oleh

TNI Sebar Babinsa Awasi Penyaluran Pupuk dan Bantuan Alsintan

DanremBengkulu Selatan, kupasbengkulu.com – Dalam rangka mengantisipasi rentannya penyelewengan pupuk bersubsidi, dan untuk membantu pemerintah dalam mencapai swasembada panagan. Ratusan anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) disebar keseluruh wilayah di poropinsi Bengkulu. Hal ini disampaikan Danrem 041 Gamas Bengkulu Kolonel Inf. Fajar Budiman, saat kunjungan kerjanya ke Kodim 0408 Manna Senin (9/3/2015).

Kepada wartawan Danrem mengatakan, komitmen peningkatan ketahanan pangan merupakan bentuk dari kemanunggalan TNI untuk membantu petani mendapatkan hasil panen yang maksimal.

”Salah satu kendala klasik yang dihadapi petani adalah masalah pupuk yang tidak terdistribusi dengan baik. Meski katanya cukup, tetapi fakta dilapangan bisa tahu sendiri petani banyak teriak kesulitan dapat pupuk bersubsidi. Diharapkan kehadiran anggota Babinsa di lapangan untuk memastikan agar pupuk bersubsidi benar-benar sampai kepada petani,” ungkap Darem.

Tidak hanya melakukan pengawasan pupuk ditingkat kios atau distributor saja. Anggota babinsa, sambung Danrem juga melakukan razia sejumlah kendaraan pengangkut pupuk yang melintas di wilayah BS-Kaur. Hal tersebut guna mengantisipasi penyelewengan sehingga pupuk benar-benar sampai ke petani.

”Seperti kasus di daerah lain ada pupuk yang dioplos salah satunya itu antisipasinya. Bila kedapatan ada pupuk yang diselewengkan kami akan memberikan tindakan tegas, namun wewenang kami terbatas soal hukumnya kami serahkan ke kepolisian,” tegas Danrem didampingi Dandim 0408 Bengkulu Selatan, Letkol Kav Rio Hendrawan Alin Putera.

Selain itu, babinsa juga diberikan tugas mengawasi pembagian bantuan alat mesin pertanian (alsintan) baik bantuan dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Sebab, disinyalir banyak oknum memanfaatkan moment tersebut untuk meraup keuntungan dari para petani.

“Hampir diseluruh daerah problemnya seperti itu, kelompok petani yang berprestasi sering diabaikan untuk mendapatkan alsintan. Karena mereka tidak memberikan pelicin kepada oknum. Saya tegaskan jika ada begitu laporkan ke kami, kami siap memberiktan tindakan. Pak menteri pertanian sendiri sudah menegaskan tidak ada tetek bengek untuk mendapatkan bantuan alsintan tersebut.” ungkap Danrem diamini Dandim.

Dikatakan Danrem, aksi Babinsa turun ke lapangan ini tidak semata hanya mengawasi peredaran pupuk agar sampai pada petani dan juga pembagian alsintan saja, Babinsa juga akan ikut memberikan penyuluhan tentang pertanian kepada semua petani.

”Prinsipnya, apa kendala yang dialami petani, Babinsa harus jadi orang pertama yang tahu. Termasuk bagaimana mengatasi hama serta meningkatkan hasil panen, harus dikuasai anggota Babinsa,” jelasnya.

Sebelum diterjunkan, seluruh anggota Babinsa BS 170 orang akan diikutkan pembekalan tentang semua masalah yang berhubungan dengan pertanian.

“Target dari kementrian itu bagaimana dalam satu tahun bisa dua kali panen, atau setidaknya dua tahun bisa tiga kali panen. Artinya babinsa disini berupaya membantu petani bagaimana menciptakan luas panen dua kali dari lahan tanam,” pungkas Danrem.(tom)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

fifteen − 10 =

News Feed