Home » TRAVELISTA » LINGKUNGAN » Akademisi: Dampak Bongkar Muat Batubara, Terumbu Karang Pulau Tikus Mati

Akademisi: Dampak Bongkar Muat Batubara, Terumbu Karang Pulau Tikus Mati

by Firdaus Eka

Salah satu panorama di Pulau Tikus

Salah satu panorama di Pulau Tikus

kupasbengkulu.com – Ekosistem laut terumbu karang di pulau terluar Provinsi Bengkulu tepatnya Pulau Tikus Kota Bengkulu mengalami mati dan kerusakan parah. Kondisi terdapat dibagian sebelah Utara dan Barat Pulau Tikus, terumbu karang ditemukan dalam keadaan warna putih kapur sirih.

”Kita sudah cek, mayoritas terumbu karang di Pulau Tikus khususnya, sebelah Utara dan Barat sudah mati,” kata Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Bengkulu (Unib), Dr. Gunggung Senoaji, S.Hut, MP, Minggu (23/3/2014).

Ia memprediksi, banyaknya terumbu karang yang mati diduga adanya dampak dari bongkar muat kapal batubara yang dulunya sempat melintas Pulau Tikus. Sebab, jika terumbu karang hidup tentunya warna terumbu karang berwarna hijau dan di lihat dari permukaan laut terlihat menyala.

”Saya memprediksi kalau kerusakan terumbu karang ini disebabkan bongkar muat kapal batubara dulu,” terang Gunggung.

Untuk mengatasi hal tersebut, tambah dia, terumbu karang, hutan bakau merupakan ekosistem yang saling berhubungan. Sebab, terumbu karang mampu menghalau ombak besar dari laut, agar tidak merusak daratan. Ketika ombak tiba di dekat pantai, maka akar dan batang pohon-pohon mangrove akan memperkecil lagi energi ombak, sehingga ombak tidak merusak pantai. Dengan demikian kehidupan di sekitar pantai akan terlindung.

Terumbu karang, jelas Gunggung, memiliki menyerap gas CO2 hasil pembakaran sehingga mengurangi pemanasan pada bumi karena gas CO2 juga banyak diserap oleh air laut, dan selanjutnya melalui reaksi kimia dan bantuan karang.

”Terumbu karang bermanfaat dalam menghalangi pengikisan akibat energi ombak dan arus, sehingga masalah abrasi pantai akan lebih mudah diatasi,” pungkas Gunggung.(gie)

You may also like

Leave a Comment