasus itu sudah lama sebenarnnya tidak boleh. Tetapi memang penyadaran terhadap masyarakat kita itu yang mungkin belum tercakup oleh kami,” tambahnya.

Lebih lanjut, Nurhidayati menyarankan agar masyarakat dalam mencegah penyebaran DBD melakukan 3 M seperti yang dihimbau oleh pemerintah.

“Kami menyarankan kepada masyarakat untuk mencegah demam berdarah dengan melakukan 3M, antara lain menjaga kebersihan lingkungan, kemudian membuang air-air yang tergenang, dan lakukanlah pembersihan-pembersihan terhadap halaman dan lingkungan rumah di sekitar warga, sehingga jentik-jentik Nyamuk yang ada berkurang,” jelasnya.

Ke depan, agar kasus DBD tak meningkat, Dinkes akan terus mengencarkan sosialisasi kepada masyarakat dan memfokuskan pencegahan DBD di lingkungan masyarakat.

“Pemerintah mengeluarkan aturan saat ini tidak ada lagi fogging sebelum kejadian. Jadi yang harus kita lakukan ialah benar-benar menjaga kebersihan lingkungan, bergotong-royong baik di lingkungan RT, RW, maupun Kelurahan sehingga DBD nya bisa kita hindari,” katanya.

Intinya, kata Nurhidayati pihak Dinkes akan melakukan surveilans terlebih dahulu sebelum melakukan fogging. Apabila dinilai menghawatirkan, dirinya meminta masyarakat untuk mendatangi Puskesmas terdekat terkait penanganannya.

“Kalau di surveilans kita, itu ada karakteristik yang harus di survei. Misalkan ada kejadian 1 atau 2 kasus di suatu lingkungan. Nanti surveilans kita akan turun. Jika dilihat terdapat kejadian DBD pada lingkungan sekitar atau bawaan dari lingkungan luar,” tutupnya. [Rls]

Masuk Masjid Bayar Rp5 Ribu, Mantan Bupati Pessel: Ini Memalukan

Kupas News, Pesisir Selatan - Memalukan. Itulah kata menohok yang keluar dari bibir mantan Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni, setelah menanggapi unggahan video salah satu...

Wanita Penyuka Sesama Jenis Cabuli Temannya Sendiri

Kupas News, Bengkulu Utara - Unit Opsnal Sat Reskrim Polres Bengkulu Utara mengamankan 1 orang warga Bengkulu Utara terduga pelaku tindak pidana pencabulan terhadap...

Tahun Depan RSUD M. Yunus Sediakan Program Kesehatan Jantung

Kupas News, Bengkulu - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu melalui RSUD M Yunus Bengkulu berkomitmen, di tahun 2024 siap melayani pasien penyakit jantung (kardiovaskular) secara...

Pembangunan Gedung Utama Polda Bengkulu Dilanjutkan

Kupas News, Bengkulu - Polda Bengkulu menggelar tasyakuran doa bersama pengembangan gedung utama Mapolda Bengkulu, Jumat (13/05). Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolda Bengkulu Irjen...

Mulai Besok Sistem akan Potong Gaji ASN yang Bercerai

Kupas News, Bengkulu - Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah bersama Ketua Pengadilan Agama Bengkulu dan Kakanwil Kemenag Provinsi Bengkulu melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman Pertukaran data...

Terbaru