oleh

Terbitkan Novel “Pencuri Hati” Wartawan kupasbengkulu.com Tembus Gramedia

Terbitkan Novel “Pencuri Hati” Wartawan kupasbengkulu.com  Tembus Gramedia

kupasbengkulu.com – Kesan pertama melihat novel ini, seperti melihat novel teenlit pada biasanya. Desain cover novel setebal 320 halaman ini begitu minimalis, ditambah dengan sebuah endorsement dari Romance Story yang sangat remaja. Dari situ, kelihatan bahwa target penerbit novel ini adalah pembaca remaja.

Sinopsis di belakang sampul novel ini juga menggambarkan bahwa kisah yang diceritakan sang penulis ia melulu tentang lika-liku kisah percintaan remaja.

Seperti kata pepatah, jangan menilai buku dari sampulnya. Kesan tersebut berubah setelah membaca isi novel terbitan Rumah Oranye ini.

Novel ini adalah tulisan Adhyra Irianto alias Adhy Pratama Irianto, seorang anggota kinomedia writers academy yang juga penulis naskah drama. Saat ini berkarir menjadi wartawan di kupasbengkulu.com.

Kisah yang dipaparkannya ialah tentang percintaan absurd, antara seorang pencuri dengan korbannya. Sisi dibalik kehidupan seorang pencuri mahir dikupas secara rinci dari awal hingga akhir bab novel ini.

Masalah percintaan, sepertinya menjadi bahasan nomor terakhir, karena secara garis besar buku ini lebih banyak menyinggung masalah sosial. Beberapa diantaranya, ketika kawanan pencuri (Ayub dan Kundru) yang disebut-sebut sebagai kawanan Ninja Bersarung, berhasil menyikat 14 rumah tanpa ampun. Bertahun-tahun pencarian terhadap mereka gencar dilakukan, tetapi tetap tak berhasil. Hal itu membuat nama kawanan Ninja bersarung menjadi tersohor.

Nama besar Ninja bersarung bahkan dicatut oleh beberapa kawanan lain yang ingin “numpang tenar”. Kisah ini seakan menyentil kebanyakan orang negeri ini yang suka plagiat, demi nama dapat dikenal secara instan. Belum lagi ditambah ketika Ninja bersarung mencoba membantu Siti, perempuan yang ditaksir oleh Ayub, juga korban pertama ninja bersarung.

Ayah Siti difitnah melakukan korupsi, sedangkan Ninja bersarunglah yang menggunakan segala cara untuk menghapus tuduhan tersebut. Sayangnya, kejadian itu malah membuat kawanan Ninja bersarung dijebloskan ke penjara.

“Kawanan pencuri, tertangkap karena bukan mencuri, tetapi karena menolong orang yang dituduh korupsi, bukankah itu sudah membuat mereka menjadi superhero?”

Saat ini, berdasar data dari kinomedia writers academy, novel ini adalah novel milik warga Kota Curup yang pertama menembus Gramedia. Oleh karena itu, setting cerita dibuat di kota dingin di Provinsi Bengkulu tersebut.

Untuk setting waktu, sepertinya diletakkan pada tahun 1990-an. Hal itu terlihat dari masih begitu dekatnya seluruh warga kota itu dengan radio, hubungan sosial hanya lewat SMS dan telepon, tidak adanya media sosial seperti FB dan twitter, serta masih sedikit jumlah kendaraan bermotor, karena banyaknya yang menggunakan sepeda.

Novel ini beredar serentak pada tanggal 12 Juni 2014 di Gramedia seluruh Indonesia. Buku yang sangat direkomendasikan untuk pecinta sastra seluruh Indonesia. (vai)

Rekomendasi