Jumat, Mei 24, 2024

Tradisi Sekujang di Kabupaten Seluma Dilestarikan Kembali Pasca Pandemi

Tradisi Sekujang di Kabupaten Seluma Dilestarikan Kembali Pasca Pandemi

Thu, 04/11/2024 – 18:19

Puluhan pemuda dan pemudi mengikuti Tradisi Sekujang di Desa Arang Sapat, Kecamatan Lubuk Sandi, Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu, foto: Dok

Kupasbengkulu.com – Di tengah pesatnya kemajuan jaman dan teknologi yang kian berkembang, nampaknya tidak melunturkan kearifan lokal Tradisi Sekujang yang ada di Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu.

Tradisi Sekujang menjadi agenda tahunan yang digelar masyarakat Kabupaten Seluma pada malam Lebaran pertama 1 Syawal. Menurut masyarakat Seluma, Sekujang sudah menjadi salah satu tradisi kearifan yang bermuatan budaya lokal.

Agenda Tradisi Sekujang ini biasanya diselenggarakan di Desa Talang Benuang, Kecamatan Air Periukan, Kabupaten Seluma. Nyatanya beberapa desa lain turut melestarikan budaya tersebut.

Desa Arang Sapat, Kecamatan Lubuk Sandi menjadi desa yang turut melestarikan tradisi ini. Kegiatannya masih serupa seperti iring-iringan pawai obor yang pesertanya berjalan mengelilingi desa dengan mengenakan kostum atau costplay berbau horror atau hantu-hantuan.

Namun, kali ini Tradisi Sekujang yang diselenggarakan di Desa Arang Sapat tidak kalah menarik, pasalnya puluhan peserta pawai obor mendatangi setiap rumah warga untuk meminta kue lebaran. Kue tersebut nantinya bakal dibagikan kepada peserta Sekujang dan sebagian diberikan kepada warga yang tidak mampu.

Kepala Desa Arang Sapat, Hengki mengatakan Tradisi Sekujang yang dilaksanakan pihaknya baru bergerak pada tahun 2024 ini. Kegiatan ini terselenggara berkat dorongan Karang Taruna, Pokdarwis serta masyarakat.

“Mulai bergerak baru tahun ini. Alhamdulillah kegiatan diikuti 40 pemuda dan 40 pemudi peserta pawai obor, jadi totalnya ada 80 warga yang turut ambil bagian menyukseskan kegiatan ini. Apalagi setelah bertahun-tahun tradisi ini tidak terlaksana pasca pandemi,” kata Hengki, Rabu (10/04/2024).

Kegiatan Sekujang berlangsung mengelilingi desa dan mendatangi setiap rumah warga untuk meminta kue lebaran atau juada. Cara memintanya pun unik yaitu dengan nyanyian “Jang sekujang minta kue, minta lemang Cak sebatang”.

Selanjutnya, warga yang memberikan kue Lebaran itu bisa meminta atau me-request para peserta Sekujang untuk melakukan tarian suku Serawai dan melantunkan lagu daerah khas suku Serawai.

“Bagi warga bisa memberikan tantangan kepada peserta Sekujang agar mendapatkan kue lebaran. Tantangannya seperti menari, bernyanyi yang berhubungan dengan seni budaya lokal khas suku Serawai,” ungkap Hengki.

Usai mengelilingi desa, lanjut Hengki, setiap peserta akan melakukan doa bersama di masjid sebagai bentuk rasa syukur atas keberkahan Hari Raya Idul Fitri. Kegiatan ini tidak ada batasan waktu namun jika semua rumah warga sudah dikunjungi maka berakhir pula kegiatan ini.

“Semua kue lebaran dari hasil Sekujang sudah terkumpul maka akan dilakukan doa bersama yang dipimpin oleh Tetua (tokoh adat) desa setempat. Hasil dari kegiatan Sekujang itu dibagi secara merata, dan kemudian dibagikan kepada warga yang tidak mampu,” demikian Hengki.

Reporter: Deni Alianysah Putra

Seluma
Komunitas 

Related

Gubernur Rohidin: Kelola Keuangan dengan Baik, Gali Potensi Pendapatan Desa

Gubernur Rohidin: Kelola Keuangan dengan Baik, Gali Potensi Pendapatan...

Gubernur Rohidin Kaji 5 Poin Usulan Himpunan Pertashop Merah Putih Indonesia

Gubernur Rohidin Kaji 5 Poin Usulan Himpunan Pertashop Merah...

Pemerintah Desa Durian Daun Gelar Acara Pendataan Indeks Desa Membangun

Pemerintah Desa Durian Daun Gelar Acara Pendataan Indeks Desa...

Puncak Perayaan HUT Seluma ke-21 Tak Hadirkan Tokoh Presidium, Pemda Terkesan Abai Sejarah

Puncak Perayaan HUT Seluma ke-21 Tak Hadirkan Tokoh Presidium,...

Miliki Riwayat Rabun Menahun, Wanita Muda di Lebong Selatan Tewas Gantung Diri

Miliki Riwayat Rabun Menahun, Wanita Muda di Lebong Selatan...