oleh

Usai Disetubuhi 15 Kali, Calon Pengatin Ditinggal Pergi

Kapolres Bengkulu Selatan, AKBP Abdul Muis SIK
Kapolres Bengkulu Selatan, AKBP Abdul Muis SIK

Bengkulu Selatan, kupasbengkulu.com – Rasan tinggal rasanan, janjipun tinggalah janji. Beginilah nasib Bunga (17) warga Kota Manna, pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Bengkulu Selatan ini.

Setelah disetubuhi sebanyak 15 kali oleh pacarnya dan berjanji akan dinikahi, lalu di tinggal pergi, yang lebih menyakitkan lagi, rasan pernikahan terhadap kedua belah pihak sepokok rumah sudah di tetapkan hari dan tanggalnya, begitupun undangan pesta pernikahan keduanyapun sudah tersebar. Namun apalah daya, rencana untuk menjadi ratu yang didampingi seorang raja saat di panggung pelaminan hanya harapan semu belaka.

Tidak terima dirinya di tinggal pergi begitu saja, dan merasa dikecewakan serta di tipu oleh Li (28) warga Pasar Manna Bengkulu Selatan ini. Bunga pun akhirnya memilih untuk melaporkan Li ke pihak penegak hukum.

Kapolres Bengkulu Selatan, AKBP Abdul Muis melalui Plt Kasat Reskrim, Iptu Rizki Akbar dan didampingi KBO Reskrim, Ipda M Syafik serta Kanit Perlindungan perempuan dan anak (PPA) Mapolres Bengkulu Selatan, Bripka Aplinawati menuturkan, dalam laporan korban yang ditemani ibu kandungnya itu, telah terjadi hubungan layaknya suami istri antara korban dengan terlapor.

Sebelum dicabuli terlapor, korban pun dirayu dan terlapor pun mengaku siap bertanggungjawab dan akan menikahi korban. Dalam keterangannya, sambung Aplina, antara korban dengan terlapor merupakan pasangan kekasih. Korban yang merupakan siswi SMA Negeri ini sudah 9 ulan berpacaran dengan terlapor yang sudah menamatkan kuliahnya ini.

Aksi pencabulan pertama kali dialami korban Senin (28/7/2014) sekitar pukul 09.30 WIB di rumah terlapor. Sebelumnya terlapor datang ke rumah orang tuanya untuk berlebaran idul fitri.

Lalu mengajak korban berlebaran di rumah terlapor. Namun saat itu rumah sedang sepi, lalu terjadinya hubungan layaknya suami istri tersebut. Setelah itu keduanya pun sering melakukan hubungan tersebut.

Kemudian terakhir pada 20 Desember 2014 sekitar pukul 20.00 WIB juga di rumah orang tua terlapor. Dari keterangan korban, hubungan layaknya suami istri tersebut sudah 15 kali mereka lakukan. Padahal menurut cerita korban kata Aplina, tinggal beberapa hari lagi keduanya akan melangsungkan pernikahan.

“Rasan pernikahan antar kedua orang tua sudah, undangan pesta perkawinan merekapun sudah tersebar. Merasa ditipu, sehingga korban melaporkan kejadian ini kepada kami, laporannya sudah kita trima” terang Aplina. (tom)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

two × five =

News Feed