oleh

18 Pesantren di Lebong Dipantau

Lebong, kupasbengkulu.com – Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) bersama tim Pakem berkomitmen untuk mengantisipasi masuknya faham-faham baru di Lebong yang berpotensi radikalisme.

Selain mengawasi dan memonitor ajaran-ajaran baru dan aliran baru yang akhir-akhir ini kerap meresahkan masyarakat secara nasional, teranyar Kantor Kesbangpol Lebong menerima daftar pesantren terindikasi Berpotensi Radikalisme.

Kepala Kesbangpol Lebong, Heriantoni, SE mengatakan lebih kurang ada 18 pesantren terdaftar yang disinyalir menganut faham radikal, namun belum masuk ke Lebong. Hanya saja pihaknya tetap mewaspadai jangan sampai masuk apalagi berkembang diwilayah Kabupaten Lebong.

Dikatakannya, sejauh ini 18 pesantren yang disebut terindikasi berpotensi Radikalisme tersebut masih berkembang diwilayah Jawa Tengah seperti Solo, Boyolali , Cilacap, Magelang, Jawa Timur seperti Lamongan, Lampung, Lombok NTB, Ambon Maluku, Makasar Sulawesi Selatan, Poso Sulawesi Tengah, DKI Jakarta, Cirebon Jawa Barat, Ciamis Jawa Barat dan Serang Banten.

“Sampai dengan saat ini belum ada kita temui di Lebong. Kembali lagi, kita juga minta peran masyarakat tentunya, jika ada keluarga atau famili yang sekolah pesantren di beberapa wilayah tersebut, untuk cepat berkoordinasi ke Pemerintah daerah, agar nanti dicek Pesantrennya jangan sampai masuk di pesantren yang masuk dalam daftar pesantren yang terindikasi berpotensi Radikalisme tersebut,” kata Heriantoni.

Lebih jauh Heriantoni menjelaskan, meski belum ditemukan adanya indikasi Pesantren berpotensi radikalisme di Lebong, namun perlu dilakukan upaya pencegahan serta mengoptimalkan pola koordinasi, ketika adanya kelompok-kelompok tertentu yang baru masuk di wilayah masing-masing seperti desa atau Kecamatan untuk segera melaporkan ke pihak terkait.

“Pesantren yang sudah dipantau ini yakni pesantren Al Mukmin Ngruki Solo, Darus Syahdah Boyolali, Al Muaddib Cilacap, Dahrul Wahyain Magelang, Al-Iklas Lamongan, Babul Hikmah Lampung, Ulul Aibab Lampung, Darusy Syifa Lombok, Al-Anshar Ambon, Al-Manshuroh Ambon, Wahdah Islamiah Makassar, Darul Aman Makasar, Islam Amanah Poso, Missi Islam Jakarta, Nurul Hadid dan AL-Muttaqin Cirebon, Nurrussalam Ciamis, Al-Abqory Serang dan AL- Islam serang, jika ada keluarga dipesantren tersebut segera melapor kepada kita untuk kita tindak lanjuti,” demikian Heriyantoni.

Penulis : Rendra Sutanto

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed