oleh

SPBU Rawan Peredaran Upal

SPBU Rawan Peredaran Upal.
SPBU Rawan Peredaran Upal.

Kepahiang, Kupasbengkulu.com – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), diduga menjadi sasaran empuk bagi pelaku penukar uang palsu (upal).

Ini pengakuan Supri,  pengelola SPBU 24.391.12 yang berlokasi di Pasar Kepahiang. Hampir setiap bulan pihaknya mendapat upal.

Pecahan upal yang diterima, dimulai dari pecahan 20 Ribu dan Rp 50 Ribu. Sedangkan modus penukaran, diperkirakan dengan cara membeli bensin dan menukar secara langsung ke petugas.

“Karena sudah sering mendapat upal, petugas mulai paham dengan ciri-ciri upal itu, meski kemiripan sudah nyaris 90 persen,” ungkap Supri pada Kamis (14/4/2016).

Kemiripan Upal dengan aslinya, lanjut Supri, seperti tanda air dan pita pada pecahan Rp 20 ribu. Jika teliti dalam mengamati, tentu saja ciri-ciri upal tersebut dapat mudah diketahui oleh petugas.

“Bedanya, tanda air pada pecahan Rp 20 Ribu persis seperti pada pecahan Rp 1.000. Jika mirip seperi hasil print, itu dengan cepat akan diketahui oleh petugas,” jelasnya.

Lantaran hampir setiap bulan mendapat upal, Supri menduga SPBU sudah dijadikan sasaran penukaran upal. Terlebih SPBU yang cukup ramai,  menarik bagi oknum melakukan aksi mereka.

” Bisa saja SPBU jadi target penukaran upal. Untuk itu saya selalu minta kepada petugas untuk waspada disetiap menerima uang dari pembeli apapun penukar,” katanya.(slo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed