oleh

“Wiranto Harus Bertanggungjawab dalam Banyak Pelanggaran HAM”

Sumber Foto: antara
Sumber Foto: antara

kupasbengkulu.com – Ketua tim Pemenangan Prabowo-Hatta berang dengan banyaknya pihak yang mengatakan bahwa Prabowo merupakan orang yang bertanggung jawab atas kasus pelanggaran HAM pada 1998 lalu. Dengan tegas dirinya mengatakan, Wiranto, yang sewaktu itu merupakan atasan Prabowo lah yang seharusnya lebih bertanggung jawab akan hal itu. Bahkan Wiranto harus bertanggung jawab dalam beberapa kasus lainnya.

“Wiranto itu juga harus bertanggung jawab dalam banyak kasus lain. Peristiwa Semanggi tahun 1998 itu kan bukan tanggung jawab Prabowo. Bahkan kalau lawan-lawan Wiranto mengatakan Wiranto sengaja menciptakan itu, itu kan bisa terjadi. Apakah dia pelakunya? Tidak terbukti, tetapi dia bertanggung jawab atas itu,” jelas mahfud saat konferensi pers di Bengkulu, Jumat (20/06/2014).

“Saya tidak mengatakan begitu (Wiranto jebak Prabowo-red), tapi Wiranto harus bertanggung jawab atas hal itu. Mundur ke peristiwa sebelumnya tahun 1991, ada peristiwa Dili, di Aceh ada peristiwa DOM (Daerah Operasi Militer-red), itu kan Wiranto juga. Masa kita mau salah-menyalahkan begitu. Pada saat itu semua melakukannya karena situasi politik mendesak,” lanjutnya.

Dikatakan Mahfud, yang terjadi pada Prabowo pada tahun 1998 merupakan resiko yang harus ditanggung seorang pimpinan. Oleh sebab itu tak perlu diributkan persoalan masa lalu dan rekonsiliasi ke depan untuk maju bersama membangun bangsa Indonesia.

“Wiranto juga kalau dalam posisi Prabowo, kalau tidak melakukan itu dia akan dimaki-maki juga sebagai orang yang tidak bertanggung jawab. Sesudah melakukan itu disalahkan juga. itu resiko bagi seorang pimpinan. Untuk apa sih kita ribut-ribut menyelesaikan masa lalu. Kita ini bangsa yang besar sebenarnya kalau tidak saling menyalahkan, jadi mari kita melihat ke depan,” tandasnya.

Sementara itu, Panitia Pengawas Kota Bengkulu, Divisi Pengawasa, Wahyu Handono di tempat yang sama mengemukakan pidato Mahfud tersebut tidak masuk dalam kategori kampanye hitam.

“Ini tidak kampanye hitam apa yang disampaikan Mahfud tadi adalah fakta sejarah,” demikian Wahyu.(val)

Rekomendasi