Senin, Mei 23, 2022

2 Warga Positif Kaki Gajah, 300 Orang Dites Darah

Baca selanjutnya

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Rejang Lebong, Nunung Tri Mulyanti.
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Rejang Lebong, Nunung Tri Mulyanti.

kupasbengkulu.com- Sebanyak 2 orang warga Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, masing-masing, Budi Santoso (34) warga Desa Air Meles, Kecamatan Selupu Rejang, dan Sudarmono (25) warga Desa Purwodadi Kampung Melayu, Kecamatan Bermani Ulu, dinyatakan positif menderita kaki gajah atau (Filariasis atau Elephantiasis).

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Rejang Lebong, Nunung Tri Mulyanti, mengatakan, bahwa menyikapi hal tersebut pihaknya telah melakukan berbagai tindakan. Diantaranya dengan mengambil contoh darah sebanyak 300 orang di sekitar tempat tinggal penderita.

“Untuk pengambilan darah dilakukan oleh Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) dan Subdit Filariasis Kemenkes,” katanya lagi.

Dijelaskannya, pemeriksaan warga di sekitar penderita akan dilakukan pada malam hari, mulai pukul 10 malam hingga pukul 02 dini hari. Karena pada saat itu cacing nemtoda yang menularkan penyakit ini biasanya keluar di permukaan kulit orang-orang yang terjangkit penyakit filariasis.

Penderita kaki gajah atas nama Budi Santoso, tutur dia, diawali gatal seperti gigitan nyamuk pada bagian kaki kanan sejak duduk di kelas tiga MTS. Upaya pengobatan sudah dilakukan oleh penderita, baik secara medis maupun non medis, akan tetapi semakin lama kaki kanannya semakin membesar.

“Pada tahun 2002, bahkan kaki Budi Santoso sudah dioperasi di salah satu rumah sakit daerah Surabaya, namun tidak berhasil. Parahnya, kaki bagian kirinya juga ikut membesar,” tutur Nunung.

Sementara itu, penderita lainnya atas nama Sudarmono, mulai tampak gejala bintik- bintik di bagian kaki kiri sejak berumur enam bulan.

“Kakinya mulai membengkak sejak umur tujuh tahun atau kelas satu SD. Memasuki umur 10 tahun kaki bagian kanannya juga ikut membesar. Dan pada tahun 2010 dilakukan operasi kaki bagian kiri di Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo (RSCM),” tutupnya.(hbi)

Mantan Menakertrans Fahmi Idris Tutup Usia

Kupas News, Jakarta - Mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Menteri Perindustrian, Fahmi Idris meninggal dunia pada Minggu 22 Mei 2022. Kepastian meninggalnya Fahmi...

Maraknya Konflik Agraria, Dempo Xler Menilai Hukum Tidak tegak

Kupas News, Bengkulu – Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu, Dempo Xler turut bersikap atas maraknya konflik agraria yang terjadi di wilayah Provinsi Bengkulu....

Ketua Dewan Supriyanto Dampingi Helmi Hasan Terima Penghargaan WTP dari BPK

Kupas News, Kota Bengkulu – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu berhasil mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pengawas Keuangan (BPK) atas laporan keuangan...

ARGA Gelar Halal Bihalal Bertajuk Mendukung Pers Bersatu Membangun Negeri

Kupas News, Mukomuko – Aliansi Remaja Gemar Aktifitas (ARGA), Kamis (19/05) menggelar acara Halal Bihalal dan Silaturahmi bertajuk “Mendukung Pers Bersatu Membangun Negeri” di...

Sera dan Joan Bakal Jadi Kado Spesial JMSI di HUT Kabupaten Seluma

Kupas News, Seluma - Dalam Rangka Memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Seluma yang ke-19, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Seluma mempersembahkan kado Spesial...

Terbaru