Beranda DAERAH Rejang Lebong 2 Warga Positif Kaki Gajah, 300 Orang Dites Darah

2 Warga Positif Kaki Gajah, 300 Orang Dites Darah

0
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Rejang Lebong, Nunung Tri Mulyanti.
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Rejang Lebong, Nunung Tri Mulyanti.
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Rejang Lebong, Nunung Tri Mulyanti.

kupasbengkulu.com- Sebanyak 2 orang warga Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, masing-masing, Budi Santoso (34) warga Desa Air Meles, Kecamatan Selupu Rejang, dan Sudarmono (25) warga Desa Purwodadi Kampung Melayu, Kecamatan Bermani Ulu, dinyatakan positif menderita kaki gajah atau (Filariasis atau Elephantiasis).

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Rejang Lebong, Nunung Tri Mulyanti, mengatakan, bahwa menyikapi hal tersebut pihaknya telah melakukan berbagai tindakan. Diantaranya dengan mengambil contoh darah sebanyak 300 orang di sekitar tempat tinggal penderita.

“Untuk pengambilan darah dilakukan oleh Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) dan Subdit Filariasis Kemenkes,” katanya lagi.

Dijelaskannya, pemeriksaan warga di sekitar penderita akan dilakukan pada malam hari, mulai pukul 10 malam hingga pukul 02 dini hari. Karena pada saat itu cacing nemtoda yang menularkan penyakit ini biasanya keluar di permukaan kulit orang-orang yang terjangkit penyakit filariasis.

Penderita kaki gajah atas nama Budi Santoso, tutur dia, diawali gatal seperti gigitan nyamuk pada bagian kaki kanan sejak duduk di kelas tiga MTS. Upaya pengobatan sudah dilakukan oleh penderita, baik secara medis maupun non medis, akan tetapi semakin lama kaki kanannya semakin membesar.

“Pada tahun 2002, bahkan kaki Budi Santoso sudah dioperasi di salah satu rumah sakit daerah Surabaya, namun tidak berhasil. Parahnya, kaki bagian kirinya juga ikut membesar,” tutur Nunung.

Sementara itu, penderita lainnya atas nama Sudarmono, mulai tampak gejala bintik- bintik di bagian kaki kiri sejak berumur enam bulan.

“Kakinya mulai membengkak sejak umur tujuh tahun atau kelas satu SD. Memasuki umur 10 tahun kaki bagian kanannya juga ikut membesar. Dan pada tahun 2010 dilakukan operasi kaki bagian kiri di Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo (RSCM),” tutupnya.(hbi)