Home » TRAVELISTA » LINGKUNGAN » Terkepung Kabut Asap, Nelayan Bengkulu Tak Bisa Menepi

Terkepung Kabut Asap, Nelayan Bengkulu Tak Bisa Menepi

by Yasrizal

Kabut asap tampak masih menghalangi pandangan di beberapa titik pantai Bengkulu

Kabut asap tampak masih menghalangi pandangan di beberapa titik pantai Bengkulu

kupasbengkulu.com – Akibat kabut asap yang diperkirakan berasal dari Provinsi Riau, belasan nelayan Kelurahan Pasar Bengkulu Kota Bengkulu, tidak dapat menepi ke daratan, Sabtu (15/3/2014) karena ketebalan kabut asap 10 mil dari darat mencapai 50 meter. Selain itu, nelayan tidak bisa meletakkan lokasi jaring yang berada di tengah laut lepas.

”Kabut asap di tengah laut tebal sekali, sampai-sampai kami tidak bisa kembali ke darat. Jarak pandangnya, sekitar 30 meter hingga 50 meter saja. Kalau di tengah laut daratan sama sekali tidak terlihat,” kata Mulyadi (31) nelayan Pasar Bengkulu, saat ditemui di rumahnya, Minggu (16/3/2014).

Ia mengatakan, sejumlah nelayan baru bisa mendarat ke tepi  menjelang siang hari, setelah sinar matahari bersinar. Selain itu, kata dia, sejak kabut asap menyelimuti laut Bengkulu hasil tangkapan ikan menjadi menurun. Sebelum kabut, hasil tangkapan bisa mencapai 20 kg – 50 kg. Namun, saat ini untuk mencari 2 kg ikan di tengah laut sangat sulit.

”Kabut asap juga terpengaruh dengan hasil tangkapan, biasanya lokasi dimana kami biasa meletakkan jaring terlihat. Tapi saat ini susah sekali terlihat,” jelas bapak dua orang anak ini.

Ia mengakui, sejak kabut asap yang melanda sepekan terakhir, mayoritas nelayan mengalami kerugian. Hal ini ditandai dengan biaya operasional tidak sesuai dengan hasil tangkapan ikan. Ia berharap, dari pemerintah dapat mencarikan solusi terbaik, agar warga yang mayoritas berprofesi nelayan bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

”Hasil tangkapan ikannya kecil-kecil, ditambah lagi hasil tangkapan sedikit. Sementara biaya operasional setiap turun kelaut kisaran Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu, dan itu sama sekali tidak balik modal,” demikian Mulyadi.(gie)

You may also like

Leave a Comment