oleh

Tujuh Ciri Mukmin Pewaris Surga Firdaus

kupasbengkulu.com – Ustadz Nurhadi, S.Ag, MA menyampaikan ada tujuh ciri-ciri orang-orang beriman (mukmin) yang mewarisi surga Firdaus yang terangkum di dalam Alquran surat Almukminun ayat 1 – 11.

Pertama, orang-orang yang khusyu’ dalam salatnya.
yaitu orang-orang yang pada waktu salat memusatkan perhatian hanya kepada Allah, serta ikhlas dalam menjalankannya.

Kedua, orang-orang yang menjauhkan diri dari perbuatan tidak berguna.

Ketiga, orang-orang yang menunaikan zakat.
Zakat memberi banyak manfaat bagi pelakunya, diantaranya membersihkan diri dari sifat kikir dan cinta berlebihan pada dunia. Serta mensucikan hati, sehingga menumbuhkan sifat-sifat kebaikan dalam diri.

Keempat, orang-orang yang menjaga kemaluannya dari perbuatan keji dan zina.

Kelima, orang-orang yang menahan pandangannya.
Artinya, menjaga pandangan dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah SWT.

Keenam, orang-orang yang memelihara amanah dan menepati janji.

Ketujuh, orang-orang yang memelihara salatnya.

Berikut bunyi surat Almukminun ayat 1-11 yang artinya:

1. Sungguh beruntung orang-orang yang beriman.
2. (yaitu) orang yang khusyu’ dalam salatnya.
3. Dan orang yang menjauhkan diri dari (perkataan dan perbuatan) yang tidak berguna.
4. Dan orang-orang yang menunaikan zakat.
5. Dan orang yang memelihara kemaluannya,
6. kecuali terhadap istri-istri mereka dan hamba sahaya yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka tidak tercela.
7. Tetapi barang siapa mencari-cari di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.
8. dan (beruntung) orang-orang yang menjaga amanah dan janjinya.
9. serta orang yang memelihara salatnya.
10. mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi,
11. (yakni) yang akan mewarisi surga firdaus. Mereka kekal di dalamnya.

“Jika ketujuh ciri tersebut kita amalkan, insya Allah akan menambah kedekatan kita pada Allah SWT. Mari senantiasa meningkatkan dan memperbarui amalan-amalan kita dan menjauhi larangannya, sehinga kita tergolong orang-orang yang selamat berada di bawah naungan ridho-Nya,” tutup Ustadz Nurhadi saat mengisi khutbah Jumat (4/7/2014) di masjid Alfarabi Universitas Muhammadiyah Bengkulu.(cr2)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed