Minggu, Maret 3, 2024

SOP Pelaksanaan Fogging Jika Terdapat Kasus DBD

Kupas News, Bengkulu – Terkait permohonan fogging yang belum dipenuhi untuk masyarakat, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu angkat bicara. Ia menjelaskan, sesuai SOP pelaksanaan fogging dilakukan jika terdapat kasus demam berdarah (DBD).

“Sebenarnya fogging itu bukan tak boleh lagi, tetapi saat ini harus sesuai standar operasional prosedurnya (SOP). Jadi, fogging itu dilakukan apabila memang sudah ditemukan kasus DBD. Jika ditemukan harus melalui surveilans terlebih dahulu, kemudian dilihat seberapa sebaran kasusnya,” kata Nurhidayati, Jumat (25/2).

Dirinya menegaskan apabila dilakukan fogging sebelum kasus kejadian bisa menimbulkan bahaya. Memang, kata Nurhidayati penyadaran terhadap masyarakat tentang bahaya fogging belum tercakup semuanya.

“Fogging ini mengandung bahan insektisida. Tentunya ini secara analisis lingkungan menyebutkan dampak bahaya yang tinggi didalamnya. Makanya fogging sebelum kasus itu sudah lama sebenarnnya tidak boleh. Tetapi memang penyadaran terhadap masyarakat kita itu yang mungkin belum tercakup oleh kami,” tambahnya.

Lebih lanjut, Nurhidayati menyarankan agar masyarakat dalam mencegah penyebaran DBD melakukan 3 M seperti yang dihimbau oleh pemerintah.

“Kami menyarankan kepada masyarakat untuk mencegah demam berdarah dengan melakukan 3M, antara lain menjaga kebersihan lingkungan, kemudian membuang air-air yang tergenang, dan lakukanlah pembersihan-pembersihan terhadap halaman dan lingkungan rumah di sekitar warga, sehingga jentik-jentik Nyamuk yang ada berkurang,” jelasnya.

Ke depan, agar kasus DBD tak meningkat, Dinkes akan terus mengencarkan sosialisasi kepada masyarakat dan memfokuskan pencegahan DBD di lingkungan masyarakat.

“Pemerintah mengeluarkan aturan saat ini tidak ada lagi fogging sebelum kejadian. Jadi yang harus kita lakukan ialah benar-benar menjaga kebersihan lingkungan, bergotong-royong baik di lingkungan RT, RW, maupun Kelurahan sehingga DBD nya bisa kita hindari,” katanya.

Intinya, kata Nurhidayati pihak Dinkes akan melakukan surveilans terlebih dahulu sebelum melakukan fogging. Apabila dinilai menghawatirkan, dirinya meminta masyarakat untuk mendatangi Puskesmas terdekat terkait penanganannya.

“Kalau di surveilans kita, itu ada karakteristik yang harus di survei. Misalkan ada kejadian 1 atau 2 kasus di suatu lingkungan. Nanti surveilans kita akan turun. Jika dilihat terdapat kejadian DBD pada lingkungan sekitar atau bawaan dari lingkungan luar,” tutupnya. [Rls]

Related

Unib dan RSMY Kembangkan Fakultas Kedokteran Akreditasi Unggul

Kupas News, Bengkulu - Universitas Bengkulu dan RSUD M....

MoU DP3AP2KB Bersama RSHD Dukung Percepatan Penurunan Stunting

Kupas News, Kota Bengkulu - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan...

Asnawi L Samat Sepakat PMI Bengkulu Bertransformasi Jadi Klinik Pratama

Kupas News, Bengkulu - Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah mendorong...

Peringati Hari Ginjal, Gubernur Rohidin Ajak Masyarakat Atur Pola Makan Sehat

Kupas News, Bengkulu - Peringatan Hari Ginjal Sedunia atau...

Pemprov Bengkulu Raih Penghargaan IKP dan INM 2022 Kemenkes RI

Kupas News, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu di...